Alex bersyukur dia mengendarai sepeda motonya, dengan begitu dia bisa mencapai tujuannya lebih cepat dan betapa leganya dia ketika melihat Celine sedang berjalan keluar dari pintu utama kantor pos itu dengan terburu-buru.
"Alex?" Celine terkejut ketika melihat pria diatas motor yang sangat dikenalnya sedang menatapnya dengan tatapan tajam dan dinginnya.
Alex turun dari motor dan membuka jaketnya, mengambil helm cadangan yang untung saja dibawanya. Dan ketika Celine sudah berada didekatnya tanpa mengucapkan satu katapun dia memakaikan jaketnya pada Celine dan juga helm milik wanita itu.
Celine merasa aura kemarahan sekaligus kelegaan dikeluarkan oleh Alex, oleh karena itu dia tidak berani berkata-kata hanya menurut ketika dituntun untuk naik keatas sepeda motor. Kelihatannya dia sudah membuat kepanikan dan kelihatannya Alex memang sudah menurunkan orang-orangnya untuk mencarinya, jika tidak bagaimana dia bisa muncul tepat disaat dia akan kembali kerumah sakit, apalagi sekarang masih belum waktunya jam kerja mereka berakhir.
Alex membawa Celine kembali ke penthouse, dan tetap tidak mengucapkan satu katapun sampai mereka sudah masuk dan Celine sudah duduk di sofa dengan Alex duduk dimeja dihadapannya. Mengeluarkan telepon genggamnya dan mengirim pesan di group keluarga sebelum memulai sidangnya pada wanita yang membuatnya banyak orang panik dalam beberapa jam ini.
Aku sudah menemukannya, dia sehat dan aku akan menyelesaikan masalah kami dulu sebelum memberi kabar selanjutnya
Alex mematikan telepon genggamnya, dia tidak ingin ada gangguan disaat dia ingin sekali menghukum wanita yang duduk dihadapannya.
"Ceritakan apa yang terjadi?" tanya Alex dengan suara dinginnnya.
"Kamu marah?" tanya Celine membuat Alex semakin kesal.
"Menurutmu?"
"Aku hanya lupa meninggalkan pesan untukmu dan aku pikir aku bisa kembali ke rumah sakit sebelum jam kerja berakhir. Bagaimana kamu bisa tahu aku ada disana dan datang menjemputku?"
Alex benar-benar tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Celine, dan perlu diakuinya jika Celine adalah satu-satunya wanita selain mommynya yang berani melawan tatapan tajam dan dinginnya.
"Ceritakan dari awal, jangan bertanya sebelum kamu selesai menceritakannya."
"Bolehkah aku minum dulu, aku haus." Kata Celine dengan nada memelas, membuat Alex berdiri mengambil air mineral dari kulkas dan menyerahkan 1 botol pada Celine. Kelihatannya Celine memang benar-benar haus dan Alex yang juga mengambil satu botol, langsung menghabiskan botol air dingin itu, berharap air dingin bisa mendinginkan kepalanya dalam menghadapi ulah tunangannya.
Setelah minum, dengan tenang Celine menceritakan dari awal sampai akhirnya bertemu Alex didepan kantor pos.
"Mengapa telepon genggammu tidak bisa dihubungi?"
"Habis bateray, aku baru menyadarinya saat dirumah abu."
"Mengapa kamu meninggalkan cincinmu?" Alex mengeluarkan cincin itu dari kantungnya dan langsung memasangkannya kembali ke jari Celine.
"Oh, tadi pagi aku memakai hand cream dan melepaskannya, kelihatannya aku lupa memakainya kembali." Jawab Celine sambil memperbaiki posisi cincinya.
Alex benar-benar tidak tahu, harus marah atau merasa lega karena ternyata Celine sama sekali tidak ada keinginan meninggalkannya, semua karena kesalah pahaman dan itu tentu saja karena begitu banyak masalah yang terjadi beberapa hari ini, tetapi bagaimanapun dia harus memberi peringatan pada tunangannya untuk tidak mengulang kejadian hari ini.
"Kamu tahu kepergianmu beberapa jam ini sudah membuat kepanikan pada satu keluarga?"
Celine menggeleng, "Bagaimana bisa?" kelihatannya Celine mulai paham mengapa Alex terlihat marah dan kesal padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Is Sweet
RomansCeline dan Gissele adalah dua anak yang besar disebuah panti asuhan, bersahabat dan saling mendukung. Celine mencari jati dirinya karena amnesia yang dialami dia tidak mengetahui siapa orangtuanya sedangkan Gissele ditolak oleh keluarga orangtuanya...
