"Tenang, ketenanganlah yang ku inginkan saat ini, menjalankan semua dengan tenang adalah satu kebahagian yang sedikit menghilang semenjak kebenaran itu terungkap"
...
"Lena!" panggilnya dari jauh
Aleena buru - buru mengapus sisa air matanya lalu menoleh
"Inget lu harus ceritain TENTANG DIA okey" ucapnya sedikit berteriak dan keliatannya Naia sedang happy sekali.
Aleena sekilas melihat ke arah parkiran dimana David masih berada di sana,dengan cepat Aleena kembali melihat Naia yang sedang berjalan menghampirinya,
"Nai gua duluan ya nanti gua ceritain" kata Aleena yang langsung naik ke dalam angkutan umum yang sama sekali bukan ke jurusan rumah Aleena,
Naia yang melihat Aleena menaiki angkutan umum dengan jurusan yang berbeda merasa heran, dan langsung mengirimi pesan pada Aleena,
Naia
Len lo mau kemana kok nomer angkot yang lu naikin bukan nomer yang biasanya lu naikin?
Aleena yang duduk di pojok sambil melihat ke jalan mengingat ucapan David tadi yang selalu terngiang-ngiang di telinga dan juga pikirannya, hingga lamunanya terpecahkan saat mendengar suara notifikasi di handphonenya,
Ting!
Aleena mengambil handphonenya dari sakunya, melihat siapa yang mengirimi pesannya,
Naia 1 message
Aleena menghela nafasnya sejenak lalu membuka pesan dari Naia,
Naia
Len lo mau kemana kok nomer angkot yang lu naikin bukan nomer yang biasanya lu naikin?
Aleena yang membacanya kaget karena ia baru menyadari kalau ankutan umum yang ia naiki bukanlah jurusan ke rumahnya,
"Aduh kenapa gini sih, akh David emang nyebelin!" ujarnya dalam hati sambil menepuk dahinya,
"Kiri Bang" ucapnya untuk menghentikan angkutan umum ini dan Aleena turun tidak lupa membayarnya,
Kini Aleena tengah berada di taman yang tidak jauh dari sekolahannya, Aleena memutuskan untuk memesan ojek online saja, saat menunggu ojek onlinenya dateng tiba-tiba motor berwarna navy metalik berhenti di hadapannya, Aleena sangat mengenalinya ya dia David.
Aleena menoleh sesaat lalu kembali mengacuhkannya,
"Ayo gua anter, gua tau lu tadi salah naik angkot kan?" sahut David yang sudah turun dari motornya dan membawakan helm yang senada dengan warna motornya,
Aleena menoleh, "Lu ngapain sii?! Gua ga mau!" balasnya,
Syukurlah kali ini tuhan berpihak pada Aleena karena di menit kemudian ojek online Aleena datang sehingga Aleena berhasil menghindari David,
"Kak Aleena ya?" tanya Abang ojek online itu, Aleena mengangguk dan langsung menghampiri ojek online itu lalu memakai helm yang sebelumnya di berikan oleh Abang ojek online itu, lalu meninggalkan David sendiri di pinggir jalan sambil memegang helm yang tadi ia berikan pada Aleena.
"Mari Mas" pamit Abang ojek online itu ramah pada David,
David yang mematung hanya mengangguk saja sebagai balasannya, motor yang Aleena tumpangi sudah tidak ada di penglihatan David,
David menendang kerikil di depan kakinya kesal,"Akh, masa Lena lebih milih pulang sama Abang ojol dari pada sama gua!" ungkapnya kesal,
Tiba-tiba ada seseorang yang berpostur tubuh besar dan kepala yang botak menghampiri David,
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in silence
Ficção AdolescenteSebuah kisah perjalanan cinta Aleena Fabrisia Zeline, Aleena biasa dikenal dengan gadis pendiam dan belum pernah merasakan jauh cinta, dan ini saat pertamanya.. "Ah elah ga usah bertele-tele dah langsung intinya aja" acuh Aleena, "Ok,ok gu..GUA MAU...
