Author POV
Beberapa minggu kemudian
Sudah lama sekali Aura mencegah Putri agar tak jatuh kedalam pelukan si Ryan. Meskipun suasana semakin parah, karena Ryan yang terus-terus an mengompori.
Disisi lain juga emosi Aura kadang tak terkontrol. Yang berakibat pelampiasan kepada keluarganya dan juga sahabat-sahabat nya.
"Sayang, ayo makan," ucap Sulis disamping Aura yang tengah fokus ke arah tv.
"Udah berapa kali aku bilang ke Mama kalo aku ga mau makan!!," teriak Aura. Sulis menggelengkan kepala.
"Kamu udah ga makan berapa hari?. Nanti kamu kurus sayang, dulu katanya kamu pengen punya badan yang kekar. Sekarang udah kekar masa mau dikurusin lagi?. Ayo makan ya," Sulis berusaha membujuk Aura.
"Ga!!," jawab Aura dengan suara yang lebih kencang.
Aura pun beranjak dari kasur, langsung menyambar jaket juga kunci motornya lalu pergi meninggalkan Sulis.
"Minggir!!!," teriak Aura saat Amanda mencoba menghentikannya pergi entah kemana.
"Lo jangan nekat!," Amanda tau? apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Ck. Jangan salahin gua kalo lo kenapa napa," Aura mulai mengegas motornya.
BROOOM!!
"Awas!," teriak Deva. Kakaknya. Untung saja Deva berhasil menyelamatkan Amanda tepat waktu. Kalo ga, udah ditubruk tuh ama Aura.
Entah kemana tujuan Aura. Yang pasti saat ini pikirannya sangat begitu kacau.
"Gua ga peduli. Pokoknya lo harus jadi milik gua!!," ego Aura sudah mulai tinggi.
Ya. Seperti yang kalian lihat. Aura benar-benar sudah kehilangan akal. Dia tak peduli jika nanti terjadi sesuatu pada dirinya.
Yang ia pedulikan adalah bagaimana caranya agar dia bisa dapatkan Putri kembali.
Egonya sudah tak dapat dipungkiri. Ternyata lebih besar EGO daripada rasa CINTA dan SAYANG nya. Aura sudah benar-benar muak dengan ini semua.
Gludug🌥
Gludug🌥
Suara gemuru dari langit yang begitu keras. Angin-angin menerpa cukup kencang. Warna langit yang cukup gelap. Pertanda bahwa hujan yang deras akan segera turun. Tak lupa juga mungkin petir juga akan menyambar permukaan bumi ini.
"Loh kamu kok bisa kesini?," kaget Indira saat mengetahui Aura didepan pintu.
Ya. Betul sekali.
Aura mengendarai motornya hingga sampai ke desa. Tempat Kakek dan Neneknya tinggal.
"...," Aura tak menjawab pertanyaan Indira.
Ia langsung berlalu masuk kerumah dan berjalan menuju ke kamarnya.
"Lah kok kamu disini?," Aksaro juga tak kalah kagetnya.
"Hei," Aksaro memanggil Aura. Namun, Aura tak menjawab. Jangankan menjawab, menoleh pun tidak.
"Kenapa dia?," tanya Aksaro kepada sang Istri yang berada disampingnya.
"Gatau juga. Em coba kamu tanyain, mungkin dia ada masalah lagi sama Papanya," Indira khawatir terhadap cucunya itu.
Drrt
Drrt
Drrt
"Iya halo?"
"Ma"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Putri
RomancePutri, seorang wanita cantik yang berasal dari sebuah desa di salah satu wilayah Sunda. Yang hidup dengan kesederhanaan bertemu dengan pasangan takdirnya, pasangan sehidup semati yang tak disangka-sangka olehnya. Wanita tampan yang berdarah Jawa dan...
