"Astaga, ini persis William waktu bayi." Kata Madeline, mengamati bayi dalam gendongannya yang sedang tertidur pulas.
"Wah, apakah ini artinya anaknya daddy?" Tanya Celine dengan wajah polos tanpa dosa seperti biasanya.
"Apakah ini artinya dia adikku?" Tanya Nico hampir bersamaan dengan Celine, membuat yang lain tertawa dan William memandang kedua orang yang selalu cocok dalam berkomentar dengan tatapan kesal.
"Lin, hati-hati kamu nanti melahirkan bayi es." balas William.
"Tidak masalah, manusia es saja bisa kucairkan apalagi bayi es." jawab Celine.
"Mana suamimu?" tanya Kevin.
"Panggilan darurat, ada kecelakaan bus sekolah, dad." Jawab Celine.
"Lho, banyak korban?" tanya Kae.
Celine menggeleng, "Aku dilarang turun, padahal aku mau membantu."
"Memangnya apa yang bisa kamu bantu? Kamu bukan perawat apalagi dokter?" tanya Gissele.
"Jika terjadi kecelakaan besar seperti ini, biasanya beberapa tenaga admin diturunkan untuk membantu mendata dan mengarahkan anggota keluarga karena para perawat yang harusnya bertugas disana akan sibuk membantu merawat pasien." Jawab Celine.
"Kelihatannya kamu sudah sering membantu, sampai paham." Kata Frans.
"Ya grandpa. Waktu bekerja disini, aku sering turun membantu mereka."
"Membantu atau mengawasi suamimu?" goda Nico.
"Tentu saja keduanya." Jawab Celine dengan bangga, tidak terpancing godaan Nico.
Melihat wajah Nico yang kesal karena tidak berhasil menggoda Celine, yang lain tertawa.
"Mengapa kamu kesal Gissele?" tanya Kaelyn ketika melihat menantunya sejak tadi hanya diam.
"Dia kesal karena tidak jadi melahirkan secara normal." jawab William dengan wajah yang sejak kemarin tampak bahagia.
"Dan kamu senang karena akhirnya aku melahirkan dengan operasi." Balas Gissele pada William.
"Operasi atau normal yang penting kalian berdua sehat." Kata Kevin.
"Ya, tidak perlu kesal, sekarang kalian sudah menjadi orangtua jangan bersikap kekanak-kanakkan." Kata Frans, membuat Kae tertawa dan berkata, "Dad, menyindir kami?"
"Ups, lupa. Maafkan daddy Kae." kata Frans membuat yang lain langsung tertawa.
"Jangan bilang faktor kekanak-kanakkan juga merupakan keturunan." kata Nico.
"Kalau itu tergantung pasangan kalian." jawab Kevin yang langsung mendapat protes dari istrinya, "Maksud daddy kami para istri yang kekanak-kanakkan? Terus siapa yang dulu tidak mau mengalah pada anak-anaknya?"
"Kelihatannya daddy salah bicara mommy, maaf." kata Kevin dengan nada memohon.
"Kekanak-kanakkan tidak bisa diturunkan tetapi itu diajarkan dan sifat alami. Jadi daddy dan mommy tidak perlu saling menyalahkan." Semua langsung menoleh kearah pintu dimana Alex masuk dan langsung mengomentari topik bahasan mereka.
"Bilang saja kalian yang terlalu pandai sampai mencontoh kami." Jawab Kae.
Alex hanya mengangkat kedua bahunya.
"Sudah selesai urusan dibawah? Tidak ada operasi?" tanya William pada adiknya itu.
"Sudah, dan semua sudah tertangani. Tidak parah hanya saja karena semua anak-anak jadi lebih ramai." Jawab Alex yang langsung mengambil posisi disamping Celine.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Is Sweet
RomanceCeline dan Gissele adalah dua anak yang besar disebuah panti asuhan, bersahabat dan saling mendukung. Celine mencari jati dirinya karena amnesia yang dialami dia tidak mengetahui siapa orangtuanya sedangkan Gissele ditolak oleh keluarga orangtuanya...
