Jawaban pertanyaanku di part 16 ada di part ini. Yup... Tiga kata itu adalah 'I Forgive You'. Ada yang bener gak tebakannya?
♥️♥️♥️♥️
"Aku maafin kakak."
Adrian melongo. Ia membuka mulutnya hendak menimpali tapi terkatup lagi. Begitu hampir tiga kali diiringi helaan napas sesekali. Adrian kehilangan kata-kata. Apa Mia tidak salah bicara atau Adrian yang salah dengar. Ini tidak mungkin. Reaksi Mia memang berbeda dari Cindy yang langsung marah-marah dan menatapnya penuh kebencian. Mia lebih tenang, lebih memilih diam dan kabur tapi justru itu lebih menyeramkan. Mana tahu di belakangnya gadis itu tengah menyumpahinya, mengutuknya dan balasan atau karma mengerikan tengah menanti Adrian.
Suatu keajaiban Mia bersedia menemuinya. Pasti tidak mudah. Entah bagaimana caranya Bobby dan Ivonne membujuk Mia. Dari tatapan Mia di awal tadi, Adrian tahu gadis itu merasa terpaksa. Kedua tangan Mia berada di bawah meja. Adrian tak bisa melihatnya tapi ia yakin kedua tangan itu tengah meremas satu sama lain. Gestur yang selalu diperlihatkan Mia kala gugup atau takut. Wajahnya menunduk seperti biasa. Adrian menghela napas lagi.
"Kamu yakin?"
Mia mengangguk pelan.
"Aku bahkan belum ngomong apa-apa."
Mia langsung mengatakan tiga kata yang sangat dinanti Adrian begitu Adrian duduk.
"Are you really okay Mia?"
Harusnya Adrian senang dia sudah dimaafkan bahkan sebelum ia meminta dengan benar. Adrian bahkan tidak perlu memberikan penjelasan yang sudah disusunnya seharian ini. Adrian sudah membayangkan ia akan berlutut di hadapan Mia sembari menceritakan alasannya melakukan semua kebodohan itu dulu. Ia akan berusaha keras meyakinkan Mia untuk mau memaafkannya. Kalau ternyata Mia tidak mau, ia tidak akan memaksa. Adrian tahu Mia tidak akan semudah itu memberinya maaf. Tapi sekarang....
Ini diluar dugaan.
Gadis di depannya terdiam. Wajahnya masih menunduk.
"Bisa lihat aku sebentar?" pintanya.
Dengan perlahan dan ragu Mia mengangkat wajahnya. Netra hitamnya melirik kesana kemari, tak fokus ke arahnya. Raut wajahnya nampak pucat.
"Aku dengar kamu sakit kemarin. Kamu beneran udah sembuh? Muka kamu masih pucat."
"U.. Udah." Suara Mia terdengar lirih dan terbata.
Adrian terkekeh kecil. Tidak salah lagi, Mia ketakutan. Sialan! Bagi Mia, Adrian tetap menakutkan. Monster. Monster mimpi buruk.
"You're afraid of me." Hatinya seperti tercubit mengetahui reaksi Mia padanya tak kunjung berubah.
"Sekali lagi aku tanya, kamu beneran maafin aku?"
Mia mengangguk.
"Just that easy?"
Sebuah anggukan lagi.
"Kamu sadar apa yang udah aku lakuin? Kamu ingat kan, aku--"
"Aku maafin kakak." Kali ini Mia menatapnya. Netra hitam itu terfokus padanya meski sang pemilik masih terlihat tidak nyaman. Mia berusaha keras.
"Tapi tolong... Setelah ini.. Kakak jangan ganggu aku lagi."
"Apa?"
"Ja... Jangan ganggu keluarga aku juga."
Adrian makin tak mengerti. Apa yang dibicarakan Mia?
"Tommy... Tommy juga." Suaranya makin pelan, terdengar mencicit malah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Three Words
Roman pour AdolescentsTrauma di masa lalu membuat Amelia Renata (Mia) menghindari apapun yang berhubungan dengan darah. Cairan merah mengerikan itu selalu membuatnya panik dan ketakutan. Maka ketika Adrian Arthadinata masuk dalam lingkaran pertemanannya, Mia berusaha men...
