38

14 2 0
                                        


"Simple saja untuk bisa melihat ku senang,hanya bisa meluangkan waktumu saja sudah bisa membuatku senang :)"

-Aleena-
...

"Impian lo tuh apa aja sii,yang lo inginkan banget?" tanya Vino tiba - tiba.

Aleena menoleh sambil menaikkan sebelah alisnya,"Kepo.." balasnya sambil terkekeh.

Vino memutar bola matanya malas,"Yaa,yaudah kalo ga mau kasih tau mahh" ucap Vino mengakhiri topik itu.

"Impian gua tuh banyakkk bangett"

Katanya sambil berjalan ke belakang lalu duduk di atas permukaan bukit ini. Lalu di ikuti Vino sambil mendengarkan perkataan Aleena.

Aleena kini duduk dengan memeluk kedua kakinya sementara Vino duduk bersila di sampingnya.

"Apa aja?" tanya Vino semakin penasaran.

Aleena menoleh sesaat lalu kembali menatap langit senja,

"Yang utama gua mau membanggakan dan membahagiakan keluarga gua khususnya mama dan papa,karena mereka udah bersusah payah merawat,membimbing,mengajari,membiayai,dan lain sebagainya" ucapnya.

"Trus?"

"Gua mau jadi orang yang bermanfaat dan menolong semua orang,gua mau jadi dokter,tapi gua pengen kejar beasiswa supaya tidak membebani orang tua gua"

"Trus abis lo kerja dengan apa yang lo impiin,lo mau ngapain?" tanya Vino menoleh pada Aleena.

Aleena membalikan badannya membelakangi Vino,Aleena menatap langit senja dengan penuh harap,

"Gua mau nikah sama orang yang bener-bener sayang dan cinta sama gua begitu pun sebaliknya dan perhatian bukan sama gua doang tapi sama keluarga gua juga,dan setia sama pengertian" ujarnya

Untuk beberapa saat Aleena diam membayangkan sesuatu begitu pun dengan Vino yang setia menunggu.

"Oh ya,gua juga suka berhayal kalau di pernikahan gua nanti ada pedang poranya,kaya nya seru aja gitu,terkesan elegan,yaa tapi itu kan cuma anganan gua doang,heheh kan kita ga tau rencana Allah kaya gimana buat kita" ungkap Aleena sambil berangan - angan.

Vino tersenyum dengan menatap langit indah di depan matanya itu,"Gapapa,gua doain semoga impian lo bisa tercapai yaa,gua yakin cowo yang nanti jadi suami lo pasti bangga" kata Vino sambil mengacak pucuk rambut Aleena.

"Iiishh,berantakan tauu" kata Aleena kesal.

"Eh,Len lo ga ada niatan buat cari pacar?" tanya Vino

Aleena berpikir sejenak,"Eum,kayanya untuk saat ini ga deh,tapi ga tau gua belum mikir kesana" jawabnya.

Keheningan dan hanya suara hembusan angin yang mengisi di antara kedua remaja ini yang tengah menatap langit senja yang mulai menggelap.

Keheningan ini terpecahkan oleh Vino yang mengajaknya pulang,

"Udah mau gelap Len,balik yuk" ajak Vino,Aleena menolehnya.

"Eum,ayo" balasnya

Walau sebenarnya ia belum ingin mengakhiri namun apa boleh buat,kemudian ia bangun dari duduknya,lalu di ikuti Vino.

Mereka berdua melangkah menuju motor Vino terparkir,Vino menjahili Aleena sehingga terjadi aksi kejar - kejaran dengan tawa yang menambah suasana semakin menyenangkan.

Di perjalanan Vino mengajak Aleena untuk pergi ke salah satu mall terlebih dahulu dengan alasan ingin membeli bahan praktek besok.

Sesampainya di mall Vino malah mengajaknya menuju ke sebuah toko tas yang sebelumnya pernah mereka kunjungi.

Love in silenceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang