"Pertama kalinya ku harus memilih salah satunya, sungguh sangat membingungkan!"
- Aleena -
...
Rangga tersenyum senang,"Aleena" jawabnya santai.
Aksel sontak kaget mendengarnya baru saja Reynand mengungkapkan perasaanya setelah 4 tahun ia simpan sendiri dalam hatinya.
Bagaimana dengan Reynand,walau sedari tadi ia hanya terdiam saja sama seperti tadi namun ia mendengarkan pembicaraan Aksel dengan Rangga,mendengar perkataan Rangga ia hanya menoleh dan menatap Rangga dengan tatapan yang sulit di artikan.
Aksel melihat reaksi Reynand namun ia tidak mengerti dengan reaksi Reynand yang di tunjukkan hanya menatap Rangga yang sulit di artikan.
Karena tidak ada reaksi lain atau bahkan satu kata pun yang di keluarkan dari mulut Reynand,Aksel menyiku sikut Reynand dan Reynand hanya menoleh saja.
"Bang lo kapan kenal si Lena,setau gua si Lena itu jarang main sama Kakak kelas waktu di SMP" tanya Aksel heran,kenapa bisa Rangga kenal dekat dengan Aleena.
"Eum,waktu itu gua cuma iseng liat storynya si Rey pas ultahnya dia,trus gua minta nomer handphonennya ke si Rey" jelas Rangga apa adanya. Aksel menoleh pada Reynand menatap penuh tanya.
Tiba-tiba handphone Rangga ada panggilan masuk lalu ia mengangkatnya,sementara Aksel yang sudah geram dengan sikap Reynand yang tidak bereaksi sedikit pun membisikkan sesuatu padanya.
Karena tidak ada reaksi apa pun lagi dari Reynand bahkan satu kata pun tidak ada yang keluar dari mulutnya,
"Akh lu mah,lu yang bilang apa gua aja yang ceritain" bisik Aksel,Reynand menoleh pada Aksel lalu menatapnya tajam. Rangga yang sudah menerima telfonnya kembali melihat pada Aksel dan Reynand yang sedang saling menatap serius.
Rangga mengerutkan dahinya"Ada apa?" tanyanya dan tiba-tiba perasaannya tidak enak saat melihat mereka berdua.
"Sejak 4 tahun yang lalu si Rey nyimpen rasa buat Lena Bang" kata Aksel to do point,Reynand kembali menatap Aksel tajam namun di acuhkan.
Sementara Rangga yang mendengarnya sontak terkejut atas perkataan Aksel,untuk beberapa saat mereka bertiga terdiam,Aksel yang menyatakannya cukup lega karena ia tidak mau sahabatnya harus mendam perasaannya lagi cukup ia saja yang membuat Reynand merelakan perasaannya. Dan mereka berdua mungkin sedang menggeluti pikirannya masing-masing.
Hingga pada akhirnya Rangga angkat suara,"Okey,gua mau tau kenapa selama 4 tahun ini lo ga nembak si Aleena?" tanyanya pada Reynand.
Aksel menyikut siku Reynand,sebelum menjawab Reynand mengehela nafas terlebih dahulu menenangkan pikirannya.
"Jadi selama 4 tahun ini gua nunggu waktu yang tepat bang" sahutnya,Rangga mengerutkan dahinya tak mengerti.
"Waktu jalan satu tahun kurang gua mau nembak dia bang,tapi tiba-tiba nih anak kambing satu bilang kalau dia suka sama si Lena juga" katanya sambil mengejek Aksel dengan sebutan 'Anak Kambing' tentu saja Aksel tidak terima namun ia hanya menatapa tajam Reynand saja.
"Ya gua masih punya hatilah bang dan gua ga mau karena ego gua bikin ancur semuanya,makanya gua relain perasaan gua buat nih anak kambing,gua tunggu bertaun-taun tapi di ga nembak-nembak bang,gua mau nembak si Lena takutnya nih anak kambing masih ada rasa" jelasnya,Rangga yang mendengarnya dari serius kini malah terkekeh melihat wajah Aksel yang kesal.
"Mau tau bang alesan dia ga nembak-nembak si Lena" tawarnya,
"Apa?" tanya Rangga sambil tekekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in silence
Teen FictionSebuah kisah perjalanan cinta Aleena Fabrisia Zeline, Aleena biasa dikenal dengan gadis pendiam dan belum pernah merasakan jauh cinta, dan ini saat pertamanya.. "Ah elah ga usah bertele-tele dah langsung intinya aja" acuh Aleena, "Ok,ok gu..GUA MAU...
