Putri, seorang wanita cantik yang berasal dari sebuah desa di salah satu wilayah Sunda. Yang hidup dengan kesederhanaan bertemu dengan pasangan takdirnya, pasangan sehidup semati yang tak disangka-sangka olehnya. Wanita tampan yang berdarah Jawa dan...
Tepat siang hari ini, Aura dengan percaya diri melamar sang pujaan hati, yang bernama Putri.
Memasang ekspresi terkejut Putri tidak tahu harus berkata apa. Merespon Aura bagaimana, karena sekarang jantungnya berdebar kencang tak karuan.
"A-.....," gagap Putri.
Apalagi, cuaca hari ini sangat amat mendukung mereka berdua. Hawa yang sejuk, mentari yang tak begitu terik. Awan putih yang terlihat di langit. Ditambah pepohonan-pepohonan yang rindang bergoyang, menjatuhkan daunnya ketika angin menerpa dengan indah.
Hari yang begitu sempurna.
"...?," Aura menatap Putri dengan serius.
Sedangkan, Putri tak berani menatap Aura karena takut ketahuan kalau wajahnya sekarang merona merah!.
'A-Apa ini?!!!!!!! Ahhhhh!!!!!><'
'A-ku ga mimpi kan?!!!'
'Dila-mar?!!!!' batin Putri.
"...?," Aura masih setia menunggu jawaban dari Putri.
"Iya,"
"Aku mau," ucap Putri malu-malu. Yang kini berani menatap Aura.
Seringai senyuman mengembang dibibir wajah tampan itu, saat sebuah jawaban yang ia harapkan akhirnya terdengar dengan jelas ditelinga. Apalagi yang berucap adalah sang kekasih hidupnya.
"...," Putri tersenyum dengan malu-malu.
Hug~
Aura langsung memeluk Putri dengan sangat eratnya.
"I love you," bisik Aura deep voice yang membuat Putri merinding sekujur tubuh.
"I love you too," Putri membalas pelukan Aura dan membenamkan wajahnya ke dada Aura yang bidang itu.
Deg Deg Deg
Putri mendengar dengan jelas bagaimana debaran jantung kekasihnya itu berdetak kencang sama seperti dirinya.
'Ga'
'Ga ada yang boleh ambil dia dari ku'
'Sekarang, dia milikku. Cukup terakhir bagi para laki-laki bangsat itu mendekati dia. Cukup juga semua imbalan derita yang dia tanggung karena aku. Cukup, sudah berakhir disini'
'Di detik ini, biarkan aku yang membawanya pergi menuju kebahagiaan. Untuk terakhir kalinya. Aku ingin menggandeng dirinya pergi dari masa lalu yang kelam itu'
'Dia'
'Cinta pertama dan terakhir' batin Aura.
Set!
"Ahh!!!,"
Tiba-tiba saja, Aura mengangkat Putri seperti dibawah ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.