sorry for typo(s)
______________________________
Aku memeluk diriku sendiri saat angin kencang menerpa kulitku. Semua di luar perkiraan. Aku mengira hari ini akan cerah. Jadi, pagi tadi sewaktu akan berangkat ke kampus aku mengabaikan pesan Bels yang menyuruhku untuk memakai mobil.
Tapi kenyataannya malah salah. Tepat saat aku keluar dari kelas, langit sudah sangat hitam sehingga membuatku terburu-buru keluar dari kampus untuk mencari bus agar dapat sampai ke apartemen sebelum hujan tiba. Namun seperti biasa, nasib buruk selalu menghampiriku. Aku kehujanan di tengah perjalananku menju hatle.
Dan disinilah aku sekarang, memeluk diriku sendiri yang kedinginan karena hujan lebat. Kugosokan kedua telapak tanganku sekali lagi, ini sudah kesekian kalinya aku melakukan itu untuk sedikit menghangatkan tubuh. Tapi hal itu tetaplah sia-sia karena aku sudah kehujanan sebelum sampai ke halte ini, dan sekarang aku sudah benar-benar basah karena guyuran air hujan.
Kuedarkan pandanganku ke sekitar, sudah hampir dua jam aku duduk sendirian di halte ini. Tapi belum ada satu pun bus yang melintas.
Sialan. Aku bisa mati kedinginan jika seperti ini terus.
Mobil-mobil pribadi dan kendaraan pribadi lain terus berlalu lalang di jalanan. Memang, tidak semuanya orang mengendarai kendaraan. Ada juga yang berjalan kaki, tapi mereka berjalan kaki dengan sebuah payung untuk melindungi tubuh mereka dari hujan. Dan kalau kutebak, rumah mereka pasti tidak jauh dari sini karena mereka memilih berjalan kaki.
Sedangkan aku? Aku butuh waktu dua puluh menit untuk sampai ke apartemen dengan naik kendaraan umum. Hal itu akan sangat mustahil jika aku memutuskan untuk berjalan kaki sampai ke apartemen dengan keadaan hujan-hujanan tanpa pingsan.
Menghembuskan nafas, aku meniup-niup kedua tepak tanganku, berharap keadaanku akan lebih baik. Hujan sederas ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat, aku yakin. Ini pasti akan memakan waktu hingga satu atau dua jam lagi. Dan memikirkannya membuatku putus asa. Perutku yang lapar juga sama sekali tidak membantu.
Aku masih dalam keadaan seperti ini sampai aku merasa tidak tahan lagi. Perutku sudah sangat lapar, membuatku merasa mual. Aku juga sudah sangat kedinginan. Saat mencoba untuk kembali menyalakan ponsel, aku tidak berhasil. Poselku yang kutaruh pada saku celana jeans, mati karena terkena air.
Perlu waktu beberapa menit untukku menyadari bahwa ada sebuah kedai kecil di ujung jalan. Jaraknya cukup jauh, tapi aku meyakinkan diri kalau aku bisa sampai kesana.
Mengambil nafas dalam, aku mengeratkan jaketku yang basah. Aku berdiri dengan sebuah tas punggung yang kusampirkan di bahu kananku, lalu berjalan menjauhi halte.
Guyuran hujan kembali membasahi rambutku yang sudah mulai mengering. Tapi aku tidak peduli, yang terpenting aku bisa mengisi perutku agar tidak pingsan kelaparan. Aku sedikit lega saat menyadari kalau tasku anti air, hal itu sangat membantu mengingat derasnya hujan dan juga tasku yang berisi berbagai macam buku dan juga tugas yang belum sempat kuselesaikan.
Aku mengerjapakan mata dan juga mengusap wajahku karena terkena banyak air.
Sialan, ini tidak semudah yang kupikirkan. Jarak kedai itu masih jauh dan aku sudah menggigil di tengah jalan. Aku mempererat jaketku dan juga mempercepat langkahku, berharap dengan itu akan sedikit membantuku sampai kesana dan juga tidak menggigil.
Tapi sayangnya, aku malah merasakan kakiku memberat. Sangat sulit dilangkahkan karena tubuhku yang benar-benar menggigil. Bibirku bergetar hebat menahan rasa dingin ini.
“Ta-tahan Clarisse…” ucapku sedikit gemetar.
Aku memaksakan diri untuk tetap melangkah, dan saat itu juga aku merasa pandanganku memburam. Kepalaku sangat pusing bukan main. Aku mengerjapkan mata untuk mencoba mengatasinya, tapi sialnya hal itu tidak berhasil. Aku terhuyung dan hampir terjatuh jika tidak ada seseorang yang memegang lenganku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Protect You || Malik [au]
Fanfiction"Ini hanya tentangku yang kau benci. Tentangku yang terlalu takut kehilanganmu. Tentangku yang mencintaimu dan terlalu pengecut untuk mengatakan yang sebenarnya padamu. Tapi, kumohon, jangan lagi mencoba menjauh dariku. Aku hanya ingin kau di sini...
![Protect You || Malik [au]](https://img.wattpad.com/cover/19988280-64-k658219.jpg)