Trauma di masa lalu membuat Amelia Renata (Mia) menghindari apapun yang berhubungan dengan darah. Cairan merah mengerikan itu selalu membuatnya panik dan ketakutan. Maka ketika Adrian Arthadinata masuk dalam lingkaran pertemanannya, Mia berusaha men...
"Oh my God!" pekik Zaskia, salah satu teman sekelas Mia memecah hening pagi itu di ruangan kelas yang baru terisi beberapa mahasiswa saja.
"Apaan sih Ki? Pagi-pagi udah heboh aja lo," sungut Vira yang baru saja datang dan menaruh tas di sebelah kursi yang diduduki Zaskia.
Ivonne yang tengah minum saja hampir tersedak dan mau tidak mau ikut tertarik dengan kehebohan Zaskia dan cewek-cewek lain di sekitarnya. Cepat sekali Gadis-gadis itu berkumpul dan berebut melihat ponsel Zaskia.
"Apaan sih? Lo kan pada punya hape sendiri. Lihat sono di grup angkatan!" usir Zaskia.
"Oh iya ya bego banget gue." Icha menepuk jidatnya.
"Ya Allah ganteng banget! Mesti gue save ini." Vira kembali memekik sembari terkikik senang.
"Gantengnya jodoh gue," ujar cewek di sebelah Vira.
"Jodoh gue," balas Vira tak mau kalah.
"Calon pacar gue ya," timpal Zaskia.
"Calon imam gue."
"Suami masa depan gue."
"Apaan sih?" Ivonne mengorek telinganya, sepertinya mulai merasa terganggu. Gadis-gadis itu berteriak bersahutan, memekik bahkan terkikik geli. Sungguh heboh dan berisik.
"Jadi pengen ke FK."
"Yok ke FK sekarang!"
"Dodol! Bentar lagi masuk ini. Masa hari pertama udah bolos."
"Bodo amat!"
Mata Mia dan Ivonne saling melirik ketika fakultas kedokteran disebut-sebut. Sosok yang Mia kenal terlintas begitu saja di benaknya. Bagai paham dengan yang dibicarakan gadis-gadis itu, Ivonne buru-buru mengecek ponselnya. Begitu pula dengan Mia.
"Masya Allah!" Giliran Ivonne yang memekik. "Kalau kayak gini gue bisa oleng lagi Mia," ringis gadis itu sembari menjatuhkan kepalanya di pundak Mia.
Mia sendiri hanya terpaku menatap foto seseorang di ponselnya. Foto yang di post oleh salah satu teman angkatannya. Foto Adrian yang tengah tersenyum lebar hingga menampilkan deretan gigi putihnya. Matanya sedikit menyipit. Rambutnya kemerahan karena tertimpa cahaya matahari. Laki-laki itu sepertinya tengah tertawa menimpali obrolan temannya. Itu foto candid dan sepertinya baru diambil pagi ini.
Apa yang berbeda dan membuat gadis-gadis itu heboh sendiri? Potongan rambut baru Adrian. Laki-laki itu memiliki curtain hair cut sebelumnya. Poni yang biasanya menjuntai dan menghiasi dahinya itu menghilang. Rambut Adrian kini dipotong pendek dan spiky, mirip dengan gaya rambut Eric. Adrian jadi terlihat dua kali lipat lebih tampan, membuat mata Mia tak bisa berkedip.
"Enggak... Enggak!" Ivonne meletakkan ponselnya dengan posisi layar tertelungkup. "Bobby lebih ganteng, lebih imut, lebih manis." Ivonne mengoceh sendiri.
Mia mau tidak mau tertawa melihat tingkah konyol Ivonne.
"Kak Adrian udah punya Mia." Ivonne mengerling jahil padanya.
"Punya kak Cindy, Von," ralat Mia.
Ivonne berdecak. "Punya lo lah. Kan udah lo tandain, dari kecil pula."
Kening Mia berkerut, tak paham dengan yang Ivonne maksud.
"Gak ngerti nih pasti."
Mia menggeleng. Ivonne mendesah pelan. Tangan Ivonne meraih bahunya membuat Mia mau tak mau menghadap ke arah Ivonne.
"Gue rasa kalian itu udah terikat. Lo pernah denger legenda jepang soal benang merah?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.