Seorang pria paruh baya langsung tampak pada indra penglihatanku ketika kami masuk ke dalam rumah milik Safaa. Pria itu sedang duduk di sofa depan dengan kedua tangan membentangkan koran, membuat wajahnya tidak bisa kulihat. Ia jelas sekali memakai setelan jas, seperti seorang pengusaha pada umumnya, dan dari sudut mataku, aku sempat melihat rambutnya yang berwana kecoklatan. Sangat berbeda dengan Safaa ataupun Zayn yang memilik warna rambut hitam.
Safaa berdehem pelan, membuat pria itu, William, menurunkan koran yang sedang ia baca. Dan ketika Safaa mengucapkan salam, ia pun hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum tipis.
Orang yang berkepribadian hangat, pikirku.
Bagaimana mungkin Zayn sangat membencinya?
“Ah, Nak, maafkan aku. Aku sepertinya meninggalkan ponselku di kantor, harusnya kau menghubungi telepon rumah saja agar aku bisa menjemputmu.” Ujarnya.
Safaa menggeleng, “Tidak perlu, Dad. Aku bisa pulang sendiri, dan ternyata aku juga mendapat tumpangan,” ia tersenyum jahil ketika menolehkan kepalanya padaku. “Tumpangan dari dia. Nah, kenalkan, Dad, Ini Clarisse. Kekasih Zayn, calon kakak iparku.”
Aku tidak tahu harus berkata apa setelah mendengar apa yang Safaa katakan. Ia baru saja memperkenalkanku sebagai kekasih kakaknya, tepat di depan ayahnya sendiri. Yang juga ayah angkat Zayn.
Oh, bagaimana bisa aku lupa jika anak seumuran Safaa sedang memiliki tingkat kejahilan yang luar biasa tinggi?
Aku tersenyum sekenanya ketika William mengarahkan pandangannya padaku. Kukira ia akan berkomentar hal yang buruk, tapi ternyata ia terseyum.
“Jadi, kau adalah gadis yang selama ini ia maksud? Pantas saja, kau terlihat cantik,” Pujian yang biasanya membuatku mual tiba-tiba terasa hangat saat ia yang menyampaikannya. Maksudku, hal itu juga terjadi pada Zayn. Tapi, ini berbeda. “Duduklah, kebetulan sekali karena kau sudah ada di sini. Aku ingin bercerita sesuatu, yeah, Zayn tidak mau membawamu ke sini kemarin. Benar?”
Aku mengangguk dan duduk di sofa yang berseberangan dengannya. Safaa pamit untuk ke kamarnya dan berganti baju ketika William menawarinya duduk juga. Sungguh pengertian, aku tahu gadis itu melakukannya karena tidak ingin aku merasa tak nyaman ketika berbicara dengan William.
Perasaan canggung merayapi diriku ketika ingin menanyakan sesuatu. Aku takut jika ia tersinggung jika aku langsung memulai pembicaraan dengan hal tentang Zayn. Memang, ia terlihat ramah dan juga bijaksana. Aura itu sudah mewakili semuanya, hal yang sangat berbanding terbalik dengan apa yang ada dalam diri Zayn.
Lelaki itu lebih mempunyai aura intimidasi, namun juga rasa nyaman di saat yang sama. Aku tidak yakin jika semua orang merasakan hal yang sama ketika berada di dekat Zayn. Tapi itulah yang kurasakan ketika sedang bersamanya.
“Rileks saja,” ungkapnya tiba-tiba. Ia tersenyum ketika aku memandangnya ragu. “Aku bukan sesorang yang berkata dingin ataupun suka membentak ketika bertemu orang baru. Kau boleh bertanya apapun mengenai Zayn dan aku akan menjawab semampuku.”
Perkataannya sama sekali tidak membuatku lebih rileks. Itu justru semakin membuatku lebih bingung bagaimana mengawali pembicaraan dengan dia.
“Zayn pasti memberitahuu kalau aku orang yang buruk, benar?” tanyanya, ia menyesap kopi yang berada di atas meja.
Aku mengangguk singkat, mulai yakin jika aku bisa bercakap-cakap dengannya, mengabaikan pikiran mengenai Zayn yang pasti akan marah jika mengetahui apa yang kulakukan sekarang.
“Ia berkata kalau ia membencimu. Tapi aku tidak tahu persis apa penyebabnya, ia hanya berkata kalau kau memperalatnya.”
Senyum lelah mampak pada wajahnya yang mulai berumur. Dia belum terlalu terlihat tua, ya karena kuakui William tidak seperti orang seumurannya. Dia tampak lebih bijaksana, namun ia sama sekali tidak nampak tua untuk orang seumurannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Protect You || Malik [au]
Fanfiction"Ini hanya tentangku yang kau benci. Tentangku yang terlalu takut kehilanganmu. Tentangku yang mencintaimu dan terlalu pengecut untuk mengatakan yang sebenarnya padamu. Tapi, kumohon, jangan lagi mencoba menjauh dariku. Aku hanya ingin kau di sini...
![Protect You || Malik [au]](https://img.wattpad.com/cover/19988280-64-k658219.jpg)