Ganjaran - Gerdylan

401 59 37
                                        

Sejak perdebatan Hanna dan anak bungsu nya tempo lalu, ibu empat anak ini sekarang punya kegiatan rutin setiap malamnya, yaitu menemani anak bungsunya hingga tertidur, karena hatinya tak pernah benar-benar tenang meninggalkan Yasha seorang diri sejak kejadian saat itu.

Seperti saat ini Hanna menyelimuti tubuh anak bungsunya dan memijat pelan kaki serta tangannya, namun malam ini ada yang aneh Hanna langsung merasakan ada yang sangat berbeda dari biasanya.

Awalnya hanya terasa sedikit lebih besar dan terasa lebih berat saat disentuh, tapi begitu dia perhatikan dengan teliti di bawah cahaya lampu kamar yang redup, hatinya terasa seperti di tahan.

Kedua kaki Yasha membengkak dengan sangat jelas, terasa empuk dan kenyal jika ditekan perlahan, bahkan bekas sidik jari tangannya akan tertinggal cukup lama sebelum perlahan kembali rata. Di sepanjang pergelangan kaki naik hingga ke betis, mulai muncul bercak-bercak berwarna ungu kemerahan yang melebar, persis seperti bekas memar karena terbentur benda keras. Padahal Hanna tahu persis, seharian ini Yasha tidak pernah berjalan jauh apalagi terbentur apa pun.

Bahkan wajahnya terlihat lebih pucat dari biasanya, dan jika diperhatikan saksama, bibir serta ujung jarinya tak lagi berwarna merah segar, melainkan tampak sedikit kebiruan samar yang membuat hati Hanna makin ciut.

Segera setelah melihat Yasha benar-benar tidur Hanna keluar dari kamar untuk menghubungi Dokter Kim dan menceritakan semuanya. Penjelasan Dokter Kim membuat dia makin paham betapa seriusnya kondisi yang sedang dihadapi anaknya.

"Bu Hanna, tenanglah, saya akan jelaskan semuanya. Ini bukan pembengkakan biasa, dan bercak itu pun seperti nya memang bukan memar karena benturan. Karena jantung Yasha sudah lemah sejak lama akibat infeksi yang dideritanya dulu, katup jantungnya kini tidak bisa menutup rapat sempurna lagi. Akibatnya, darah tidak bisa dipompa naik kembali ke atas dengan tekanan yang cukup. Cairan yang seharusnya mengalir lancar ke seluruh tubuh justru menumpuk di bagian kaki, karena itu posisi tubuh yang paling rendah. Inilah penyebabnya membengkak. Sedangkan bercak-bercak berwarna ungu itu muncul karena aliran darah melambat drastis, sehingga pembuluh darah halus di kulit menjadi lemah dan sedikit bocor. Warna bibirnya yang berubah itu tanda bahwa darahnya mengandung oksigen yang sangat kurang. Ini peringatan tegas, Bu-jantungnya sudah bekerja melebihi batas kemampuannya."

Hanna termenung setelah mendengar penjelasan panjang dari dokter Kim, dengan tangis yang ditahan nya Hanna kembali masuk kedalam kamar, memutuskan untuk malam ini dia akan tidur menemani anaknya sampai pagi.

💜

Keesokan harinya, kondisi Yasha terasa jauh lebih berat. Begitu membuka mata dan mencoba menggerakkan kakinya sedikit saja, Yasha langsung mengernyitkan dahi dan menarik napas panjang. Rasanya seperti kedua kakinya dibebani dua batu besar yang sangat berat, terasa penuh, kaku, dan terasa dingin sampai ke tulang.

"Mih..." panggilnya lirih sambil menatap kakinya sendiri dengan tatapan sedih dan bingung.

"Kenapa rasanya begini ya, Coba mamih liat, perasaan makin hari makin terasa penuh, dan bercak ini kok makin banyak warnanya ya? Padahal Yasha tidak terbentur apa pun."

Hanna segera duduk di sisi ranjang, lalu membelai pelan betis dan kaki anaknya sambil berusaha menahan tangisnya agar tidak terlihat. "Sabar ya Nak, ini hanya sementara. Jantungmu sedang butuh istirahat total, tidak boleh dipaksa sedikit pun. Kalau kamu tenang, istirahat banyak dan nurut apa kata Dokter, nanti perlahan kempes dan membaik lagi, percaya sama Mamih ya."

Namun meski mencoba mengerti, hati Yasha tetap merasa kecewa dan tertekan. Di usianya yang sudah tujuh belas tahun, dia melihat teman-teman sebayanya bisa berlari, berjalan ke mana saja, dan melakukan apa pun sesuka hati, sedangkan dirinya seolah terikat dan dibatasi terus. Rasa itu makin terasa menusuk saat siang harinya dia mendengar percakapan yang sangat antusias dari ruang tengah.

Gema Yasha GemelardCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang