Tiga hari terlewati dengan keadaan Yasha yang naik turun tidak menentu, mulai di hari ke dua anak itu sempat bangun, tapi tidak lama karena kesadarannya yang belum stabil.
Jadi Yasha hanya terbangun melihat sekeliling, mengedip lambat dan tidak lama tertidur lagi.
Mereka sempat khawatir, takut kalau-kalau terjadi sesuatu yang lebih bahaya. Tapi dokter Kim meyakinkan kalau itu masih dalam batas normal.
Keluarga Gemerald tentu senang mendengar penjelasan dari dokter Kim yang bilang kalau Yasha bisa melewati masa kritisnya.
Meskipun masih harus di pantau selama beberapa jam ke depan di ruangan HICU, tapi mereka mulai bisa bernapas lega.
Dokter Kim juga mulai menjadwalkan pemeriksaan di hari ketiga. Ketika Yasha sudah bisa di bawa ke ruangan yang biasa dia tempati.
Kondisi Yasha masih sama belum banyak perubahan yang banyak, anak itu masih tidur lama dan bangun hanya beberapa menit saja.
Itu juga tanpa bicara apapun, anak itu hanya menatap kosong lalu tidak lama kelopak nya memberat dan menutup secara perlahan.
Keluarga masih belum bisa bernapas dengan lega, hati mereka masih belum tenang menunggu Yasha bisa sadar seratus persen.
Di balik itu semua mereka sekeluarga minus Hanna dan juga Yoda mengadakan rapat darurat.
Mereka saat ini sedang berkumpul di
ruangan khusus di kantor polisi. Setelah apa yang terjadi di tiga hari belakang ini.
"Semua bukti sudah aku pegang Pih, apalagi yang kurang." Gerdylan dengan emosi berbicara kepada Yasir.
Kesal kepada Yasir setelah fakta yang sudah terungkap semua dirinya hanya diam saja tidak bertindak apa-apa.
Yasir masih menimbang sesuatu hal yang masih dia simpan dan belum di ungkapkan kepada anak-anak nya.
Mengingat tentang hari kejadian yang membuat semuanya kacau. Yasha yang kritis, Yoda yang mengamuk serta terluka, juga bukti bukti yang Yoda berikan kepadanya cukup membuat darahnya mendidih.
Kalau saja yasir tidak ingat dengan Yasha mungkin hari itu dia sudah menjadi pembunuh karena demi apapun, dadanya bergemuruh kacau ketika bukti di pegangnya.
Rasanya semua gelap di hadapan Yasir. Dia tidak tau lagi kalau sampai tidak ingat Tuhannya juga kondisi anak nya saat ini mungkin Yasir sudah lepas kendali menghabisi satu persatu orang yang sudah membuat anaknya seperti saat ini.
Di saat kacau dengan hati dan pikirannya, Yasir kembali menerima kabar lain dari pihak sekolah anaknya, kalau di tengah jalannya pertemuan dengan orang tua korban dan tersangka Gerdylan mengamuk, dan kini berada di kantor polisi dengan tuduhan penganiayaan.
Yasir hanya bisa memijit kepalanya kala itu, Anak sulungnya rupanya lebih dulu lepas kendali, menghajar orang tua dari tersangka hingga salah satunya berakhir di rumah sakit.
Kejadian tersebut juga lah yang menjadi salah satu pertimbangan nya saat ini, karena keluarga Sidik yang tidak terima dan melaporkan Gerdylan ke pihak berwajib.
Gerdylan di tahan sejak hari itu hingga sekarang anak nya masih harus mendekam di sel tahanan sementara.
Keluarga Sidik mau mencabut laporannya terhadap Gerdylan, kalau Yasir mau berdamai dengan kasus bullying yang di lakukan putra mereka.
Yasir tentu tidak terima, karena menurutnya Sidik harus menerima hukuman yang setimpal minimal penjara seumur hidup yang Yasir mau.
Tapi di sisi lain Yasir juga tidak bisa diam saja melihat Gerdylan yang harus mendekam di penjara sementara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gema Yasha Gemelard
FanfictionHanya berisi keseharian Yasha yang manja, jahil dan di sayang keluarga. Lanjutan dari book Yasha sebelumnya.
