Bisakah untuk berbagi.

1.5K 212 49
                                        

Yang Yasha tau saat membaca lewat raut wajah Scarla mengartikan bahwa type wajah anak itu sudah di pastikan anak yang sangat manis imut dan lembut, Yasha tidak menyangka kalau prediksi nya ternyata salah besar.

Yasha bahkan hanya bisa menatap pasrah ketika Scarla yang loncat-loncat di atas kasur nya padahal anak itu baru sembuh dari sunatnya. Scarla bahkan lebih jahil dari Yasha yang raja nya jahil kalau di rumah.

Ada satu hal lagi yang membuat Yasha takjub kepada Scarla bahwa kenyataan anak itu bisa sembuh begitu cepat. Hal itu membuat Yasha tanpa sadar melirik ke bawah tepat dimana area kejantanan nya berada.

Menatap dengan wajah lelah sebab miliknya masih butuh proses penyembuhan lebih lama dari milik Scarla.

"Mungkin karena adek sunatnya udah tua makanya penyembuhan nya lama."

Itu pendapat dari Yoda yang lebih mirip kepada ejekan di bandingkan dengan pendapat.

"Carla bisa diem gak, Kak Yasha pusing ni."

Scarla berhenti melompat, dirinya dengan wajah polos yang panik segera duduk di samping Yasha menelisik Yasha sampai pada tangannya yang menyentuh kening Yasha.

"Kak Yasha gak panas, kenapa bisa pusing?"

Yasha benar-benar memutar bola matanya, wajah julid nya mulai keluar menanggapi kepolosan Scarla yang lebih parah dari dirinya.

"Kak Yasha itu pusing liat kamu loncat-loncat. Gak cape apa? Emangnya gak sesek yah loncat-loncat begitu, kata aunty kamu belum ada setahun operasi paru."

Anak sepuluh tahun itu menaruh telunjuknya di kening, dengan bibir yang di manyun kan pura-pura berpikir dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Yasha.

"Hmmm, sesek sih. Tapi masih oke, sebelum operasi dulu lebih parah malah jalan berapa langkah aja dadanya sakit. Mau liat gak bekas operasi nya?"

Scarla sebenarnya bertanya namun tanpa menunggu persetujuan dari Yasha, anak itu langsung membuka tiga kancing piyama nya. Menampilkan dada putih pucat milik Scarla yang masih menampilkan bekas luka yang timbul akibat operasi.

"Carla kuat kan Ka?"

Yasha tersadar karena terlarut dengan pikirannya sendiri setelah melihat sendiri bekas luka operasi milik Scarla.

Dirinya tidak menyangka kalau anak seumuran Scarla bisa kuat seperti ini, Yasha bersyukur belum ada bekas operasi apapun di tubuhnya kecuali luka jahit karena terjatuh, dan itu tidak ada bandingannya dengan Scarla.

Sekali lagi Yasha begitu bangga kepada Scarla.

"Ka Yasha beneran pusing? Kenapa diem aja."

Yasha tersadar kembali, melihat Scarla sudah mengancing kembali baju piyamanya.

"Engga." Yasha duduk, mengusap kepala Scarla dengan senyum bangga yang dia berikan. "Kamu hebat." Ucapnya pada Scarla.

"Iyahlah, Super Carla gituloh."

🐯

Kalau pagi hari cerah ternyata malam hari bisa gelap juga bagi Scarla. Anak yang aktif tadi akhirnya tumbang juga setelah berlarian keliling rumah tersandung kakinya sendiri hingga jatuh tengkurap membuat tekanan berlebih pada dadanya yang membuatnya sesak luar biasa.

Dokter Stevan sampai di datangkan karena keadaan Scarla tidak juga membaik sampai sejam di berikan oksigen tambahan sebagai saran dari dokter ketika Rydia menelepon nya.

Anak itu baru bisa tidur setelah dokter Stevan menyuntikkan obat, anak itu perlu Rontgen katanya karena ada memar di dadanya luka karena terjatuh tadi.

Gema Yasha GemelardCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang