"Hmm okey,kalo TTM gimana Len? Temen Tapi Mesra" cetus David
"Ck,ngga lo aja!" sahut Aleena asal.
"Okey gapapa,nanti juga Lena luluh sama Davi heheheh secara Davi kan.." kata David terpotong saat Aleena menatapnya sekilas dan ia pun tau kalo Aleena tidak suka kalau orangnya suka menyombongkan diri.
"Davi? sejak kapan lo ngakuin nama Davi?" tanya Naia bingung
"Sejak kemaren dan itu cuma buat Aleena aja titik jan ada yang panggil nama itu selain Aleena" kata David menjelaskan
Naia mengangguk - anggukan kepalanya mengerti,"Ck,iya deh iya Aleena seorang,tuh Len Ayang Davinya kok di cuekin.."sindir Naia dan mengejek Aleena.
Aleena membulatkan matanya pada Naia,"Ish apaan sih Nai" sahutnya, Aleena pun menoleh ke samping tepat David sedamg memperhatikan Aleena,"Apaan lo?!lebay tau ga!" kata Aleena kesal.
Naia yang melihat interaksi kedua manusia di depan matanya ini rasanya ingin tertawa, kini ia sedang berusaha menahan tawanya namun lagi - lagi ia tidak bisa menahan tawanya.
"Bwahhhahahah,yang sabar ya Vid..." kata Naia dan mendapatkan anggukan dari David.
Setelah selesai mereka mengobrol dan bercerita namun yang mendominasi Naia dengan Daiv sedangkan Aleena sesakali saja ikut pembicaraan mereka berdua selebihnya Aleena hanya diam dan melihat - lihat handphonenya.
Kini mereka sudah keluar dari Cafe dan bersiap untuk pulang. Sebenarnya Aleena masih tidak enak denga Naia tapi melihat reaksi Naia tadi ia sedikit tenang.
"Oh ya Len lu pulang naik apa?" tanya Naia
"Hm naik Grab kayanya" jawab Aleena, lanjutnya"Hm Nai lo beneran ga marah?" tanya Aleena ragu.
"Ngga Lena.."
"Beneran?"
"Bener.."
"Oke kalo gitu gua kasih ke lo satu permintaan biar nanti gua lakuin dehh,mau apa?beliin makanan,beli hadiah atau yang lain?" tawar Aleena pada Naia
Naia tersenyum dan melihat ke arah David yang sudah betada di samping motornya,"Hm gua mau.." ucap Naia terejeda,lanjutnya"Lo mau kan lakuinnya?" tanya Naia,Aleena pun mengangguk semangat.
"Oke,gua mau kalo lo di anter pulang sama David" kata Naia mengucapkan satu permintaan sambil melihat ke arah David,David yang mendengarnya pun tersenyum senang.
"Harus banget Nai?ga ada yang lain apa?gua beliin parfum yang mahal deh" bujuk Aleena pada Naia agar mengganti permintaannya.
"Ngga harus mau,kan tadi lo bilanh bakal lakuin apa pun permintaan gua..kalo mau beliin parfum nanti aja pas ulang tahun hehheh" balas Naia,"Yaudah sana buru pulang nanti ke maleman" Cetus Naia sambil mendorong Aleena untuk mendekati David yang berada di samping motornya.
"Nih pake" kata David menyerahkan helm yang sengaja David membawa 2 helm,Aleena mengambilnya lalu memakainya di kepalanya dan pas sekali ukuran helmnya dengan kepalanya. Lalu ia menaiki motor David yang cukup tinggi sehingga ia membutuhkan tumpuannya untuk menaiki motor ini. Bahu David lah yang menjadi tumpuan Aleena untuk menaiki motor ini. Kini mereka berdua sudah siap di atas motor dan Naia yang memperhatikannya merasa gemes sekali dengan pasangan ini.
"Len peluk dong ke pinggangnya si David hehheh" ucap Naia sambil terkekeh melihat muka Aleena.
"Ck,Nai..kan cuma 1 permintaan.." jelas Aleena
Naia terkekeh,"Ahahah kan 1 paket,udah buru tar kemaleman" sahutnya
Aleena mengarahkan kedua tangannya ke pinggang David,tiba - tiba tangannya di tarik dan melingkar sempurna di pinggangnya.lalu David menyalakan Motornya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in silence
Roman pour AdolescentsSebuah kisah perjalanan cinta Aleena Fabrisia Zeline, Aleena biasa dikenal dengan gadis pendiam dan belum pernah merasakan jauh cinta, dan ini saat pertamanya.. "Ah elah ga usah bertele-tele dah langsung intinya aja" acuh Aleena, "Ok,ok gu..GUA MAU...
