Eunsang berjalan sendirian menuju gudang tempat penyimpanan peralatan olahraga. Dia membawa jaring berisi beberapa bola. Sendirian saja, sebagai hukuman kecil karena tadi dia terlambat bergabung dengan tim.
"Huft... Untung aku orangnya kuat, jadi ngangkat ginian doang gak masalah," monolog Eunsang
Saat meletakkan jaring berisi bola itu di gudang, tiba-tiba pintu gudang terkunci. Eunsang jelas terkejut.
"Halo? Apa ada orang di luar? Tolong, aku terkunci di sini."
Tak ada sahutan. Eunsang jadi sedikit panik.
"Hello? Is anyone here?"
Tetap tak ada sahutan. Eunsang makin panik.
"Tolong!!! Aku terkunci di sini!!! Siapapun, tolong!!!"
Tiba-tiba ada gerakan dari balik lemari. Eunsang langsung menoleh.
"Ada orang juga di dalam sini?"
Ternyata tetap tak ada sahutan. Eunsang jadi merinding.
Terdengar suara langkah kaki, tapi Eunsang tidak bisa melihat siapapun di dalam gudang itu.
"Halo? Apa ada orang? Tolong jawab aku. Jangan membuatku takut."
Semilir angin yang masuk melalui celah jendela membuat bulu kuduk Eunsang berdiri. Apalagi dia tidak melihat ada orang lain di dalam gudang padahal terdengar suara gerakan-gerakan.
Eunsang mundur perlahan. Dia melihat tongkat baseball diayun-ayunkan. Tapi sekali lagi, dia tidak bisa melihat siapa sosok yang ada di dalam gudang itu selain dirinya.
Eunsang terpojok ketika sesosok berpakaian serba hitam menghampirinya sambil terus mengayunkan tongkat baseball. Tangan kiri orang itu mmegang celurit. Eunsang bisa melihat kilatan cahaya dari celurit itu. Kedua mata Eunsang terpejam, sambil terus merapalkan do'a.
"Tolong jangan sakiti aku... Pergi... Pergi..."
Eunsang merasa pergelangan tangannya dicengkeram. Cengkeramannya cukup kuat juga.
"Tolong pergi... Tinggalkan aku sendiri... Pergi... Jangan sakiti aku..."
"Sang? Sang?"
"Pergi!!! Pergi!!!"
"Sang? Eunsang?"
"Pergi!!! Tolong tinggalkan aku!!!"
"Lee Eunsang? Ini aku Jiheon."
Mendengar nama Jiheon disebut, dengan suara khas Jiheon, barulah Eunsang bisa sedikit berpikir jernih. Perlahan, kedua matanya terbuka. Bisa dilihatnya Jiheon duduk di hadapannya, sementara di belakangnya ada Niki dan Sunoo.
"Jiheon? Beneran Jiheon?"
"Iya, ini aku Jiheon."
Pelan, Eunsang menghembuskan nafas lega.
"Kenapa kamu bisa di sini, Ji?"
"Tadi aku liat kamu jalan sendirian ke sini. Aku punya firasat buruk, makanya aku nyusulin. Kalo Niki sama Sunoo, kebetulan aku ketemu mereka di koridor tadi. Kamu sendiri kenapa?"
"Aku nggak tau. Tiba-tiba pintunya kekunci. Trus aku ngerasa ada orang di dalam sini, berpakaian serba hitam, sambil bawa tongkat sama celurit. Tanganku sempat dipegang sama dia. Nih masih kerasa sakit. Trus kamu datang."
Jiheon mengedarkan pandangannya, mencoba mencari hal-hal yang mencurigakan. Tapi tampaknya nihil.
"Kayaknya orang itu udah pergi deh, Sang. Udah aman sekarang."
KAMU SEDANG MEMBACA
ICY One: New Case
FanfictionICY One mengira tidak akan ada lagi kasus setelah Lee Chaeyoung dkk tertangkap. Tapi ternyata mereka salah. SMA Asiansoul seolah tidak mengizinkan mereka beristirahat dengan tenang. Kasus baru terjadi, seiring datangnya para murid baru di tahun ajar...
