Tersangka terungkap, dia Sidik tingkat akhir kelas IPS.
Hanya itu informasi penting yang Yoda terima saat dirinya sedang gelisah menunggu sang adik di depan ruang ICU, belum ada yang boleh masuk kedalam sana untuk menemani si bungsu.
Dokter kim bilang masih harus pemeriksaan lanjutan menunggu kondisi Adiknya bisa lebih baik setidaknya menunggu Yasha melewati masa kritis nya.
Yoda tidak tahan lagi, tanpa menunggu persetujuan dari Hanna atau Gerdylan yang ada disitu anak itu memilih untuk pergi setelah mendapat kabar dari Temannya.
Angga, teman sekelas Yoda yang juga adalah ketua OSIS memberikan kabar kalau pelaku yang membuat rusuh di sekolah hingga membuat Yasha celaka itu adalah geng nya Sidik.
Yoda tidak tahan lagi, belum lagi ada fakta lain yang Angga ungkap tentang kejadian saat adik nya celaka beberapa bulan lalu di sekolah.
Yoda kira itu hanya kecelakaan biasa, meski sempat curiga tapi dirinya tidak punya bukti kuat untuk mengungkapnya.
Di tambah lagi Yasha yang selalu bungkam, mengatakan kalau semuanya hanya kecelakaan karena dirinya yang terpeleset di kamar mandi.
"Teman Sidik mengaku kalau sebelum kejadian ini dirinya melihat Yasha di bully oleh Sidik. Dia punya bukti rekamannya di ponsel saat Yasha di buat celaka di toilet sekolah saat itu."
Yoda berjalan dengan tergesa, hatinya meletup -letup menahan emosi. Merasa bodoh kenapa setelah kejadian itu dirinya tidak juga sadar, hingga tidak tau selama ini adiknya menghadapi ketakutan hingga trauma berat, berati semuanya karena ulah dari Sidik.
"Kurang ajar, liat saja nanti kalau ketemu aku buat jadi prakedel!"
Gerutuan serta sumpah serapah Yoda layangkan. Dirinya sekarang berada di lapangan sekolah, setelah turun dari taxi dirinya segera menemui Angga yang sudah menunggu nya di situ.
"Tenangkan dulu pikiranmu, baru kita bisa bertemu dengan Dimar juga Sidik"
Yoda meraup wajahnya, menormalkan napasnya yang entah kenapa begitu sesak. Tangannya bahkan bergetar begitu emosi di buatnya.
"Dimana si br*ngsek itu sekarang."
"Dia ada di ruang kesiswaan, tadi sudah di sidang oleh kesiswaan dan Kepala Sekolah. Mereka berkelahi rupanya karena Dimar mau memberikan bukti kepada keluarga Yasha. Sidik marah jadi mereka saling bekerlahi."
Tangan Yoda mengerat satu sama lain, kesal nya sudah sampai ubun ubun. Mengingat wajah Sidik tadi yang dengan jelas menyeringai setelah mendorong Dimar sampai Dimar jatuh menimpa Adiknya sangat jelas di mata Yoda.
Belum lagi dia otak dari kerusuhan, sengaja sekali dia mencari kesempatan menginjak tangan dan kepala Adiknya tepat di hadapan dirinya.
Yoda kesal setengah mati, bersumpah tidak akan memaafkan Sidik meskipun nanti Sidik di buat merasakan akibatnya.
"Aku tidak yakin tidak meninju wajah Dimar dan Sidik kalau sampai ketemu dengan mereka."
Angga melihat mata merah Yoda, dia jadi takut untuk membawa temannya itu menuju ke ruang kesiswaan.
Disitu masih ada Sidik dan Dimar yang sedang di interogasi oleh pihak kepala sekolah.
"Katanya Pihak kepala sekolah sudah memanggil orang tua mereka, kemungkinan Ayah mu juga akan hadir."
Yoda menghela napas, memejamkan matanya. Lalu meninggalkan Angga yang masih belum selesai dengan ucapannya.
▪️▪️▪️
KAMU SEDANG MEMBACA
Gema Yasha Gemelard
FanfictionHanya berisi keseharian Yasha yang manja, jahil dan di sayang keluarga. Lanjutan dari book Yasha sebelumnya.
