p.s
sorry for typo(s)
__________________
Aku berkali-kali mengerjapkan mata sewaktu berjalan mendekati mereka. Aku pikir sedikit mabuk –seperti yang dikatakan Rose – tidaklah buruk untukku. Tapi, nyatanya aku merasa sangat pusing karena ini. Sial, sebenarnya seberapa banyak kadar alkohol yang mereka tuangkan di dalam segelas minuman? Aku jadi ragu dengan rencana Rose, dia berpikir dengan minumnya aku, akan memperlancar rencana. Tapi sepertinya hal itu hanya memperburuk rencana.
“Duduk di sampingku, Clar.” Ucap seseorang samar-samar di telingaku.
Aku mengerjap untuk memusatkan pandangan pada orang yang barusan berkata padaku. Dan ujung bibirku sedikit menyunggingkan senyum ketika mengetahui bahwa orang itu adalah Rose. Dia sedang mengisyaratkanku untuk duduk di sampingnya, dia juga sedikit melirikan matanya ke arah samping kanannya dimana Luke berada.
Dia berusaha memberiku kode.
Bagus, sepertinya alkohol sama sekali tidak mempengaruhi Rose. Dia terlihat masih sangat segar. Tidak sepertiku. Buktinya, dia memiliki ide cemerlang.
Rose menempatkanku diantara dia dengan Luke. Sehingga aku lebih dekat dengan Luke dan mempermudah rencana yang telah kami susun. Atau mungkin lebih tepatnya, rencana yang telah Rose susun.
Dengan keadaan kepala yang sangat pusing, aku melangkahkan kaki mendekati Rose. Walaupun Harry dan yang lain sedang berkata sesuatu yang membuat mereka semua tertawa, aku sama sekali tidak bisa menangkap apa yang dia bicarakan. Aku terlalu pusing untuk mendengar leluconnya yang tidak lucu.
Ketika sudah sampai di depan Rose –hanya tinggal duduk dan semuanya selesai dengan aman – aku merasa kepalaku berdenyut lebih parah dari sebelumnya. Itu menyebabkan pandanganku memburam dan, aku berusaha mengerjapkan mata berkali-kali. Namun sayangnya aku terlambat.
Aku tersandung kaki meja dan terjatuh.
Aku terjatuh tepat di –Astaga.
Menelan ludah, aku mengerjapkan mata untuk kesekian kalinya. Namun, ini aku bertemu dengan mata biru laut yang asing karena aku sendiri baru melihatnya tadi, saat Zayn tidak membolehkanku untuk membalas jabatan tangannya.
Luke, aku tahu ini dia.
Aku jatuh tepat dia pangkuannya.
Sial, aku tidak tau harus bersyukur atau justru mengucapkan serangkaian umpatan karena kejadian ini. Di lain sisi aku harus bersyukur karena dengan ini maka akan mempermudah rencanaku. Tapi disisi lain, aku merasa perlu mengeluarkan umpatan karena terjatuh adalah hal memalukan.
Rangkaian pikiran bodohku langsung terpecah ketika aku menyadari Luke masih menatapku sejak tadi. Lengan kirinya ada di bawah punggungku, lengan kanannya memegang lengan kananku agar aku tidak terjatuh ke lantai.
Aku berusaha untuk bangkit dan meminta maaf. Namun sepertinya aku terlambat lagi. Aku merasa Luke semakin menarik diriku padanya sehingga kami menjadi sangat dekat. Hal yang kemudian aku sadari adalah bibirnya yang sudah berada di bibirku.
Dia menyapukan bibirnya di bibirku, menciumku lembut. Sangat lembut, membuatku tanpa sadar mengalungkan kedua tanganku pada lehernya dan memperbaiki posisi dudukku agar dapat terduduk di pangkuannya.
Aku terbawa suasana sehingga aku lupa akan semua rencana yang telah kupikirkan sejak tadi. Namun semua itu tidak berlangsung lama. Aku tersadar dengan cepat ketika seseorang menginterupsiku –menginterupsi kami.
“Clarisse, what the fυck are you doing?!” Zayn menggeram marah, dia menghampiriku dan menarik lenganku paksa.
Aku tersentak dan otomatis langsung menjauhkan diriku dari Luke. Aku berdiri dengan linglung karena efek alcohol dan juga karena ciuman tadi. Luke menciumku lembut dan itu membuatku-
KAMU SEDANG MEMBACA
Protect You || Malik [au]
Fanfiction"Ini hanya tentangku yang kau benci. Tentangku yang terlalu takut kehilanganmu. Tentangku yang mencintaimu dan terlalu pengecut untuk mengatakan yang sebenarnya padamu. Tapi, kumohon, jangan lagi mencoba menjauh dariku. Aku hanya ingin kau di sini...
![Protect You || Malik [au]](https://img.wattpad.com/cover/19988280-64-k658219.jpg)