Pernikahan yang kandas merupakan salah satu cara Tuhan untuk membuat kita sadar, bahwa menjadi lebih baik itu perlu untuk rumah tangga berikutnya.
Saat hasil tidak sesuai yang kita harapkan, artinya ada hal yang harus diperbaiki pada diri sendiri. Bukan menyalahkan orang lain.
***
Seminggu telah berlalu semenjak Bagas menandatangani surat dari Pengadilan Agama. Marta tidak tahu-menahu tentang isi surat tersebut, ia terlalu malas untuk mengikuti proses demi proses di pengadilan yang melelahkan. Biarlah saudaranya yang mengurus semuanya. Yang terpenting bagi Marta, ia dapat secepat mungkin berpisah dengan Bagas.
Semenjak hari itu, Marta belum melakukan olah raga pagi seperti hari-hari sebelumnya. Marta masih malu untuk keluar rumah. Berita gagalnya pernikahan dengan bagas tersebar di kalangan warga sekitar komplek perumahan tempatnya tinggal. Entah hanya perasaan atau memang begitu kenyataanya, setiap kali Marta melihat tetangganya sedang ngobrol, Marta merasa mereka sedang menggunjingnya. Padahal belum tentu juga, bisa jadi para tetangganya tersebut sedang membicarakan hal-hal yang lain.
Sabtu sore, Marta memiliki kebiasaan menunggu penjual roti langganannya lewat di depan rumah. Dengan mengenakan pakaian santai, Marta ke luar dari kamar dan mendapati saudara kembarnya hendak turun ke bawah.
"Gimana mau cepet laku kalau malam minggu juga berangkat kerja."
Marta memindai penampilan Alva dari ujung rambut ke ujung kaki. Dengan memakai kemeja berdasi yang dilapisi dengan jas hitam, dan juga mengenakan sepatu pantofel yang mengkilap, membuat Marta bisa menebak jika saudaranya itu akan pergi bekerja.
"Harusnya tanggunganku di keluarga ini berkurang. Tapi karna kamu gagal nikah, jadi nambah-nambahin beban hidupku." Alva terus berjalan menuruni anak tangga, dan Marta mengekor di belakangnya.
"Aku kerja ya, Al. walaupun itu cafe kamu, tapi aku yang jalanin. Jadi aku bisa membiayai hidupku sendiri." Marta berbicara dari balik punggung Alva.
"Tetap aja, Va, kamu bergantung padaku."
"Owh gitu? Mau itung-itungan sama sodara sendiri? Lihat aja kalau aku nanti jadi orang kaya, kubuat kamu manggil aku Nona, baru rasa kamu. Hilang deh harga dirimu di depanku!"cerocos Marta, namun Alva tidak peduli.
Alva dan Marta memang suka sekali berdebat untuk hal-hal yang sepele. Alva yang ketus, dan Marta dengan sifat riangnya, menjadikan kedua saudara kembar itu seperti tom & jerry bila sedang bersama. Kadang akur, tapi lebih sering ributnya. Walaupun begitu, Alva suka meladeni tingkah Marta.
Sampai di lantai bawah, ada Andi dan Ayu yang sedang bercengkengkerama. Melihat kedatangan Alva yang sudah sangat rapih, Andi dan Ayu kompak melihat jam yang menggangtung di dinding ruang keluarga. Jarum jam di sana menunjukan pukul 15.50 WIB.
"Mau pergi ke luar kota, Al?" Ayu bertanya pada putranya yang saat ini tengah duduk di sofa. Alva mengecek ulang berkas-berkas yang ada di tasnya sebelum mobil jemputannya datang.
"Iya, Ma. Mau ada pembukaan cabang baru di Lampung, dan perjalanan kali ini menggunakan jalur darat karena ada beberapa tempat yang akan kami kunjungi."
"Berarti nyebrang laut dong, Al? Emangnya Bosmu yang kaya raya itu mau naik kapal ferry?" tanya Marta yang sudah berdiri di samping sofa yang diduduki Alva.
"Kami pakai pintu doraemon. Puas lu!"
Marta hanya menyebik mendengar jawaban absurd saudaranya. Kemudian ia berlari ke luar rumah saat mendengar suara khas dari penjual roti keliling. Ternyata Marta harus mengantri karena ada beberapa orang yang sudah lebih dulu datang sedang memilih-milih roti di dalam gerobak kaca. Marta menyapa para tetangganya dengan ramah, tetapi sikap mereka berbeda, tidak seperti biasanya. Marta tidak ambil pusing, setelah memilih roti-roti yang akan dibelinya Marta pun kembali pulang. Tetapi, baru beberapa langkah Marta meninggalkan para tetangganya, ada kata-kata yng 'tidak enak' yang masuk kedalam indra pendengaran Marta. Marta mempercepat langkahnya untuk masuk ke dalam rumah.

KAMU SEDANG MEMBACA
LOVA {Tamat}
RomansaEPISODE MASIH LENGKAP! Judul sebelumnya, KESUCIAN SANG JANDA. Jangan lupa follow sebelum baca ya... *** Menjadi janda di malam pertama bukanlah impian dari setiap wanita di dunia. Tapi Marta bersyukur, ia dapat mempertahankan kesuciannya saat suamin...