"Apakah aku bisa menjalankan ini?
Dengan perhatian kecil yang selalu kau berikan setiap saat"
...
"Akrab banget yha.. pake panggil Bunda segala,inget itu Bunda gua!" sindir Vino seraya menyemgol bahu Aleena dengan bahunya.
"Yey orang Bunda lo yang suruh gua panggil dia Bunda" balasnya membela diri dan menoleh ke arah foto keluarga yang terpajang di dinding sebelah Aleena.
"Oh gitu" jawab Vino seraya melihat apa yang Aleena lihat.
"Liat apaan sih?owh itu foto keluarga gua,itu Bunda sama Ayah,cewe yang tengah itu kakak cewe gua namanya Vira dan cowo di sebelahnya itu juga kakak gua namanya Vito" jelas Vino
Tatapan Aleena pun terarah ke benda yang di pegang Vino sedari tadi,"Itu buat apa?" tanya Aleena penasaran.
Vino lupa karena maksud ia bawa air dingin di mangkuk dan sebuah handuk kecil untuk meminta Aleena mengompres memar di wajahnya.
"Oh iya ini gua mau minta pertanggung jawaban sama lo,karena lo udah bikin muka gua kaya gini!" ujar Vino
Aleena mengerutkan dahinya, "Oh jadi lo ga ikhlas ya nolongin gua,lagian gua juga ga minta tolong ke lo dan harusnya gua yang marah sama lo karena kalo lo ga lama datengnya pasti gua ga akan di godain sama tuh preman!" seru Aleena panjang kali lebar sedangkan Vino hanya terkekeh mendengarnya karena ia sudah tau pasti Aleena akan berkata seperti itu apabila ia berkata seperti itu kepada Aleena.
"Udah?" tanya Vino dan mendapat anggukan dari Aleena yang mengerucutkan bibirnya kesal.
Vino yang melihatnya semakin terkekeh,"Yayaya,emang gua yang salah maaf. Sekarang gua minta tolong kompresin nih luka gua!" seru Vino
"Ogah!" gumamnya memalingkan wajahnya
"Yey gitu yha..bukannya berterima kasih udah di tolongin" sindir Vino
"Hm yaudah sini" pinta Aleena,Vino pun memberikan kedua benda tersebut
Aleena pun menaruh mangkuk yang berisi air dingin ke atas meja lalu Aleena membasahkan handuk kecil itu kemudian memerasnya,sementara Vino hanya memperhatikan pergerakan Aleena. Dan Aleena melihat bahwa Vino sedang menatapnya, Aleena pun berusaha memecahkan tatapan Vino.
Aleena mengerurkan dahinya,"Vin..Vino!" panggil Aleena
"Hah apa?" balas Vino sedikit gelagapan
"Ayo sini mau di kompresin ga?" tanya Aleena yang sudah mengubah posisi duduknya kini Aleena memiringkan duduknya lebih tepatnya menghadap Vino.
"Ya mau lah.." ucap Vino seraya mengubah posisi duduknya dan agak maju agar lebih dekat dengan Aleena kini wajah Aleena dan Vino berdekatan mungkin hanya berjarak 15 - 20 cm.
Aleena pun mulai mengompres memarnya yang bagian di sudut mulut Vino,sementara mata mereka pun bertemu dalam beberapa detik dan terputus karena tiba - tiba terdengar notif di handphone Vino lalu Vino mengambilnya dari dalam saku celananya dan mengubah posisi duduknya sambil membaca suatu pesan tersebut.
Aleena pun menurunkan tangannya dan memilih untuk diam saja namun Aleena penasaran siapa yang mengirimi suatu pesan yang menurutnya tidak tepat pada waktunya, baru saja ia bisa dekat dengan Vino dan Aleena pun memutuskan untuk melihat sekilas siapa pengirim pesan tersebut hingga begitu asiknya Vino membalas pesan - pesan itu. Dan Aleena melihatnya nama yang tertera di ruang chat itu,naman yang tertera ialah Friska,iya dia adalah cewe yang sedang Vino taksir. Setelah melihatnya Aleena pun menyender ke sederan sofa dan mengambil bantal sofa dengan handphone karena ia baru teringat kalau ia belum mengabari mamanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in silence
Novela JuvenilSebuah kisah perjalanan cinta Aleena Fabrisia Zeline, Aleena biasa dikenal dengan gadis pendiam dan belum pernah merasakan jauh cinta, dan ini saat pertamanya.. "Ah elah ga usah bertele-tele dah langsung intinya aja" acuh Aleena, "Ok,ok gu..GUA MAU...
