22.

5.3K 418 5
                                        

Author POV

'Shit!' batin Aura.

"Siapa nama lo?, lupa gua," ucap pria itu sembari mondar mandir didepan Aura. Dan tanpa menolong Aura.

Sedangakan Aura berusaha untuk berdiri. Meskipun kakinya terluka.

"Ahh iya nama lo Aura, yaa Aura," Pria itu menjawab sendiri.

"Maksud lo apa ha?!," Aura tak terima karena tiba-tiba dia dijegal. Aura menarik kerah Pria yang membuat nya jatuh itu.

"Woh woh santai," Pria itu mendorong Aura dan cengkraman Aura terlepas.

"Siapa lo?!," tanya Aura tak suka. Namun kali ini Aura menunjukkan ekspresi datar dan dingin. Padahal lagi marah dia.

"Siapa gua?," ucap pria itu. Sembari ia berhenti mondar mandir.

Mereka berdua sekarang tatap menatap dengan tatapan yang tajam.

"Kenalin, nama gua Ryan Andasoro, panggil aja Ryan," Pria itu memperkenalkan diri seraya mengulurkan tanganya ke Aura. Sambil menunjukkan smirk (devil).

Aura tak menggubris ucapan Ryan. Malah Aura masih setia menatap Ryan dengan datar dan dingin namun tajam.

"Oh oke," sembari Ryan tak jadi bersalaman karena Aura tak menggubris nya.

"Tegang banget, santai aja, ntar kegantengan lo ilang," ucap Ryan yang sedang mengejek Aura.

"Ganteng?, hmm... Kata orang-orang sih," sambung Ryan. Sembari menyilangkan tangan ke dada.

"Lo mau apa?," tanya Aura calm.

"Mau apa? Hmm... Apa ya..??," Ucap Ryan yang dimana membuat Aura semakin kesal.

Ryan hanya berpura pura sedang berpikir. Seraya dia memutari Aura. Kayak diintrogasi.

Perasaan marah Aura semakin memuncak. Namun, Aura harus menahannya sekuat tenaga agar tak terjadi acara baku hantam.

"Hmm... Cuma satu sih yang gua mau," Ucap Ryan.

Tiin
Tiin

"Den Ryan, ayo pulang!," ucap seorang pria paruh baya dari dalam mobil.

"Iya sebentar!," jawab Ryan.

Ryan pun mendekatkan wajahnya ke telinga Aura. Dan membisikan sesuatu.

"Jauhi 'Dia'," bisik Ryan penuh penekanan, kemudian pergi ke mobil itu. Dan langsung melesat pergi.

Sedangkan Aura kebingungan dengan ucapan Ryan barusan.

'Dia? Dia siapa?' batin Aura bingung.

"Huft...," hembusan nafas Aura.

"Ngeselin banget sih tuh orang, ahh bodo amat lah gua," ucap Aura kemudian melanjutkan pergi ke pasar.

Dah Skip

"Dimana sih dia, huft," ucap Aura yang frustasi karena Putri tak kunjung ketemu.

"Udah gua kelilingin ke semua tempat, tapi kagak ketemu-ketemu ck," kesal Aura yang sedang berada di lantai 2 pasar.

"Kudu cari dimana lagi?," gelisah Aura.

Sekarang Aura benar-benar frustasi karena Putri tak kunjung bertemu dengannya. Sudah puluhan kali Aura menghembuskan nafas dengan kasar.

"Au ah, gua pulang aja," nyerah Aura kemudian beranjak dari situ.

"Haus bet, hah... Beli es serut dulu deh," oceh Aura sendiri.

Dengan langkah cepat, Aura sudah menghampiri tukang penjual es serut. Dan langsung membelinya.

"Makasih ya Pak," ucap Aura setelah membayar.

"Iya Den Aura," jawab Tukang es serut itu. Sembari senyam senyum.

"Pak, saya perempuan," sedih Aura karena disalahkan gendernya.

"Ha? Awewe?," tanya tukang es serut tak percaya. Sembari melihat Aura dari bawah ke atas, dari atas ke bawah.

"Masa perempuan atuh?," masih tak percaya.

"Iyaa Paaaakk," gemas Aura.

"Hmm...," tukangnya memicingkan mata. Tanda menyelidik.

"Ha... Dah lah terserah Bapak aja," nyerah Aura sembari memasukan satu suap es serut kedalam mulutnya.

"Permisi Pak," pamit Aura dan pergi dari tempat itu. Sedangkan Tukang es serut masih menyelidik dengan memicingkan mata. Sembari Aura menjauh.

Au Skip

"Seger bangeeett," ucap Aura. Yang baru saja menyuapkan es kedalam mulutnya.

"Yaaa tinggal dikit," ucap Aura melihat es nya. Btw, ceritanya Aura lagi duduk dikursi depan toko orang.

"Non!," panggil Dela sembari menepuk pundaknya Aura.

"Weh!!," kaget Aura. Sedangkan Dela cuma nyengir gaje.

"Maap Non hehehe, btw Non lagi ngapain disini?," tanya Dela. Sembari duduk disamping Aura.

"Nyari Putri," jawab Aura.

"Putri? Ngapain?," tanya Dela lagi.

"Gapapa pengen ketemu aja," jawab Aura lagi.

"Btw, kamu liat dia ga?, kata Ibunya sih dia kepasar," ucap Aura.

"Putri sih... tadi dia bareng sama aku, sekarang udah pulang dianya," jelas Dela.

"Pulang?," tanya Aura sembari mengerutkan dahi.

"Iya," Dela ber 'iya' ria.

"Dari tadi?," tanya Aura.

"Barusan sih," jawab Dela.

"Oke makasih," ucap Aura kemudian langsung beranjak pergi meninggalakn Dela.

Sedangkan Dela cuma kaget karena kepergian Aura secara cepat dan tiba-tiba.

"Lah, kenapa sih Non Aura?," tanya Dela bingung.

"Huft...," hembusan nafas Dela seraya menggelengkan kepala. Lalu, menggidikan bahu tanda tak tau.

"Astaga belum beli tahu!," kaget Dela karena lupa.

Dengan cepat, Dela pergi dari situ. Dan pergi menuju tukang jualan tahu. tahu. tahu. Apa sih?.










































Part kali ini gaje bener dah. Ya maap lah. Pas ngetik, lagi ngantuk😴.
Votenya dan komennya jangan lupa😁.
Next~

~TBC~

Dia PutriTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang