Update nih!! 😁😎😃
Ada yang nungguin gak? Pede amat aku 😂
Selamat berakhir pekan ya teman-teman....
Happy reading 💕💕
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
Kak Ian udah sampe rumah?
Maaf papi tadi kasar sama kakak
Udah
It's okay
Mia menatap murung ruang obrolannya dan Adrian hampir sebulan yang lalu. Pesan permintaan maaf karena papi telah berlaku kasar dan mengusir Adrian setelah mengantar Mia pulang. Mengetahui Adrian tak mempermasalahkannya justru tak membuat Mia lega. Mia malah semakin merasa tidak enak. Bodohnya Mia yang cuma bisa diam saja. Pengecutnya Mia yang tidak berani membela Adrian sedikit pun saat itu.
Kak Ian baik-baik aja?
Baik
Kak...
Apa?
Gak jadi
Everything's ok Mia. No need to worry
Mia tersenyum tipis ketika mengulang membaca pesan-pesan itu. Adrian terkadang seperti memiliki kemampuan bisa membaca pikirannya. Adrian memahami kekhawatirannya hingga langsung mengatakan semuanya baik-baik saja, tak ada yang perlu Mia cemaskan. Pikiran Adrian pasti lebih kusut dari benang kusut tapi Adrian tetap tenang di hadapannya, tetap menghibur dan menenangkannya. Adrian selalu tersenyum padanya. Senyum yang selalu bisa mengurangi kegundahan hati Mia.
Sebulan, tak ada apapun yang terjadi setelah itu. Aneh karena jelas-jelas Clara sangat marah dan menuntut pertanggungjawabannya. Mia sudah membayangkan dirinya akan berakhir di balik jeruji besi. Hari-hari Mia terasa sangat berat. Ia ketakutan, kadang menangis sendirian tapi tetap mengunci rapat mulutnya. Mami dan papi tentu menyadari keanehan dan kegelisahannya. Mereka cemas, mereka bertanya tapi Mia selalu berkilah.
Everything's ok Mia. No need to worry.
Itu kalimat yang sering Mia ulang didalam hati meski kadang tidak ada efeknya kalau takut dan cemasnya tak bisa dikendalikan. Apa betul kasus itu sudah selesai? Apa Mia benar-benar sudah lepas dan tak akan dituntut di kemudian hari? Apa yang sudah Adrian lakukan sebenarnya? Apa Adrian berhasil meyakinkan keluarganya padahal menurut Tommy, Surya Arthadinata tak pernah melepas orang yang sudah cari gara-gara dengannya. Melukai putranya termasuk mencari gara-gara bukan?
Ketenangan ini justru membuat tak nyaman karena Mia merasa ada yang hilang darinya. Adrian. Laki-laki itu tak pernah mampir lagi ke fakultas ekonomi. Sama seperti dulu, saat mereka memutuskan untuk tak saling mengenal. Jelas ini membuatnya overthinking. Apa Adrian marah karena Mia tidak tahu diri dan merepotkan? Apa Adrian dalam masalah karena membantunya? Kenapa Adrian tak kunjung mengabarinya? Mia malu untuk bertanya pada Adrian. Dia sadar diri.
Mia tidak mungkin bertanya soal Adrian pada teman-temannya. Mia hanya bisa memasang telinga lebar-lebar demi secuil informasi tentang Adrian. Sayangnya cuma informasi tentang Grey yang tengah sibuk dengan debut mereka, juga Eric yang lagi-lagi punya gebetan baru yang didapatkan.
"Bengong aja! Kesambet lo ntar." Tommy menjentikkan jari di depan wajah Mia lalu terkekeh sendiri.
Mia hanya tersenyum kikuk. Tommy sudah kembali bersikap biasa, hal yang amat disyukuri Mia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Three Words
Roman pour AdolescentsTrauma di masa lalu membuat Amelia Renata (Mia) menghindari apapun yang berhubungan dengan darah. Cairan merah mengerikan itu selalu membuatnya panik dan ketakutan. Maka ketika Adrian Arthadinata masuk dalam lingkaran pertemanannya, Mia berusaha men...
