𝑺𝑰𝑩𝑳𝑰𝑵𝑮'𝑺
—(♡♡𝓗𝓪𝓹𝓹𝔂 𝓡𝓮𝓪𝓭𝓲𝓷𝓰♡♡—
-
-
𝑼𝒑𝒅𝒂𝒕𝒆 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒎𝒆𝒏𝒆𝒏𝒕𝒖 🙏
-
-
𝑺𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝒔𝒖𝒌𝒂
-
-
————
___________________________________
Gelap nya malam membuat suasana di sekitar sekolah menjadi lebih menyeramkan apalagi di tambah dengan rentetan kasus yang terjadi di sekolah tersebut.
Pencahayaan sepanjang lorong sekolah hanya lampu dengan Watt rendah, itu sebabnya butuh effort lebih untuk memberanikan diri menginjakkan kaki di sana.
Sama seperti dua gadis berjaket kulit di kejauhan sana—Abigail dan Amarah.
Mereka tampak berjalan perlahan menyusuri lorong sekolah.
Mereka mengendap-endap menuju bangunan sekolah bagian belakang. Tepatnya di area gudang. Keduanya berjalan sembari terus mengeratkan jaket ke tubuh untuk menghalau udara malam yang begitu menusuk.
Tepat di depan pintu mereka berhenti. Keduanya saling pandang terlebih dahulu.
"Lo yakin....? I-Ini di sekolah lho! Lo gak takut gitu?" Abigail terlihat tak yakin dengan rencana gila amarah. Tangannya bahkan sudah gemetar duluan.
Keraguan Abigail sama sekali tidak melunturkan niat awal amarah.
"Gue yakin seratus persen," Gadis itu sudah sangat bulat dengan keinginan nya.
Amarah menyempatkan diri untuk mengamati sekeliling nya Sebelum membuka pintu gudang. Dirasa situasi aman ia pun, segera memutar kenop pintu lalu mendorongnya masuk.
Aura di dalam terasa lebih menyeramkan daripada di luar. Gelap nya ruangan itu membuat bulu kuduk keduanya meremang.
"Mara... Kenapa gelap banget sih? Serem tau..." Lirih Abigail merapatkan tubuhnya ke amarah. Ia ketakutan.
Amarah berdecak—menepis tangan gadis itu, risih sekali terus di tempeli oleh sahabatnya itu.
"Lo bisa gak sih gak usah nempel nempel?! Ini gue susah mau jalan! Minggir!" Ketus nya.
"Ish, Lo yang ngajakin gue padahal. Tau gitu mending gue tidur di kamar gue, ikut lo malah kena mental mulu," Abigail menggerutu kesal.
"Udah diam! Ntar...gue cari saklar nya dulu." Amarah meraba dinding berusaha mencari letak saklar lampu.
Selang beberapa saat kemudian ia pun menemukan apa yang ia cari.
Klik
Bleez
Kedua gadis itu kompak menengadah ke arah lampu yang sedikit hidup lalu mati.
"Lampunya rusak mar!" Seru Abigail.
"Bentar." Amarah mematikan sejenak lalu kemudian kembali menyalakan lampu itu dan ternyata berhasil. Lampu itu sudah menyala normal kembali.
Ruangan yang tadinya gelap sekarang sudah mulai terang.
Hmmphh
Suara yang berasal dari mulut terikat itu menginterupsi keduanya. Mereka berjalan mendekat setelah menutup pintu dan menguncinya, takut jika ada yang datang dan melihat perbuatan mereka.
Terlihat seorang gadis yang tengah terikat di bangku kayu. Ia berpakaian putih yang panjang nya menutupi mata kakinya sehingga satu kekurangan tak begitu terlihat, itu Embun. Gadis yang niatnya ingin mengikuti latihan biola. Sayang sekali ia tiba-tiba di cegat oleh seorang pria lalu di bawa ke gudang terbengkalai ini.
Matanya mengedar—meneliti dua wajah di hadapannya.
"Hai... Embun. Kita ketemu lagi!!" Amarah berjalan menuju Embun dengan wajah bengis.
KAMU SEDANG MEMBACA
sibling's
RandomJANGAN LUPA VOTE YA GUYS!!!❤️ Ini kisah pelangi yang indah disandingkan dengan Embun yang penuh dengan kesederhanaan. •Dua gadis, dengan dua karakter yang berbeda. •Kisah yang di bumbui dengan tragedi, serta teror misteri pembunuhan berantai. •sebua...
