13.

6.1K 508 7
                                        

Putri POV

'Aduh keinget kejadian itu kan, ga bisa tidur deh' batinku yang membuka mata untuk melihat Non Aura yang sedang tidur sambil menggenggam tanganku.


Flashback On

"Non Aura!!," teriak kami semua. Yang melihat Non Aura jatuh.

"Cepet tolongin!!!," suruh Dela kepada yang lain.

Dengan sigap Yanto,Vino,Setyo,Erik, dan Agung langsung menghampiri Non Aura yang sudah tak sadarkan diri dan menyelamatkannya.

Kami tersentak kaget, karena ada darah yang keluar cukup banyak dikepala Non Aura. Kami benar-benar panik!.

"Ya ampun berdarah!!!," ucap Gita.

"Non!! Non Aura!!," Ucap Yanto membangunkan Non Aura dengan cara menepuk nepuk pipinya.

'Kumohon selamatkan Non Aura' batinku.

"Hiks hiks hiks," tangisku yang lumayan keras. Seraya ikut membangunkan Non Aura yang sudah tidak sadar.

Aku bingung. Aku takut. Gimana ini?!.

"Gimana ini?," tanya Yanto. Kami sangat panik.

"Kita bawa ke rumah Non Aura aja," jawab Setyo.

"Jangan, lebih baik kita bawa ke rumah sakit aja," timpal Vino.

"Jauh Vin, kita telfon Pak Aksaro aja," ucap Erik.

"Kita ga bawa hp," ucap Agung.

"Hpnya Non Aura," ucap Sari.

"Ngawur!," ucap Vino.

"Ish gapapa daripada Non Aura tambah parah!," ucap Sari lagi lalu merogoh kantong celananya Non Aura untuk mengambil Hp.

"Hiks hiks, Non Aura bangun," tangisku seraya menggerakan pelan tubuh Non Aura.

"Udah Put, tenang oke," ucap Dela menenangkanku.

Gabisa tenang ini!. Aku mulai gemetar. Sambil melihat Non Aura yang terbujur kaku di pangkuan Yanto seraya banyak darah yang keluar dari kepalanya.

"Sial! Hpnya rusak!," kesal Sari yang sedang mengotak atik Hp Non Aura.

"Terus ini gimana?," tanya Gita yang bingung.

"Kerumah sakit aja!," ucap Yanto lalu mengangkat tubuhnya Non Aura.

"Vin, bantu aku," ucap Yanto kepada Vino.

Langsung saja Vino membantu Yanto untuk mengangkat tubuhnya Non Aura. Lalu beranjak pergi menuju ke rumah sakit. Dan diikuti kami dari belakang.

"Ga akan sempet ini!," ucap Dela kepada Yanto dan Vino.

"Gimana lagi? Ga ada kendaraan juga, disini tempatnya juga lumayam sepi," jawab Yanto.

Aku dari tadi nangis terus ga berhenti-henti. Sebenarnya mereka semua juga, tapi mereka tahan. Kalo aku, aku langsung los aja keadaannya gini, gimana ga nangis.

Dia PutriTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang