Author POV
Sekarang Aura sedang dalam perjalanan menuju rumah pujaan hatinya.
Sepeda motor milik Kakeknya itu, ia kendarai dengan perlahan-lahan. Menyisiri rumah-rumah para tetangga. Tas hitam yang berisikan pakaian dan peralatan mandi, ia gendong dipundaknya yang lebar.
"Gua kayak diusir," oceh Aura diperjalanan.
"Hah...," hembusan nafasnya yang begitu berat.
"Boleh disini seminggu, tapi tidur dirumahnya Putri"
Aura kepikiran terus menerus ucapan Kakek dan Papanya itu.
"Aishh aneh-aneh aja mereka nyuruh gua tidur dirumah Putri, seminggu lagi, aishh," oceh Aura lagi dengan kesal.
"Mana tadi Bu Aisyah setuju aja pas ditelfon ama Nenek, Mama juga, nyuruh gua kagak boleh pulang, aishh kesel sumpah!," sambung Aura.
Terus menerus Aura mengoceh sepanjang perjalanan. Tidak memperdulikan tatapan aneh dari orang-orang yang kebetulan lewat.
"Permisi!," salam Aura didepan pintu.
"Iya!," jawab Aksman dan Aisyah bersamaan seraya mengecek siapa itu.
"Eh Non Aura," ucap mereka berdua seraya tersenyum gembira.
"Ayo masuk Non," Aisyah mempersilahakan Aura masuk.
"Sini Bapak aja yang bawa tas kamu ke kamar," tawar Aksman ke Aura.
"Ga usah Pak, aku bawa sendiri aja," Tolak Aura sopan.
"Eiss gapapa ga usah sungkan gitu, udah Pak tasnya Non Aura bawa ke kamar," suruh Aisyah kepada suaminya itu. Kemudian Aura digiring Aisyah menuju ke kamar mengikuti Aksman di belakang.
"Ada apa ini?," Putri kebingungan karena tiba-tiba ada Aura didalam kamarnya.
"Hehe Non Aura nginep disini seminggu, jadi kamu sama Non Aura tidur bareng ya," ucap Aisyah dengan cengiran.
"Apa?!," kaget Putri.
"Oke sip dadah, muachh😘," ucap Aksman sambil langsung menarik Aisyah keluar kamar dan menutup pintu rapat-rapat.
"Em..... b-boleh kan?," izin Aura ke Putri sambil ia garuk-garuk lehernya yang tidak gatal.
"A..... Iya.....," Putri mengizinkan Aura untuk tinggal disini.
"Kamu..... disuruh kah?," tanya Putri yang tiba-tiba mengeluarkan semua isi yang ada didalam tas Aura.
"Ha'a, aneh-aneh aja mereka," Aura menggelengkan kepalanya.
"Btw kenapa dikeluarin semua?," Tanya Aura yang kebingungan. Karena Putri memapah semua pakaiannya yang ada didalam tasnya.
"Taruh sini," jawab Putri seraya menaruh semua pakaian Aura didalam lemari pakaiannya.
"Eh gausah Put, biarin ditas aja," tolak Aura sambil menghampiri Putri yang tak jauh dari ia berdiri.
"Stop!, nanti biar enak kalo mau ngambil," cegah Putri dengan cepat. Aura langsung terdiam tak berkutik. Karena ekspresi Putri yang begitu menakutkan juga nada suaranya seperti mengancam.
'Waw CD😮' batin Aura yang tidak sengaja melihat tumpukan celana dalam milik Putri.
"Udaaaahh," ucap Putri setelah menutup pintu lemari.
"Kamu udah makan kan?," tanya Putri setelah membalikkan badan, menghadap ke Aura.
"Ah udah kok," jawab Aura jujur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Putri
RomancePutri, seorang wanita cantik yang berasal dari sebuah desa di salah satu wilayah Sunda. Yang hidup dengan kesederhanaan bertemu dengan pasangan takdirnya, pasangan sehidup semati yang tak disangka-sangka olehnya. Wanita tampan yang berdarah Jawa dan...
