Sorry for typo(s)
__________________________
"Keparat kau!"
"Berhenti melawan atau kudorong kau ke jurang."
"Brengsek! Kau takkan berani melakukannya. Dia menyuruhmu untuk membawaku hidup-hidup bukan dalam keadaan yang tak bernyawa."
"Tubuhmu lemah, aku bisa membuatmu diam dengan mudah."
Bayangan seorang pria yang memukul wajah seorang lelaki terlihat dari sisi tebing yang hanya terdapat sedikit pencahayaan. Lelaki itu ambruk begitu wajahnya dipukul dengan sangat keras oleh pria itu. Hidungnya mengeluarkan darah. Tubuhnya sangat lemah dengan berbagai goresan luka pada lengan dan juga kaki. Pakaian yang ia kenakan juga terlihat sobek di beberapa tempat karena luka yang ia dapatkan.
Pria itu langsung menyeringai puas begitu melihat si lelaki ambruk. Ia segera membawa lelaki itu pada mobil yang diparkirkannya tidak jauh dari sana. Setelah memasukan lelaki itu ke dalam mobil dengan susah payah, pria tersebut ikut masuk ke dalam mobil dan duduk pada kursi kemudi. Tangannya mengambil ponsel dan menekan beberapa tombol di sana sebelum mulai melakukan panggilan telepon.
"Aman, Bos." ujarnya sambil menoleh pada jok belakang. "Perubahan rencana yang sangat brilian. Baik, aku akan ke sana secepatnya."
Menutup ponselnya, si pria pun menyalakan mesin mobil. Ia terdiam beberapa saat ketika memandang lelaki tak sadarkan diri yang sedang berada di belakangnya lewat kaca mobilnya. Senyum ironis menghiasi wajah pria itu.
"Sayang sekali, aku tidak bisa menerima tawaranmu beberapa jam yang lalu. Bos akan mengetahuinya dengan mudah. Kau salah karena sudah mempunyai masalah dengannya," ia mulai memundurkan mobilnya untuk memutar arah. "Dan yang jelas, kau terlalu berusaha untuk melindungi gadis itu hingga lupa seberapa liciknya orang yang sedang kauhadapi. Kalau sudah begini, kuharap kau masih punya sedikit keberuntungan, Malik."
Hanya derungan mobil yang terdengar setelah pria itu mengatakan hal itu. Setelahnya ia melaju dengan kecepatan tinggi di kegelapan malam dengan seorang lelaki tak sadarkan diri yang ada di belakangnya. Lelaki yang baru mengalami kecelakaan parah beberapa menit yang lalu. Lelaki yang semua orang mengira sudah meninggal dunia.
**
C l a r i s s e
Suasana di area balap sudah tidak seramai tadi. Orang-orang mulai meninggalkan arena begitu pemenang balap diumumkan. Mereka tampak sama sekali tidak antusias ketika penyerahan hadiah terjadi. Bahkan lelaki blonde dari gerombolan lain yang menjadi pemenang pun tampak tidak bahagia sama sekali.
Niall masih bertanya-tanya tentang bagaimana bisa mobilnya hangus. Ia tidak bertanya padaku tadi dan sekarang ia sedang mengecek mobilnya yang barada di parkiran. Kuharap setelah ia menyadari tentang kebenaran mobil itu ia tidak kemari lagi dan menanyakan segala pertanyaan yang sedang tak ingin kujawab sekarang.
Terlalu banyak yang kurasakan. Terlalu banyak penyesalan. Orang-orang mengklaim bahwa si pengendara pasti sudah mati dan jatuh ke jurang karena posisi mobil juga sudah hampir jatuh ke sana. Tapi, tidak. Aku masih belum percaya. Aku takkan pernah percaya sebelum aku melihat tubuhnya yang sudah tidak bernyawa dengan mata kepalaku sendiri.
Air mataku terasa kering. Aku ingin berteriak sekeras mungkin sekarang. Aku ingin memanggil namanya dan berkata bahwa masih ada banyak hal yang harus ia sampaikan padaku. Aku ingin memberinya kesempatan. Aku juga marah kepadanya. Mengapa ia mau menggantikanku melakukan balap? Aku bahkan belum sepenuhnya menerima permintaan maafnya. Mengapa ia masih mau melindungiku? Mengapa ia mau mengorbankan dirinya sendiri untukku?
KAMU SEDANG MEMBACA
Protect You || Malik [au]
Fanfiction"Ini hanya tentangku yang kau benci. Tentangku yang terlalu takut kehilanganmu. Tentangku yang mencintaimu dan terlalu pengecut untuk mengatakan yang sebenarnya padamu. Tapi, kumohon, jangan lagi mencoba menjauh dariku. Aku hanya ingin kau di sini...
![Protect You || Malik [au]](https://img.wattpad.com/cover/19988280-64-k658219.jpg)