43

37 8 1
                                        


"Sungguh ku tak percaya akan ucapanmu yang membuat pikiran dan perasaan ku tak karuan"

...

Tiba-tiba ada motor yang Aleena kenal berhenti di hadapannya lalu membuka helm fullfacenya.

Mata Aleena membulat sontak kaget saat melihatnya dan benar saja dugaannya,

"Kak Rangga? Ngapain kesini??" ujarnya kaget dan bingung karena sebelumnya Rangga tidak mengabari kalau ingin ke sini. Dan yang membuatnya kaget itu karena ia sedang bersama Deolin.

Deolin yang melihat kedatangan Rangga pun kaget,apa lagi setelah melihat wajah Rangga yang menyejukkan hati,sungguh Deolin tak percaya kalau yang sedang mendekati Aleena berparas seperti ini dengan postur tubuh yang proposional,rahang yang tegas,rambut hitam pekat,dan terlihat dewasa.

"Ooh jadi ini Len yang namanya Kak Rangga" kata Deolin sambil menyenggol siku Aleena. Aleena tidak menyauti perkataan Deolin.

Karena Aleena tidak menyautinya dengan semangat Deolin menjulurkan tanganya,"Hai Kak aku Deolin sahabatnya Aleena" kata Deolin memperkenalkan diri.

Rangga dengan senang hati membalas tangan Deolin,"Oh hai,gua Rangga Kakak kelasnya Aleena di SMP" balas Rangga di akhir dengan tersenyum ramah lalu melepaskan tangannya.

Aleena menghela nafasnya,"Ck,Kak Rangga mau ngapain ke sini???" tanyanya sekali lagi

"Mau jemput siswi SMA GARUDA yang bernama Aleena" jawab Rangga lalu tersenyum sambil melihat Aleena.

Tidak hanya Deolin saja bahkan siswi yang berada di sekitar mereka yang mendengar perkataan Rangga menoleh dan terkesima dengan ketampanan Rangga,kini mereka menjadi pusat perhatian. Aleena yang menyadarinya sangat malu,rasanya ia ingin cepat pergi dari sini.

Aleena memejamkan matanya sesaat,"Ga bisa,aku udah pesen grab bentar lagi juga dateng" bisik Aleena menolak.

"Yaudah cancel aja bisa kan.." kata Rangga

"Kasianlah Kak,bentar lagi juga dateng,mending sekarang Kakak pulang aja" serunya meminta agar Rangga pulang saja.

"Trus Lena ga kasian ke gua?" tanyanya

Aleena memutar bola matanya,"Ish bukan gitu-" jawabnya tapi terpotong saat namanya terpanggil.

"Len grab lu nih!" panggil seseorang di samping kanannya.

Driver ojek online itu menghampiri Aleena,"Teh Aleena ya?" tanyanya,Aleena mengangguk.

"Nih helmnya Teh" kata Driver memberikan helm,namun dengan cepat Rangga menolaknya.

"Maaf Pak pacar saya ga jadi naiknya" kata Rangga,sontak mata Aleena membola kaget mendengar perkataan Rangga.

Deolin yang juga kaget mendengarnya langsung menatap Aleena bertanya-tanya.

"Lah kok,ga bisa gitu dong A" kata Driver itu kecewa karena telah kehilangan penumpang.

Rangga mengeluarkan dompet dari saku belakang celananya,"Nih buat Bapak sebagai gantinya" ujarnya sambil memberikan selembar uang berwarna merah.

Dengan senang hati Driver itu menerimanya,"Yaudah hatur nuhun atuh A" sahutnya ramah.

"Mari A,Teh, moga sing langgengnya A Teh" kata Driver itu sebelum pergi. Rangga mengangguk senang hati sementara Aleena sudah habis pikir dengan Rangga.

Belum lagi dari tadi Deolin yang berusaha bertanya padanya namun ia acuhkan.

Rangga kembali menoleh,"Gimana Len,udah ga ada alesan lagi kan?" tanyanya.

Love in silenceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang