Pukul : 5.00 P.M
Zayn mengalihkan pandangan dari layar laptopnya ketika mendengar suara getaran ponsel. Ia melirik ponselnya sekilas sebelum berdecak malas dan mengangkatnya.
Dia lagi ucapnya dalam hati.
“Hallo”
“Ada apa?” tanyanya tanpa memedulikan sapaan orang yang menelepon.
“Pulanglah, aku benar-benar membutuhkan bantuanmu”
“Tidak”
“Perusahaan kritis. Aku benar-benar membutuhkanmu. Charlie bisa saja melakukan apapun demi memenangkan semuanya”
“…”
“Dia bisa saja turun tangan dan menyakiti orang-orang yang ada di sekitarmu. Tak terkecuali, Gadis itu”
Zayn mendesis, “Aku tidak mempunyai urusan lagi denganmu dan musuhmu. Jangan bawa-bawa dia. Aku bersumpah, kau tidak akan aman jika kau menganggunya”
“Itu semua di luar kendaliku. Maaf, tetapi Chalie masih mengincarmu Zayn. Kau yang menghancurkan usahanya waktu itu”
“Aku melakukannya atas dasar kemauanmu” jawab Zayn dingin.
“Yeah, kau benar. Jadi kau harus menuntaskan semua kemauanku jika tidak ingin orang yang selama ini kau lindungi itu dalam bahaya. Bukan hanya orang itu, Charlie bisa saja membahayakan orang yang paling di sayanginya”
“Persetan dengan itu” umpat Zayn, dia lalu memutuskan sambungan telepon dan kembali berkemelut dengan masalah yang lagi-lagi belum di selesaikannya.
**
Pukul : 12. 30 A.M
“Sudah ada jawaban?” tanya seseorang, menyentakku yang sedang sibuk menghubungi Bels.
“Tidak” ucapku pasrah.
“Dia bilang akan kemana?” tanya seseorang itu lagi.
“Dia tidak mengatakan kemana dia pergi. Dia hanya pamit untuk sedikit bersenang-senang dengan temannya. Aku sangat menyesal mengijinkan dia pergi” Aku menghela nafas.
Aku beri tau kalian, sekarang aku sedang bersama Liz di flat-nya. Bukan untuk mengunjunginya, aku disini karena sedang mencemaskan Bels yang belum juga pulang. Padahal sekarang sudah pukul 11 malam.
Ponselnya tidak aktif, aku sudah menghubungi temannya, tapi dia berkata jika Bels sudah pulang sejak empat jam yang lalu. Aku sudah mencarinya, namun dia tetap tidak di temukan. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk menemui Liz, aku sangat berharap jika ada Bels disini. Tetapi dia juga tidak di sini.
Aku sangat mengutuknya sekarang. Bisa-bisanya dia kembali membuatku cemas? Bels sudah berjanji untuk tidak pulang larut. Dia bahkan berangkat siang tadi. Mengingat dia yang tidak membawa kendaraan sendiri malah membuatku tambah cemas.
Dimana kau Bels? Angkat teleponnya, awas saja nanti kalau kau sudah pulang.
“Masih tidak bisa di hubungi” ucapku putus asa sambil menyenderkan punggungku pada sofa.
“Dia … akan pulang” kata Liz ragu.
Jika biasanya aku akan mengangguk dan mulai marah-marah tidak jelas, kali ini tidak. Akuu mempunyai firasat lain. Aku merasa jika…
“Dia tidak ada di rumah temannya, dan semua temannya itu sudah ku hubungi. Tapi tak seorang pun tau akan keberadaanya. Aku sudah hampai lima kali menghapiri tempat favoritnya, dia tidak ada juga. Aku sudah kembali ke apartemen, siapa tau dia sudah pulang. Tapi dia tetap belum pulang”
KAMU SEDANG MEMBACA
Protect You || Malik [au]
Fanfiction"Ini hanya tentangku yang kau benci. Tentangku yang terlalu takut kehilanganmu. Tentangku yang mencintaimu dan terlalu pengecut untuk mengatakan yang sebenarnya padamu. Tapi, kumohon, jangan lagi mencoba menjauh dariku. Aku hanya ingin kau di sini...
![Protect You || Malik [au]](https://img.wattpad.com/cover/19988280-64-k658219.jpg)