44. Reality Bites Part 2

108 1 0
                                        

Wow! Gue tahu kalo Eric suka maen cewek tapi Adrian? Gue gak nyangka 😭

Hanya Tuhan dan mereka yang tahu abis ini mereka ngapain?

Ya ampun yang udah nikah aja gak berani begini di depan umum. Miris sama gaya pacaran anak sekarang 😑

Siapa bilang Adrian Arthadinata good boy? Kalian tertipu sama good looking. Gue temen satu SMA-nya, dia bad boy cuy! Jago berantem, gak nutup kemungkinan dia juga jago maen cewek 🤣🤣🤣

Ini sengaja di publish kali biar viral. Mau terkenal gini amat

Ih kenapa sih kalian? Mereka pacaran kali. Serasi kok. Cuma ciuman doang aja heboh. Kalian juga pasti gini, gak viral aja

Cinta gak selamanya indah dek

Adrian tertawa usai membaca semua komentar pedas di kolom akun gosip yang ditunjukkan Jo padanya. Jo yang tengah menyetir menoleh sekilas padanya, raut wajahnya terlihat bersimpati. Jo mungkin berpikir Adrian sudah gila karena tertawa kencang bukannya marah atau murung.

"Kami lagi cari tahu siapa yang udah sebarin foto itu. Ini melanggar privasi Yan dan kita bisa tuntut mereka."

Well... Ya privasinya sudah di acak-acak sejak kemarin. Ternyata begini resikonya jadi orang terkenal. Herannya kenapa cuma dia? Anggota Grey yang lain baik-baik saja bahkan Eric yang biasanya juga suka membuat masalah.

Sejujurnya Adrian tak mau ambil pusing. Namanya jelek itu sudah biasa. Toh dari dulu dia tak pernah menyandang predikat anak baik. Ini hanya akan menjadi deretan dari sekian kenakalannya. Hanya saja Adrian mencemaskan apa yang akan terjadi selanjutnya. Firasatnya buruk. Masalah datang bertubi-tubi tak ada habisnya. Mendadak dia juga mengkhawatirkan Mia, reaksi Mia tepatnya. Apa yang akan gadis itu pikirkan kalau melihat semua foto dan pemberitaan ini?

"Nona Cindy memberikan klarifikasi tapi malah jadi blunder."

Adrian tersenyum miring begitu menggeser berita selanjutnya. Cindy menganggap tak ada yang salah dengan ciuman itu, hanya ungkapan kasih sayang di antara mereka. Yang salah adalah mereka yang mengambil foto dan menyebarkan seenaknya. Drama apa lagi ini? Ungkapan kasih sayang apanya? Itu hanya ciuman sepihak. Adrian tak menginginkannya tapi dia juga lemah karena tak secepatnya bertindak. Dia tak tega menolak gadis yang dulu pernah mengisi hatinya. Dia tak tega meski dia tahu yang mereka lakukan kemarin salah.

"She trapped you. She's smart."

"I guess so." Sial!

"Akan gue selidiki. Lo tenang aja. It's gonna be okay."

"No, it won't."

Firasat Adrian benar. Dia kembali masuk perangkap yang lebih besar. Gunawan Halim meminta pertanggungjawabannya karena merasa nama baiknya telah tercoreng. Demi Tuhan, Adrian tak melakukan apapun pada Cindy meski gadis itu menghabiskan malam di apartemennya. Cindy memang tidur di kamarnya sesuai keinginan gadis itu tapi Adrian sendiri tidur di sofa. Eric saksinya.

Andai Gunawan Halim tahu kalau putrinya sendirilah yang telah mencoreng nama baiknya dengan menggoda dan menciumnya lebih dulu. Adrian tak bisa membela diri, tak ada gunanya. Lalu opanya menawarkan solusi terbaik, pertunangan. Perjodohan mereka akan diresmikan.

Adrian tak bisa menolak. Lagi-lagi dia cuma bisa diam, membiarkan para orang tua menentukan masa depannya. Sedih rasanya saat dia sendiri yang akan menjalaninya tidak dilibatkan, bahkan tidak boleh memberi pendapat. Apa dayanya? Setidaknya Adrian mengajukan syarat pada opa dan ayahnya. Dia harus mengambil kesempatan selagi bisa bukan?

Just Three Words  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang