46.

4.6K 411 146
                                        

Author POV

2 bulan kemudian

"Non Aura duduk aja. Nanti kecapekan Non. Apalagi ini panas banget," ucap Ryan kepada Aura.

Mereka kini tengah menanam padi. Bukan cuma mereka berdua. Yang lain juga ada. Termasuk pengikutnya si Ryan.

"...," Aura tak menghiraukan ucapan Ryan. Dan terus ikut menanam padi.

"Bener tuh. Non Aura duduk-duduk aja di saung," timpal Dela yang tak terlalu jauh dari Ryan dan Aura.

"Gapapa kok," Aura menjawab dengan senyuman kepada Dela.

Tep!

"WEHH!!," kaget Aura sampe-sampe jantungnya berdebar.

"Yaampun...," ucap Aura seraya mengelus-elus dadanya.

"Hehehe," tawa pelakunya yaitu Putri.

"Aish...," kesal Aura.

"Ada apa?," tanya Aura lembut.

"Kamu duduk aja ya. Kamu udah bantuin dari tadi loh, masa ga capek?," ucap Putri.

"Engga. Aku kan kuat," goda Aura.

"Alesan kuat segala. Udah ah duduk gih. Ga ada penolakan!," ucap Putri dengan tegas.

"Oke. Tapi nanti malem jangan lupa yak," seraya Aura memajukan bibirnya. Ingin cium.

"Hei banyak orang!," Putri menjauhkan wajahnya agar tidak terkena ciuman yang diberikan Aura.

"Yaelah dikit doang. Muuu...," Aura benar-benar tak tau malu.

Dug

"Uwehh!," teriak Aura dan Putri.

"Eh maaf Non gatau!," Ryan baru saja tidak sengaja? atau sengaja? akan menjatuhkan Aura ke lumpur.

"Liat-liat dong!," kesal Aura.

"Untung kagak jatuh!," sambung Aura yang tengah memegangi pinggang Putri agar dia juga tak ikut jatuh.

"Maaf Non ga liat belakang. Maaf," Ryan meminta maaf kepada Aura.

"Gapapa kok Yan. Lain kali hati-hati ya," ucap Putri memaklumi.

"Sekali lagi minta maaf. Beneran ga liat tadi," ucap Ryan.

"Iya gapapa. Udah kamu lanjutin lagi, Non Aura juga gapapa kok iyakan?," seraya Putri menyenggol lengan Aura.

Aura tidak menjawab. Dia sedang menatap Ryan dengan penuh amarah.

"Non Aura gapapa kok. Udah ya kamu lanjutin lagi nanemnya," ucap Putri kepada Ryan.

"O-Oke. Permisi," Ryan kembali lagi menanam padi.

"Kamu kok gitu sih?," tanya Putri yang gaya bicaranya tidak suka.

"Emang kenapa?. Aku tau dia emang sengaja mau jatuhin aku," jawab Aura ketus.

"Hah..., udah berapa kali aku bilang. Dia udah minta maaf, masa kita ga maafin dan ngasih dia kesempatan?," ucap Putri yang membuat Aura tersudut?.

"Dia ga akan pernah aku maafin," ucap Aura kemudian pergi meninggalkan Putri.

"Ra!," panggil Putri yang tak dihiraukan Aura.




































Glek
Glek
Glek

"Hah....," lega Aura yang baru saja meneguk segelas air minum.

Dia PutriTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang