Prosedur Lengkap

294 44 30
                                        

Dua hari sebelum jadwal tindakan yang sudah ditetapkan, suasana di rumah sakit terasa semakin mencekam namun juga Di balik itu tersimpan doa penuh harapan di setiap orang.

Semua orang sudah berusaha menenangkan hati dan pikiran, terutama Yasha yang hari ini terlihat jauh lebih tenang dan ceria. Sejak bangun pagi, anak itu terus saja bercerita ini-itu, seolah ingin menumpahkan semua yang ada di pikirannya sebelum hari besar itu tiba.

Dia bahkan cerita kalau semalam dia bertukar pesan dengan ke enam temannya, Yasha yang Jarang-jarang cerita malam itu cerita panjang, dia bahkan sempat meminta doa kepada ke enam sahabatnya agar proses operasi nya lancar, tapi dia tidak mengijinkan mereka semua menjenguk sampai operasi nya selesai dan dia pulih kembali.

Siang hari nya, cuaca sangat cerah, cahaya matahari masuk hangat lewat jendela lorong rumah sakit. Dokter Kim menyarankan supaya Yasha sedikit bergerak ringan agar peredaran darahnya lancar, asal jangan sampai kecapekan.

"Yash, Ayo kita jalan-jalan sebentar, Kita lihat bunga-bunga di taman depan, pas banget sinar matahari nya hangat cocok buat berjemur." ajak Yoda sambil memakaikan jaket tipis ke tubuh adiknya. Tangannya membetulkan kerah baju Yasha, matanya menatap lekat wajah polos itu.

"Asyiiik! Mau mau! Tapi Kak Yoda harus dorong pelan-pelan ya, jangan ngebut kayak balapan, nanti kalau sampai jatuh Yasha tendang kakak!" jawab Yasha tertawa kecil sambil duduk manis di kursi roda. Suaranya renyah, pipinya sedikit kemerahan, membuat hati siapa saja yang melihatnya merasa lega seolah tidak ada penyakit berat yang bersarang di dalam tubuh kecil itu.

"Udah kaya gini masih aja galak, oke-oke siap, bakalan hati-hati ini dorong nya." Yoda tersenyum tipis, lalu mulai mendorong kursi roda itu pelan-pelan menyusuri lorong yang sepi.

Mereka berdua asyik mengobrol, membicarakan hal-hal sederhana, tentang makanan enak yang mau dimakan nanti kalau sudah sembuh, tentang mainan yang mau dibeli, sampai rencana mau pergi liburan ke Luar negeri kalau Yoda sudah selesai kelulusan.

"Kak, nanti kalau Yasha udah agak sehat beneran, kita semua pergi ke pantai ya, yang ada Di Korea. Biar Kak Gege sama ka Tara juga ikut, biar Mamih sama Papih juga seneng anak anak nya semua kumpul liburan. Katanya di sana anginnya seger banget Yasha juga pengen nyobain musim salju disana. Udaah lama banget Yasha pengen jalan-jalan keluar negeri!" celoteh Yasha sambil menengok ke arah kakaknya di belakang.

"Jauh amat ke pantai sampai ke Korea, kan di Indonesia juga banyak pantai-pantai bagus. Kenapa gak ke rumah grandma aja di bali, sekalian ketemu Samuel sama Scarla udah lama kita gak ketemu mereka. Sekalian Kita ajak mereka liburan bikin tenda di pinggir pantai, masak ikan bakar, terus kamu boleh main pasir sepuasnya sama mereka asal jangan masuk air dalam ya. Nanti tenggelem gue gak bisa nolong nya!" jawab Yoda penuh semangat, tangannya tetap memegang gagang kursi roda dengan erat dan hati-hati.

Mereka sudah sampai di dekat pintu kaca yang menuju teras luar. Udara segar langsung menyapa, angin sepoi-sepoi menerpa wajah mereka. Yasha memejamkan mata sejenak, menghirup napas panjang, senyumnya makin lebar. Rasanya begitu damai, begitu tenang, seolah semua rasa sakit yang pernah dia rasakan sudah hilang terbawa angin.

Tapi perlahan, tanpa mereka sadari, perubahan mulai terjadi.

Sepuluh menit berada di luar, warna kemerahan di pipi Yasha perlahan memudar. Senyum di bibirnya makin lama makin tipis, napasnya yang tadinya panjang dan lega, mulai terlihat sedikit pendek dan cepat. Dia memegang dada sebelah kirinya pelan, gerakannya halus seolah berusaha menahan rasa tidak nyaman yang baru saja muncul.

"Yash, Kenapa? Mau masuk lagi?" tanya Yoda yang langsung peka melihat perubahan kecil itu.

Yasha menggeleng pelan, masih berusaha tersenyum meski matanya mulai sedikit menyipit menahan sesuatu.

Gema Yasha GemelardCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang