Sesampainya di villa, Yasha semakin takjub. Bangunannya bergaya joglo modern yang sangat luas dan megah. Halamannya hijau, udaranya sangat segar, dan yang paling membuat Yasha senang adalah ada kolam renang air hangat di sana.
"Wahhh ini rumah kita selama di sini?!" Tanya Yasha takjub sambil berlari keliling ruangan.
"Iya sayang, ini rumah kita selama 4 hari ke depan. Jangan lari-lari kaya gitu dek, inget janjinya, jangan kecapean." Jawab Hanna.
Anak itu mana mau mendengar, malah naik keatas kasir dan mulai dengan aksinya.
"Udah ah jangan lompat-lompat nanti jatuh terus sakit lagi!" Tara mengingatkan, tangannya sudah berada di atas pinggang. Matanya melotot di buat-buat galak.
Yasha berhenti melompat-lompat kegirangan di atas kasur king size yang ada di kamar utama setelah mendapat teguran dari Tara.
"Iya deh dokter cantik." jawab Yasha manis sambil menyengir lebar. Sifatnya yang bandel dan humoris memang tidak pernah berubah, meski baru saja menangis haru beberapa menit yang lalu, mood nya bisa cepat sekali berubah.
Gerdylan yang melihat kelakuan adiknya hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tertawa. "Dasar anak kecil, baru aja dikasih sayang eh udah berani melawan lagi. Hati-hati lho, kalau adek sakit lagi di sini kakak gak mau gendong adek lari-larian kayak waktu di RS kemarin. Capek tau!"
"Halah, ngaku aja kalau Kak Gege sayang banget sama Adek, sampai rela encok gendong adek kan?" Yasha membalikkan badan, menatap Gerdylan dengan mata berbinar.
"Lagian kan Adek sekarang udah sehat! Lihat nih badannya udah mulai berisi kok, gak kayak yang dikatain orang yang bilang adek kurang gizi!" Katanya sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri yang memang terlihat sedikit lebih gemuk dan berisi setelah perawatan intensif.
Yoda yang baru saja minum air mineral langsung menyemburkan airnya karena menahan tawa. "Hahaha gila loe Dek! Berisi apaan, pipi tembem itu mah karena kebanyakan tidur dan minum susu! Hahaha!"
"Kak Yoda!" Yasha langsung mengambil bantal di sampingnya dan melemparnya tepat ke wajah Yoda.
"Sotoy terus sih! Udah ah gak asik kalian semua, Adek mau keluar aja liat pemandangan!"
Dengan semangat yang membara, Yasha berlari kecil menuju teras belakang villa. Benar saja, pemandangan di sana sungguh memukau. Hamparan sawah yang hijau dan di kejauhan terlihat jelas Gunung Merapi yang gagah berdiri memagari kota Yogyakarta.
"Wahhh, indah banget." gumam Yasha. Tangannya tanpa sadar memegang pagar pembatas, matanya memandang jauh ke depan dengan perasaan yang sangat damai.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama sakit dan terkurung di rumah sakit, Yasha merasa benar-benar bebas. Tidak ada yang melarang, tidak ada yang mengkhawatirkan berlebihan, walaupun sebenernya ada tapi mereka pura-pura santai, dan dia bisa menghirup udara sepuasnya tanpa rasa sesak.
Hanna mendekati anaknya dari belakang, lalu mengelus punggung mungil itu pelan. "Sejuk kan sayang udaranya? Bersih banget kan?"
Yasha mengangguk cepat, lalu menoleh menatap Mamihnya dengan senyum paling manis yang dia punya. "Iya Mih, makasih ya. Makasih karena udah mau bawa Adek kesini. Adek janji deh Mih, Adek bakal jadi anak baik. Adek gak bakal bandel lagi, Adek gak bakal berantem sama Kak Yoda, Adek bakal makan dan minum obat teratur biar bisa sering-sering diajak jalan-jalan gini lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Gema Yasha Gemelard
FanfictionHanya berisi keseharian Yasha yang manja, jahil dan di sayang keluarga. Lanjutan dari book Yasha sebelumnya.
