Bab 1. Transmigrasi

17.8K 515 12
                                        

Rasya berjalan keluar kamar, menguap dengan malas, tidur nyenyaknya di jam 9 pagi diganggu oleh suara bising dari kamar sebelah, kamar kakaknya. Ia dengan malas berjalan ke depan pintu, mengetuknya pelan, namun tak ada balasan.

'Kak Carlos mana sih??' Tangannya menggenggam gagang pintu, iseng memutarnya. Terbuka. Rasya melirik sekitar, rumah sepi, sepertinya para pelayan sedang cuti di hari Minggu.

Ia mendorong pintu, masuk ke dalam dengan niat mengejutkan Carlos dengan bersembunyi di kamarnya. Tapi, seisi kamar yang penuh dengan layar monitor membuatnya setengah tercengang,

Rasya melangkah masuk, memperhatikan seisi ruangan yang benar-benar menggelikan buatnya. Foto-foto yang diambil dari belakang menempel di dinding, kamera di meja, dan barang-barang wanita di atas tempat tidur.

Tapi yang paling menyita perhatiannya adalah beberapa layar monitor yang mengintai ke beberapa tempat, kamar tidur, kamar mandi, taman belakang, dan-

'Eh? Bentar...! Kok... susunan barangnya mirip kamar gue?' Ia membalikkan badan, berjalan cepat ke arah tempat tidur dan memeriksa barang-barang di sana dengan sedikit jijik. "Yang bener aja... bangsat. Ini semua barang-barang gue??"

'Kok? Berarti, kamar mandi di layar... kamar mandi kamar gue?!'

"Ah~ gue ketahuan, ya?"

Tubuh Rasya menegang, tangannya mengepal. "Kak Carlos, semua ini... apa?"

"Lo nggak mungkin sebodoh itu sampai ga sadar, kan, Rasya~" Carlos berjalan mendekat, membalikkan badan Rasya dan menggenggam erat tangannya. "Rasya, ini udah lama, bahkan gue udah lupa, tapi, gue suka sama lo. Maaf baru berani bilang sekarang."

Napas Rasya tercekat, air mata menggenang di pelupuk matanya. "Aku adikmu, ingat?" tanyanya, suaranya bergetar oleh emosi yang campur aduk.

"Rasya, kita itu bukan saudara kandung." Carlos mengusap air mata yang mengalir di pipi Rasya, tersenyum dan mencium punggung tangan Rasya. "Lo terima atau gak? Ya, kalau lo nggak terima, gue punya banyak cara ngebuat lo tetep ada di samping gue, kapanpun dan di manapun lo berada~"

🌺🌺

"Kapan dia bisa bangun?"

"Maaf, Tuan Besar. Nona Muda mengalami cedera serius di kepalanya, yang menyebabkan Nona mengalami geger otak."

"Dokter Aziz, jika Cucu saya tidak sadar dalam 24 jam. Maka kamu akan menerima akibatnya!"

Sang Dokter hanya bisa mengangguk pasrah saat Pria berkepala 8 itu berjalan keluar, dia menatap gadis imut yang tertidur sangat lelap. 'Tolong segeralah sadar, Nona Muda. Jika tidak, saya juga akan bernasib sama seperti Dokter-dokter yang lain.'

🌺🌺

Memulai menghubungkan...

Jiwa terdeteksi!

"Selamat datang di kota L, Nona Lyora. Mulai saat ini, saya akan jadi Sistem yang akan menemani Anda selama perjalanan."

'Ugh ... suara apa itu?'

"Hum ... sepertinya belum bersatu dengan benar, kembali menghubungkan ... gagal, terjadi kesalahan dalam menghubungkan."

'Huh? Menghubungkan apa?' Gadis imut dengan wajah oval yang tampak pucat perlahan-lahan membuka matanya, kornea mata berwarna hazel tampak berkilau saat diterpa cahaya lampu. 'Ugh, sakit sekali. Apa aku, di rumah sakit?'

NalendLyora [Transmigrasi]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang