edited.
__________________
Aku memasuki mobil dengan senang. Malam ini, semuanya berjalan lancar dan yang terpenting adalah aku berhasil membawa pulang uang. Jadi, untuk seminggu ke depan aku tidak akan bingung untuk makan apa. Tabunganku juga sepertinya sudah cukup untuk menyewa apartemen.
Aku sungguh sangat tidak enak kepada Liz ; temanku, aku sudah sangat merepotkannya dengan tinggal bersamanya di flatnya yang tidak terlalu besar. Dan, yeah, Aku memang sangat merepotkannya karena aku juga membawa adikku juga untuk tinggal bersamanya.
Kunyalakan mobil dengan kecepatan sedang. Tidak ada yang menarik untuk malam ini, tapi aku sangat bersyukur akan itu.
Harry, masih angkuh seperti biasa. Bob, masih sering menggoda setiap perempuan. Max, masih memasang taruhan besar. Dan yang lainnya juga masih normal. Aku tidak mungkin mengatakannya satu persatu. Itu karena jumlah mereka cukup banyak.
Mengenai pekerjaanku, aku tidak tau kalau ini legal ataupun tidak. Yang terpenting adalah uang. Aku sangat membutukan uang untuk biaya kuliahku dan biaya sekolah Adikku, Bels.
Setiap malam, atau paling tidak tiga hari sekali aku akan selalu keluar malam untuk mencari uang. Pekerjaanku memang di malam hari. Tapi, kalian jangan prnah berpikir kalau aku berprofesi sebagai jalang. Cih, jangan sampai. Aku masih mempunyai harga diri.
Bagaimana aku menamakan pekerjaanku? Entahlah, aku juga tidak tau. Yang jelas, aku sering sekali berkumpul dengan para brengsek. Kalau bisa memilih, aku tak pernah ingin berkumpul apalagi berteman dengan orang seperti mereka. Tapi ini satu-satunya jalan agar aku bisa mendapatkan uang banyak dan cepat. Hanya itu.
Kuparkirkan mobil, di tanah kosong samping flat milik Elizabeth, lebih singkatnya Liz. Dia tidak mempunyai garasi, karena memang flat-nya tidak di desain seperti itu.
Aku hanya menggunakan tempat yang memang sudah ada. Seperti tanah kosong ini misalnya. Tidak pernah sekalipun aku berpikir tentang pencuri, dan selama itulah mobilku aman.
Aku berjalan sambil mengeratkan jaket kulitku, kumasukan kunci mobil ke dalam saku. Suasana sudah sepi, mungkin semuanya sudah tidur. Jadi, aku harus berjalan sehati-hati mungkin tanpa membuat kegaduhan.
Setelah mencoba berhati-hati. Ternyata usahaku sia-sia saja. Liz dan Bels, mereka ternyata sedang menonton televisi.
Melihatku datang, Bels langsung memberikan cengiran khasnya. Dan Liz langsung menoleh saat dia melihatku. Dia masih memasang wajah datar. Dan, yah, dia sedang marah padaku sejak kemarin.
Ku lepaskan jaket kulit yang ku kenakan, dan aku pun duduk di depan mereka sambil mengeluarkan uang tadi.
"Sampai kapan kau akan melakukan hal itu lagi Clar?" Liz mendelik padaku. Dan aku tersentak, kuletakan uang yang sedang kuhitung itu di atas meja.
"Aku tidak akan berhenti, Liz. Ini pekerjaanku." ucapku selembut mungkin. Liz, terlalu melebih-lebihkan segala hal. Dia sangat takut kalau aku kenapa-napa. Tapi, itu takkan pernah terjadi. Aku selalu bisa menjaga diriku sendiri.
"Balap liar tidak pantas disebut pekerjaan." jawabnya datar. Dia melipat tangannya di depan dada. Itu adalah ekspresi intimidasi yang sering ditunjukannya.
Aku menghela nafas lelah, Liz selalu mengungkit hal ini. Sungguh tidak penting. Yang terpenting, aku masih pulang dengan kepalaku yang tetap utuh bukan?
"Sudahlah, jangan membahas hal itu lagi. Balap liar hanyalah satu-satunya caraku untuk mendapatkan uang,"
"dengan cepat." tambahku saat melihat mata Liz yang mulai menyipit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Protect You || Malik [au]
Fanfiction"Ini hanya tentangku yang kau benci. Tentangku yang terlalu takut kehilanganmu. Tentangku yang mencintaimu dan terlalu pengecut untuk mengatakan yang sebenarnya padamu. Tapi, kumohon, jangan lagi mencoba menjauh dariku. Aku hanya ingin kau di sini...
![Protect You || Malik [au]](https://img.wattpad.com/cover/19988280-64-k658219.jpg)