Author POV
Beberapa hari kemudian...
"Awas sebelah kiri lo Kak!!!," teriak Aura.
"Belakang woyy belakang!!!," teriak Mada.
"Weh tolong gua!!!," teriak Adham.
"Reload reload reload!!!," teriak Reno.
'Hiii berisik banget sih!!!😠' batin Risa.
"Tolong tolong tolong!!!," teriak Reno.
"Tolong woyy dah mau mati nih gua!!!," teriak Adham.
"Ahh darah gua tinggal dikit!!!," teriak Aura.
"Anjir ga ada stok peluru!!!," teriak Mada.
"Sumpah nih Zombie nya banyak bener!!!," teriak Aura.
Mereka ber 4 kini sedang bermain game World War Z di PC. Mereka bermain dikamar Aura yang kata Reno, Mada dan Adham. Koneksi internetnya super cepet, jadi mereka mabar disitu. Intinya gitu.
"Dek gua diserbu!!! Tolong!!!," teriak Mada.
"Ahhkk!!!," teriak Aura.
'Hiii👿' batin Risa.
"BISA DIEM GA SIH KALIANN!!!!!!," Bentak Risa yang sangat sangat sangat keras. Mode Iblis ON.
Risa sangat terganggu oleh teriakan-teriakan saudaranya. Dengan mengerahkan seluruh pita suaranya. Risa berteriak kenceng banget banget banget tambah satu lagi deh banget.
Glek!
"Ada apa ini??," tanya Indira khawatir yang baru saja membuka pintu.
"Neeek😭," takut Reno, Mada, Adham dan Aura. Seraya bersembunyi di belakang Indira.
"Ada apa teriak-teriak tadi??," tanya Sulis yang menyusul. Dan tentu saja khawatir.
"Maaa😭," ucap mereka ber 4 seraya mendekatkan Sulis disamping Indira. Jadilah benteng.
"Hmm👿," geram Risa. Risa terbakar-bakar tubuhnya karena amarah yang amat sangat.
"Ada apa ini ha?," tanya Indira dan Sulis. Kepada mereka ber 4.
"Ka-Kak Risa," jawab Aura. Indira dan Sulis langsung melihat ke Risa yang sedang murka.
'Hadeh kalo ngamuk mirip Sulis😌' batin Indira.
'Anakku, kalo marah mirip banget sama Ibu😌' batin Sulis.
'Turun temurun ternyata😅' batin Indira dan Sulis.
"Kalo berisik mending keluar!!," ucap Risa yang masih dengan mode iblis.
"Kak udah, tenang," ucap Sulis meredahkan amarah Risa.
"Hmm👿," geram Risa lagi.
"Udah udah, yuk ikut Nenek sama Mama," ajak Indira seraya menghampiri Risa.
"Kemana?," tanya Risa yang amarahnya agak reda.
"Buat kue, yuk," jawab Indira seraya tersenyum kemudian menarik tangan Risa dan menuju kebawah. Saat hendak pergi, Indira memberi kode ke Sulis dengan lirikan mata.
"Udah sekarang kalian main lagi," ucap Sulis seraya membalikan badannya untuk melihat anak-anak nya yang sedang bersembunyi.
"Iya Ma," jawab mereka ber 4 masih takut.
"Yaudah Mama kebawah dulu," ucap Sulis. Diangguki mereka ber 4 kemudian Sulis pergi.
"Huft untung belum kenak lempar," ucap Mada.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Putri
DragostePutri, seorang wanita cantik yang berasal dari sebuah desa di salah satu wilayah Sunda. Yang hidup dengan kesederhanaan bertemu dengan pasangan takdirnya, pasangan sehidup semati yang tak disangka-sangka olehnya. Wanita tampan yang berdarah Jawa dan...
