Sorry for typo(s)
_________________________________
Esok harinya, aku terbangun dengan lengannya yang masih melingkari pinggangku. Aku mendongak dan mendapatinya yang masih terlelap. Matanya tertutup rapat, napasnya teratur. Ia sama sekali tidak bergerak barang sedikit pun. Hal yang menandakan bahwa ia tidak menyadari bahwa aku sudah bangun.
Merasa sedikit lega dengan kenyataan itu, aku mengurungkan niat untuk langsung bangun. Sudah lama sekali sejak terakhir kalinya aku mendapati ia yang seperti ini. Zayn yang sedang tertidur dengan wajah damai seakan-akan semua beban di pundaknya sudah sepenuhnya terangkat. Ekspresi tenang yang sangat kusukai sehingga membuatku berpikir bahwa aku bisa saja terus-menerus melihatnya tanpa merasa bosan.
Perlu beberapa menit bagiku untuk tersadar bahwa masih banyak hal yang harus kulakukan hari ini. Pagi ini. Bukan hanya menikmati wajah tampannya yang sedang terlelap.
Menghela napas pelan, aku dengan hati-hati mengangkat tangannya yang masih berada di pinggangku. Memindahkannya ke sisi lain tanpa harus membuatnya terbangun. Rasanya sangat berat untuk sekedar bangun. Maksudku, berada di dekatnya membuatku nyaman. Hal itu akan bertambah berkali-kali lipat setelah lama tidak bersamanya.
Aku membenarkan posisi selimut sebelum benar-benar beranjak keluar. Zayn sepertinya akan bangun sebentar lagi. Entahlah, yang jelas dulu biasanya ia selalu bangun pagi. Bahkan ia sering kali bangun lebih dahulu daripada aku. Tapi sepertinya sekarang memang waktunya untuk berubah. Aku tidak mungkin terus menerus bersikap acuh dan seenaknya sendiri. Lagi pula, aku juga sudah belajar banyak darinya. Ingat dengan ia yang memaksaku masuk kuliah di hari pertama kami bertemu?
Nah, itu salah satu hal yang ia ajarkan padaku.
Aku mengambil celana jeans yang semalam kugantungkan lalu membawanya ke kamar mandi. Lantai kamar mandi terasa dingin begitu aku menapakan kaki di sana. Aku mengabaikan perasaan itu dan langsung menutup pintu dari dalam, menguncinya. Sepertinya musim panas tetap terasa dingin kalau masih pagi.
Tidak mau berlama-lama di sini, aku segera melepas semua pakaian yang kukenakan sebelum mulai mandi secepat yang kubisa. Air dingin membuatku sedikit menggigil, tapi aku masih bisa menanganinya sampai aku selesai dan langsung mengeringkan diri menggunakan handuk yang terlipat rapi di sisi kamar mandi.
Kukenakan baju yang semalam kupakai sebelum keluar dari kamar mandi. Biarlah, untuk sementara aku mengenakan ini dulu dan akan menggantinya ketika sampai di rumah nanti. Sekarang masih pukul setengah tujuh. Kurasa Bels tidak masalah kalau aku pulang sedikit siang.
Aku harus membuat sarapan dulu sebelum pergi dari sini. Zayn juga sudah mengetahui alamat Jeanny, jadi kurasa itu tidak masalah kalau aku pergi tanpa sepengetahuannya. Aku membuka lemari pendingin untuk memastikan ada bahan makanan yang bisa kubuat atau tidak. Namun sialnya aku lupa sesuatu. Zayn baru tiba di sini hari kemarin. Tentu saja semuanya masih kosong. Aku menutup pintu lemari setelah menyadari bahwa perkiraanku sangatlah benar. Tidak ada apapun di sana. Bahkan air putih sekali pun.
Di lantai dasar pasti ada sebuah mini market. Atau tempat apapun untuk membeli sesuatu. Aku bisa saja ke sana. Tapi, aku sama sekali tidak membawa uang sekarang. Tadi malam aku hanya berniat menemani Marline. Tidak lebih. Siapa yang menyangka kalau aku akan berakhir di sini.
Omong-omong mengenai Marline, sepertinya aku perlu berbicara padanya sepulang dari sini. Ada banyak hal yang ingin kutanyakan.
Aku membalikan badan, berniat untuk mengambil jaketku yang barada di kamar tepat ketika dahiku terasa membentur sesuatu.
"Melamun?" Mengusap kening dengan pelan, aku mendongak dan mendapati Zayn yang tengah menatapku dengan alis terangkat. Aku mundur satu langkah untuk bisa melihatnya dengan jelas tanpa perlu mendongak. Ia terlihat sudah mandi meskipun hanya mengenakan jeans dan kaus putih polos. Aku berusaha tidak memikirkan berapa lama aku melamun sampai tidak menyadari keberadaannya dari tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Protect You || Malik [au]
Fiksi Penggemar"Ini hanya tentangku yang kau benci. Tentangku yang terlalu takut kehilanganmu. Tentangku yang mencintaimu dan terlalu pengecut untuk mengatakan yang sebenarnya padamu. Tapi, kumohon, jangan lagi mencoba menjauh dariku. Aku hanya ingin kau di sini...
![Protect You || Malik [au]](https://img.wattpad.com/cover/19988280-64-k658219.jpg)