28

26 9 1
                                        

"Janganlah terlalu larut menananggapi suatu keadaan,karena tuhan sudah merencanakan segalanya dengan baik"

...

"

Aw" kata Aleena yang terkena dada bidang seorang cowo di hadapannya.

"Sorry..lu gapapa kan?" kata David,ya yang tidak sengaja Aleena tabrak ialah David.

David ialah teman sekelas Aleena yang baru saja terpilih menjadi kapten tim basket di SMA GARUDA. Semakin bertambah yang menyukainnya,sebelum ia menjadi kapten tim basket saja ia sudah di sukai oleh semua kalangan baik adik kelas,teman seangkatan,bahkan kakak kelas sekali pun. Selain berprestasi di bidang olahraga ia juga berprestasi di bidang akademik terutama di bidang sciene,oleh karena itu ia di sukai oleh banyak guru juga. Sama hal nya dengan Vino cuma bedanya David lebih humble dari pada Vino yang dingin. Namun,buruknya David ketika sifat malasnya yang sudah muncul. Sama saja sih semua orang juga pasti begitu. Sehingga semua prestasinya akan menurun terutama di akademiknya karena kalau di bidang olahraganya itu adalah hobi ia juga.

Balik ke Aleena.

Aleena menggelengkan kepalanya,"Gua yang salah" kata Aleena langsung melanjutkan langkahnya. Fahmi dan Deolin hanya memperhatikan mereka berdua dan seseorang yang sedari tadi memperhatikannya juga.

tanpa di sadari ternyata bel tanda selesai istirahat telah bunyi sehingga para siswa - siswi yang berada di luar kelas segera memasuki kelasnya masing masing. Begitu pun dengan Fahmi dan Deolin yang segera pergi ke mejanya masing - masing. Fahmi berjalan terlebih dahulu lalu Deolin mengikutinya di belakang,Fahmi yang melewati meja Aleena dan Deolin berhenti sesaat.

"Udah gua maafin kok" kata Fahmi pada Aleena lalu kembali melanjutkan langkahnya dan Deolin segera duduk di bangkunya karena Pak Rio sudah memasuki kelas. Lalu mereka semua melanjutkan aktivitas biasanya hingga bel akhir pelajaran terdengar.

Hari - hari berikutnya pun sama seperti itu mereka semua melakukan aktivitas - aktivitas yang sama.

Satu minggu kemudian...

Pagi yang cerah menyinari wajah gadis berbadan mungil ini yang baru saja turun dari mobil kakaknya. Hari itu ia bersemangat sekali untuk memulai harinya ini,dengan wajah yang ceria menghiasi wajahnya.

"Hai,Olin" sapa Aleena pada Deolin yang sudah duduk di bangkunya.

"Eh Lena udah dateng?" tanya Deolin

"Ya udahlah Olin..buktinya Lena udah ada di depan Olin hehehe" katanya dengan wajahnya yang penuh kecerian.

"Hahhaha iya juga ya" sahut Deolin,"Eh tumben ceria banget" lanjutnya heran perasaan minggu lalu ia lihat Aleena tidak seceria ini,malah lebih sering diam.

"Iya dong kan bentar lagi Lena Sweet seventeen,hehehhe" katanya sambil mengeluarkan buku catatannya.

"Oh iyaa heheh hampir lupa" balas Deolin sambil menepuk dahinya.

"Ah Olin mah..jangan lupa yaa dateng ke pestanya" ucapnya sambil tersenyum manis.

"Siap..pasti dateng kok" ujar Deolin,"Oh ya Len udah belajar?kan hari ini ada ulangan harian Fisika" lanjutnya bertanya.Tiba - tiba ada yang berbalik tanya.

David yang baru saja melewati meja Aleena dan Deolin lalu tanpa sengaja ia mendengar perkataan Deolin tadi,"Emang hari ini ada ulangan harian Fisika ya?" tanyanya tiba - tiba.

Aleena dan Deolin hanya menganggukan kepalanya saja.

"Aduhh gua belum belajar lagi.." katanya sambil mengusap wajahnya frustasi.

Love in silenceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang