Kebablasan!

364 57 19
                                        

   Hari berganti hari, kondisi Yasha perlahan membaik. Wajahnya sudah tidak sepucat dulu, pipinya mulai berisi lagi, dan yang paling penting, rasa ingin tahunya sudah kembali memuncak!

Tapi ingat, dia masih dalam hukuman: PUASA GAME SELAMA SEMINGGU!

Dan ini adalah siksaan terberat bagi Yasha.

"Ya ampun, bosan banget hidup gue! Mati rasa! Gak ada semangat hidup!" rengek Yasha sambil menggulung-gulungkan tubuhnya di atas kasur. Dia menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.

"Sabar Yash, ini demi kesehatan jantung loe." kata Yoda sambil asyik main game di sebelahnya, sengaja memainkan suara yang keras-keras untuk menggoda adiknya.

"KAK YODA!!! JAHAT BANGET SIH! MAIN DI LUAR AJA KALO GITU! JANGAN DEKET-DEKET YASHA!" Yasha langsung melempar bantal ke wajah Yoda dengan kuat.

BUK!

"Aduh! Ajg galak banget sih! Baru sembuh dikit udah mau perang dunia! suara juga udah cempreng banget itu, kayaknya dokter Kim salah ngasih obat deh!" Yoda mengusap hidungnya sambil tertawa jahil tapi mulutnya misuh-misuh.

Yasha tidak perduli, ikut meledek Yoda dengan gerakan bibir tanpa suara dengan ekspresi kesal.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar suara keributan dan teriakan-teriakan khas remaja laki-laki yang sangat mereka hafal.

"ASSALAMUALAIKUM!!! YASHA KITA DATANG!!"

Mata Yasha langsung berbinar-binar saat itu juga. "ITU SUARA TEMEN-TEMEN YASHA!!!" Yasha langsung mau melompat turun dari kasur, tapi baru bangun sudah dihentikan oleh Tara.

"Duduk! Jangan lari-lari! Liat tangan masih pasang infus, Mereka juga baru datang jangan bikin heboh dulu!" tegur Tara yang sejak tadi duduk di sebelah Yasha sambil mengerjakan tugas kuliah.

Yasha hanya kembali diam pasrah, takut juga kalau infus nya lepas dan harus di pasang lagi, kan rasanya itu wow sekali.

Pintu kamar terbuka lebar. Masuklah Xavier, Shaquille, Nazril, Rasya, diikuti sama Jemmy dan Justin yang berjalan di belakang.

"Wah, kok ada tiang infus sama alat-alat rumah sakit disini, sejak kapan kamar loe berubah gini Yash?" Tanya Nazril sambil memutar-mutar badannya melihat sekeliling.

Biasanya kalau sakit Yasha paling anti juga di rawat di dalam kamar, alasannya hanya tidak mau kamar nya berbau obat.

"Dasar kampungan." ceplos Shaquille dingin, tapi matanya langsung mencari-cari sosok Yasha.

"Yash loe kenapa?" tanya Rasya sambil mengintip ke arah kasur. "Perasaan pas ketemu di Restaurant pas study tour loe sehat-sehat aja, kenapa pas pulang kita dapet kabar loe sakit, mana di chat loe ga bales-bales lagi, bikin tambah khawatir aja!"

Yasha yang melihat teman-temannya datang langsung sumringah. "Kalian datang!! Yasha kangen banget tauuu! Hehe gak apa-apa, kaya yang gak tau jantung Yasha aja." ucap Yasha sambil tertawa.

Mereka semua langsung berkerumun di sekitar kasur Yasha. Tara langsung undur diri, tidak akan konsen kalau mengerjakan tugas di tengah anak anak nakal ini.

"Kakak pindah ke kamar ya, kalau ada apa-apa langsung panggil kakak!" ucap Tara sudah siap keluar sambil memeluk laptop dan beberapa buku tebal nya.

Yasha hanya mengangguk dengan isyarat jadinya. Jemmy yang paling care langsung memegang tangan Yasha dan meraba pipinya.

"Gimana perasaan loe sekarang Yash? Masih sakit?" tanya Jemmy pelan.

"Udah enakan kok Jem, cuma... Yasha lagi bosen aja, Yasha lagi dihukum nih." Yasha mendengus kesal. "Gak boleh main game seminggu. Rasanya lebih merana dari pada gak boleh makan es krim setaun." keluhnya lagi.

Gema Yasha GemelardCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang