37.

4.7K 445 51
                                        

Author POV


Kini semua warga sangat gembira. Karena lomba yang sangat banyak disukai orang itu akan di lombakan untuk sekarang juga.

"Kini kita sampai pada lomba yang sangat dinanti nantikan, yaitu lomba PANJAT PINANG!!," semangat panitia.

Warga pun bertepuk tangan dan bersorak ria.

"Ini dia yang ku nanti-nanti kan, wuahaha," Tawa para pria(teman-teman Aura).

"Yampun tawa klean," ucap Sari seraya menggeleng-gelengkan kepala.

"Hehehe," cengiran mereka.

"Hadiahnya apa aja tuh," sambil Sari melihat satu persatu hadiah yang tergantung tinggi.

"Tuh kan ada tipi!!," senang Setyo sambil menunjuk hadiah berupa tv.

"Kan apa aku bilang, ada hadiah tipi!," ucap Setyo.

"Iye iye," ucap mereka semua.

"Bla bla bla bla," semua mengoceh sendiri-sendiri.

"Kamu masih mau ikut lomba?," tanya Putri ke Aura. Ini Putri bediri, Aura duduk.

Mereka semua kini tengah menunggu untuk dipanggil mengikuti lomba itu.

"Harus," jawab Aura penuh semangat.

"Tapi kaki kamu...," khawatir Putri.

"Hah....," Hembusan nafas Aura sembari menarik Putri dengan lembut untuk duduk dipangkuannya.

Karena dari tadi Putri menanyakan hal yang sama berulang kali. Hingga membuat Aura sedikit kesal.

"N-Non," Putri terkejut.

"Diem," suruh Aura sambil memeluk Putri dari belakang dan membenamkan wajahnya dipunggung Putri.

"N-Non i-ni, rame," sambil Putri jantungnya berdebar. Juga disisi lain ia ketakutan karena dia duduk dipangkuan Aura dan banyak pasang mata melihati mereka.

Semua mata kan tertuju padaku🎶. Malah nyanyi elo thor. Hehe🙏🏻.

"Biarin," jawab Aura sambil menghirup aroma tubuh Putri dipundakknya.

'Heemm... jadi pengen gigit rasanya' batin Aura.

"Aku gigit ya?," bisik Aura ditelinga Putri dengan deep voicenya.

Kalo ada yang mikir atau nanya 'apa mereka ga dilihatin?'. Jawabannya emang. Emang dari tadi mereka berdua dilihatin orang-orang sekitar. Tapi dibiarin aja.

"Emh...," Putri menggigit bibir bawahnya. Dan menahan agar tidak mendesah.

Bombastic side eye👀.

"Hm?," sambil Aura mengeratkan pelukkannya.

"Non Aura!," kaget mereka semua yang menoleh kebelakang.

"Apa?," tanya Aura santai. Sedangkan Putri udah ketakutan karena ketahuan?.

"Ngapain?," tanya mereka bebarengan.

"Duduk," jawab Aura dengan sangat jujur.

"Yeeee, iya tau Non, tapi itu Putri ngapain disitu," Dela memperjelas.

"Duduk," yang menjawab Aura.

"Lah, duduk kok disitu sih Put," oceh Setyo. Yang lain juga mempertanyakan.

"Aku yang nyuruh," yang masih menjawab Aura.

"Ha? Masa?," mereka tak yakin.

"Kalo ga percaya gapapa," Aura masih memeluk Putri.

Dia PutriTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang