Alex dan Celine sengaja menggunakan pesawat komersil penerbangan terakhir hari itu, sehingga setelah resepsi selesai atau lebih tepatnya para undangan sudah banyak yang berpamitan, mereke juga ikut berpamitan.
Mereka kembali keruang ganti, untuk membersihkan diri dan berganti pakaian sebelum langsung menuju bandara, mengejar penerbangan mereka.
"Apakah kamu sudah lupa dengan janji yang baru tadi siang kamu ucapkan?" Tanya Celine sambil melihat Alex dengan tatapan kesalnya.
Alex menoleh pada istrinya yang kelihatannya sudah kembali normal setelah sepanjang resepsi hanya tersenyum dan membalas sapaan tamu undangan dengan seperlunya.
"Mengapa kamu kesal?" tanya Alex, bukan menjawab pertanyaan Celine.
"Mengapa kamu tersenyum pada mereka?" tanya Celine sambil mengangkat dagu kearah pramugari yang berdiri di depan.
Alex ingin tertawa melihat kecemburan istrinya, tetapi jika dia tertawa maka dipastikan Celine akan semakin kesal.
"Aku tidak tersenyum pada mereka, aku tersenyum karena dirimu ada disampingku sekarang."
"Maksudnya?"
"Selama ini aku lebih suka naik pesawat komersil saat berpergian, tetapi aku akan membooking kursi disampingku supaya aku tidak duduk dengan orang lain yang mungkin saja akan menganggu ketenanganku saat bekerja diperjalanan, tapi mulai sekarang kelihatannya aku tidak perlu melakukannya karena kamu pasti akan duduk disampingku untuk menemani perjalananku."
"Memangnya aku tidak akan menganggu kamu bekerja?"
"Aku tidak keberatan. Sudah jangan kesal, katakan bagaimana perasaanmu sekarang?"
"Kesal, kamu tersenyum dan mereka langsung memasang gaya menggoda. Apakah mereka tidak melihat aku ada disampingmu?"
Alex menjetik kening istrinya, "Bukan perasaan itu, aku tidak pernah menanggapi mereka, yang aku tanyakan adalah perasaanmu menjadi istriku hari ini? Dari mana kamu belajar berkata-kata begitu romantis tadi siang?"
"Perasaanku menjadi istrimu, biasa saja tidak ada bedanya. Kamu mungkin benar terlalu lama bersama daddy dan mommy bisa tertular keromantisan mereka."
"Mungkin aku salah bertanya tentang perasaanmu sekarang, karena..." Alex mendekatkan bibirnya ketelinga Celine sebelum melanjutkan, "Karena kita belum melakukan apa yang harusnya dilakukan suami istri."
Wajah Celine langsung memerah, bisa-bisanya Alex menggodanya, "Aku lelah dan mengantuk. Ayo kita tidur."
"Kamu mau melakukannya disini?"
Jika tidak ingat mereka sedang berada dalam pesawat, mungkin Celine sudah berteriak.
Celine mencubit lengan Alex, "Teruskan menggodaku, maka kupastikan kita pulang tanpa melakukan apa yang ada dalam benakmu itu." bisik Celine membuat Alex tertawa kecil dan menarik Celine kedalam pelukannya.
"Kurasa kamu tidak akan mampu menolaknya. Tunggu pesawat sudah mulai terbang baru kita tidur."
Menempuh perjalanan udara hampir 15 jam dan dilanjutkan perjalanan darat tidak membuat Celine merasa lelah karena selama perjalanan dilaluinya dengan tidur, bahkan jika Alex tidak membangunkannya, dia akan melewatkan waktu makan.
Alex menggelengkan kepala melihat tingkah Celine yang seperti anak kecil, ketika mereka tiba di Nagano dan langsung menuju resort ski tujuan mereka. Tetapi Alex senang melihat Celine dengan tingkahnya itu, raut wajah istrinya terlihat sangat bahagia, tawa dan senyum selalu menghias bibirnya.
"Mau mencoba kereta gantung mengelilingi area disini?"
"Tentu saja aku mau. Ayo..." Celine langsung menarik tangan Alex keluar dari kamar mereka, setelah mereka diantar oleh manager resort ke kamar mereka besama dengan koper-koper mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Is Sweet
RomansaCeline dan Gissele adalah dua anak yang besar disebuah panti asuhan, bersahabat dan saling mendukung. Celine mencari jati dirinya karena amnesia yang dialami dia tidak mengetahui siapa orangtuanya sedangkan Gissele ditolak oleh keluarga orangtuanya...
