Celine membuka matanya perlahan, dia tidak tahu telah tertidur berapa lama, melihat Alex duduk memangku laptop dikursi yang ada disamping tempat tidurnya membuat Celine memanggilnya pelan, "Dok..."
Alex mengangkat kepalanya, meletakkan laptopnya dan berdiri untuk memeriksa kondisi Celine dengan cepat, "Bagaimana perasaanmu? Ada yang sakit?"
"Pusing, haus."
Alex mengambil gelas dengan sedotan dan memberikan pada Celine, "Minum perlahan."
Alex mengelus pelan kepala Celine, "Lapar?"
"Sangat, berapa lama aku tidur?"
Alex melihat jam tangannya, "12 jam lebih. Aku akan memanaskan makananmu dulu."
Alex pergi depan kamar yang merupakan ruang tamu sekaligus ada dapur kecil disana untuk memanaskan bubur yang tadi dipesannya.
"Bubur?" tanya Celine dengan wajah memelas ketika melihat isi mangkok yang dibawa oleh Alex.
"Makan ini dulu, perutmu masih kosong, seharian tidak terisi. Besok aku akan membawakanmu makanan lainnya." Alex sedikit bernafas lega karena Celine kelihatannya sudah mulai pulih, namun tetap saja dia belum bisa bernafas lega sepenuhnya sebelum melihat hasil pemeriksaan yang akan dilakukan besok pagi, karena jika hasilnya tidak seperti yang diharapkan maka Celine kembali harus merasakan kesakitan seperti sebelumnya.
"Dokter Zen sudah menyiapkan pemeriksaanmu besok pagi, kita lihat hasilnya jika sudah seperti yang diharapkan maka kamu tidak perlu mengalami hal seperti tadi pagi."
Celine yang dengan sangat terpaksa menelan bubur yang terus disuapkan Alex hanya mengangguk.
"Setelah makan, aku akan kembali menyuntikmu supaya kamu bisa tidur dengan nyenyak."
"Tidak mau, kepalaku hanya berdenyut dan aku masih bisa mengatasinya." Tolak Celine.
"Baiklah."
"Dok..." Celine memanggil Alex membuat pria itu mentapanya.
"Aku tidak apa-apa, tadi pagi memang sakit sekali tetapi aku masih kuat untuk menahannya, jangan merasa bersalah karena semua yang kamu lakukan juga untuk kesembuhanku."
Alex mengangguk, "Aku tahu kamu mampu tetapi tetap saja hatiku sakit jika melihatmu kesakitan seperti tadi pagi."
Celine tersenyum, "Bagaimana hasil sidangmu tadi pagi?"
"Sidang?"
"Gissele bilang keluargamu berkumpul untuk menyidangmu."
"Oh, mereka penasaran dengan hubungan kita, dan aku menceritakan semuanya."
"Lalu?"
"Apakah kamu ingin bertanya, apakah mereka merestui hubungan kita?"
"Aku hanya penasaran, apakah mereka tidak memarahimu karena kamu sudah membohongi mereka?"
Alex tersenyum, "Setelah semalam mommy dan grandma mau mengangkat dirimu sebagai anak dan cucu, menurutmu apakah mereka masih akan keberatan? Apalagi melihat bagaimana kamu berjuang tadi pagi, bahkan Nico yang biasanya ramai terdiam melihat keadaanmu. Aku yakin besok mommy dan Gissele pasti akan datang, bahkan mungkin grandma juga akan meramaikan kamar ini jika dia sudah kembali."
"Bagaimana bisa mereka menerimaku dan Gissele, dengan latar belakang kami?"
"Perlu kamu ketahui, mommy pernah kabur dari rumah yang ternyata kaburnya dia menyelamatkannya dari kelicikkan keluarga palsunya. Selama 3 tahun sebelum bertemu daddy, mommy bekerja serabutan sambil mengambil kelas malam. Daddy walau putra tunggal grandpa, sejak sekolah menengah, dia sudah belajar untuk mandiri sampai akhirnya dia mendirikan The Lux yang sekarang diurus oleh William. Jadi bagi mereka kelas sosial tidak ada dalam kamus mereka, yang penting mereka bisa melihat keluarga mereka bahagia."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Is Sweet
RomanceCeline dan Gissele adalah dua anak yang besar disebuah panti asuhan, bersahabat dan saling mendukung. Celine mencari jati dirinya karena amnesia yang dialami dia tidak mengetahui siapa orangtuanya sedangkan Gissele ditolak oleh keluarga orangtuanya...
