Mencoba untuk membaik

1.9K 197 20
                                        

Genap seminggu sudah Yasha mendekam di kamar rawatnya. Akhir-akhir ini kondisi nya sudah mulai membaik, meskipun masih harus terapi rutin bersama dokter Yuda dan masih harus di dampingi oleh dokter Kim agar selalu bisa memantau kondisi fisik Yasha secara bersamaan saat terapi berlangsung.

Dan dalam pantauan Kedua dokter handal tersebut sejauh ini tidak ada lagi hal yang membahayakan seperti mengamuk tiba-tiba ataupun hal lainnya. Yasha sudah mulai normal tapi tidak dengan pembahasan sensitif yang bisa menarik ingatannya akan masa yang membuatnya trauma.

Anak itu seperti membuang pikiran buruk dan menarik memori menyenangkan untuk mengatasi traumanya. Dokter Yuda sampai salut kepada pikiran anak itu, katanya Yasha bisa seperti itu karena selama ini dia selalu di kelilingi keluarga yang sayang kepadanya makanya pikiran positif akan mudah menempel di kepalanya.

Seluruh keluarga bersyukur dengan itu semua dengan menjaga kalimat mereka agar kenangan buruk Yasha tidak tertarik lagi ke permukaan, bahkan teman terdekat Yasha sudah di wanti-wanti soal itu.

Untuk sementara waktu Yasha harus mengambil cuti dari sekolah. Mau bagaimana lagi, keluarga Gemelard juga tidak dapat memaksa menyuruh Yasha kembali ke sekolah disaat kondisi mentalnya yang sedang tidak stabil.

Karena kalau terus di paksakan juga akan berakibat buruk, bukan hanya mentalnya tapi juga kondisi fisiknya akan dalam bahaya.

Sudah sejauh ini, kondisi mental Yasha selalu bisa membuat Jantungnya berulah. Sama seperti tiga hari lalu saat dimana  Yasha menangis dalam sesi terapi bersama dokter Yuda dan Dokter Kim.

Jantung Yasha saat itu bereaksi lain hingga membuat anak itu kesakitan dan berakhir pingsan, bahkan butuh waktu satu hari untuk Yasha kembali bangun dalam kondisi yang lemah.

Hari ini wajah Anak bungsu dari Hanna dan Yasir itu sudah kembali cerah dan mulai bahkan sudah mulai usil hingga membuat ulah bersama Yoda dengan menjahili Gerdylan yang memang saat itu sedang makan.

Mereka berdua kompak menambahkan bubuk cabe pada makanan Si sulung saat Gerdylan pergi ke kamar mandi, yang membuat Gerdylan bersin-bersin dengan muka yang memerah juga hidung yang berair.

Sedikit kejam memang tapi hal itu mampu membuat Yasha tertawa kembali, Gerdylan rasanya ikhlas saja melihatnya. Mekipun harus menderita karena alergi bubuk cabai nya.

Sampai Yasir saja tidak berani untuk menegur anaknya, dia cukup berterima kasih kepada Gerdylan yang stock sabarnya cukup bagus hari itu.

"Udah dek ketawanya nanti malah nyesek kamu." Yoda akhir nya menegur, tidak tega juga melihat wajah memerah Yasha habis tertawa hingga suara tawanya menghilang.

"Iyah, Iyah bentar. Aduh kenapa malah susah berhenti gini." Yasha mengusap ujung matanya yang berair, kebiasaan Yasha yang kalau tertawa berlebihan pasti berakhir nangis.

"Aduh-aduh, minta minum tolong dong Ka." Yasha berucap sambil engap-engap akibat tawanya.

"Kan, di bilang juga apa. Coba tarik napas dalam terus buang baru deh minum, kalau engga malah tersedak bahaya." Itu suara Tara, anak gadis Yasir satu-satunya yang cerewet nya mirip Hanna dan judes nya entah mirip siapa.

Tapi meski begitu Tara itu sayang adik, buktinya Yasha langsung di kasih minum saat anak itu sudah tenang dan mengusap punggung Adiknya nakal nya itu agar tidak terlalu tegang setelah batuk-batuk.

Gerdylan sendiri sudah berlari ke kamar mandi, cuci muka agar tidak bersin-bersin lagi. Kembali lagi dengan wajah basah juga ujung rambutnya yang masih meneteskan air.

"Cape kan ketawa terus." Ucap Gerdylan dia mengambil beberapa lembar tisu dan mengelapkan nya pada wajahnya yang basah.

"Engga ah, seru bikin Kakak kaya tadi lucu." Ucap Yasha. Sungguh menyebalkan.

Gema Yasha GemelardCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang