Author POV
"AYO VIN!!!!," teriak mereka semua dengan keras yang sedang mendukung Vino lomba makan kerupuk.
"Terus makan yang banyak!!!," teriak Setyo dan Agung.
"Semangat Vin!!!," teriak Yanto, Erik, dan Aura.
"Jan kasih kendor!!!," imbuh Aura.
"Vino Vino Vino Vino!!!!," Putri, Dela, Gita dan Sari menyemangati.
Tak cuma mereka. Para warga juga ikut menyoraki dan memberi semangat kepada para peserta lomba sehingga suasana begitu ramai dan bergemuru oleh tepukan tangan.
Kerupuk yang sedang dilahap oleh Vino itu tinggal 3 gigitan lagi. Lawan Vino yang berada disampingnya juga tinggal 3 gigitan saja. Kini penentuan ditentukan oleh mereka berdua untuk menjadi juara 1.
Dengan mulut penuh dengan kerupuk dan juga sedang mengunyah. Vino terlihat memaksa untuk melahap habis kerupuk yang tergantung didepannya.
"JANGAN LUPA TELEN WOE!!!," teriak Aura yang begitu keras.
"VIN!!, TELEN DULU KERUPUKNYA!!!," timpal Yanto dengan suara yang begitu keras juga.
"KERUPUKNYA DIKUNYAH VIN!!!," timpal Agung yang suaranya keras juga.
"AYO VINO SEMANGAT!!!," teriak para perempuan.
Vino tak mendengarkan teriakan teman-temannya. Ia lebih fokus memakan kerupuk yang berada dihadapannya. Dengan paksaan. Dan akhirnya...
Priittttttt
"STOOOOOOPPP!!!!," teriak panitia lomba yang sedang memberhentikan para peserta.
Para peserta pun berhenti makan dan mundur beberapa langka untuk mempersilahkan panitia lomba melihat jajaran kerupuk tadi.
"Yang seperti sudah kalian lihat semua, pemenangnya adalah.................................. Asep, Selamat!!!!," ucap sang panitia lomba. Diikuti suara gemuruh tepuk tangan warga yang menonton.
"Yaaaaaaaaa.....," ucap Aura dan teman-temannya dengan kekecewaan.
"Minum minum minum," minta Vino yang baru saja datang. Dela pun menyodorkan sebotol air mineral.
"Duduk duduk duduk," sambil Aura menepuk-nepuk kursi kosong yang ada disampingnya.
"Padahal dikit lagi Vin," ucap Erik.
"Laiya, kamu lupa ngunyah," timpal Setyo. Yang lain mengangguk.
"Hah hah hah hah, kerupuk nya nyangkut anjir di tenggorokan," jawab Vino setelah meneguk air mineral.
"Lah," kaget mereka semua.
"Beneran, makanya kagak bisa nelen tadi," imbuh Vino dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"Kamu sih makannya terlalu banyak," omel Gita. Disetujui oleh Sari.
"Ya namanya juga lomba mbak," yang menjawab Setyo.
"Iya tau, tapi ya ga gitu juga," omel Gita lagi.
"Heeee stop," cegah Aura ke mereka semua. Mereka pun dalam sekejap diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Putri
Roman d'amourPutri, seorang wanita cantik yang berasal dari sebuah desa di salah satu wilayah Sunda. Yang hidup dengan kesederhanaan bertemu dengan pasangan takdirnya, pasangan sehidup semati yang tak disangka-sangka olehnya. Wanita tampan yang berdarah Jawa dan...
