Bab 50 : start

43 8 2
                                        


Happy reading ❣️

*****

"Topeng ini sudah rusak. Cepat bawakan aku topeng yang sama! Harus persis dengan yang ini!" Pintanya dengan nada dingin mencekam. Walaupun suaranya manis tapi intonasi yang ia gunakan mampu membuat para pria dewasa di hadapannya ini tak berkutik.

"Baik nona, akan saya ambilkan yang baru. Permisi nona muda." Lelaki itu lantas berlalu.

Sementara si gadis kembali memakai topeng yang telah robek di salah satu sisi nya. Perlahan ia melangkah mendekati cermin besar yang berdiri kokoh di sisi jendela kaca.
Gadis itu menyeringai seraya tangannya menyentuh permukaan topeng indahnya.

"Dia mengenali topengku, tapi tidak dengan wajah asliku ... Hahaha." Ia tertawa kencang menertawakan seseorang yang ia sebut dengan kata dia, entah siapa yang ia maksud.

"Terimakasih ... Berkat mu, rencana ku benar benar mulus. Terimakasih teman!" Ujarnya sembari mencium topeng kesayangannya dengan sepenuh hati. Sunggingan manis perlahan muncul menghias keindahan parasnya yang
Manis dan lugu.

"Ini nona! Topeng yang anda inginkan!" Suara itu membuyarkan ia dari lamunan liarnya yang tengah merancang skenario permainan yang akan ia mainkan malam ini. Wajah cantik itu menoleh dengan sorot mata datar. Dengan cepat ia menyambar benda itu lalu memindai nya dengan seksama.
Setelah memastikan detail topeng itu sempurna tanpa celah, iapun memakai nya sebagai pengganti topeng yang sudah rusak.

"Sempurna!" Gumamnya dengan senyum puas. "Kerja bagus. Sekarang kalian boleh pergi! Siapkan tempat itu ... Karena tidak lama lagi aku akan menggunakannya untuk bersenang-senang!"

Mendengar kata bersenang senang dari mulut nona nya, semua lelaki itu lantas tersenyum, mereka paham betul dengan maksud tuannya.

"Baik nona!"

Sepeninggal anak buahnya, ia juga meninggalkan ruangan itu. Tujuannya sudah pasti. Tempat dimana ia akan bersenang-senang malam ini.

****

Beberapa jam kemudian

Suasana di sekitar sekolah sudah sangat ramai oleh tamu undangan yang turut hadir. Para siswa siswi datang bersama dengan kedua orangtuanya pun dengan guru-guru yang hadir membawa serta anak anak mereka untuk menikmati pesta. Tak hanya itu saja ... Para investor pun turut menyempatkan diri untuk menyaksikan acara perayaan ulang tahun sekolah ternama yang selalu menduduki peringkat pertama sekolah favorit. Ibarat Piramida, BIHS Selalu ada di puncak tertinggi selama beberapa dekade terakhir.

Di belakang panggung, pelangi tengah di serang was was, lantaran waktu yang disebut oleh gadis itu semakin mendekat.
Dan pelangi tidak tau apa yang akan ia lakukan jika benar gadis itu sungguh ada di sekitar sekolah.

"Sekarang gimana? Kita harus ngapain, la?" Larissa berdiri cemas menggigiti kuku nya dengan kedua alisnya mengerut resah.

Pelangi menggeleng. "Gue gak tau harus apa!" Cetusnya.

Baru saja ia berucap tiba tiba terdengar notifikasi.

Ting

Kalau begitu, menyerah saja ... Biarkan aku menampilkan persembahan indah untuk sekolah kita tercinta.

Pelangi tersentak. "Enggak!!" Tanpa sadar ia berteriak panik. Hal itu mengundang banyak pasang mata yang berdiri di sekitar nya. Mereka bagian dari penanggung jawab acara. Semua menatap aneh namun hanya sesaat karena sorot mata pelangi berubah tajam. Hanya bersitatap saja sudah mampu membuat tubuh mereka bermandikan peluh.

sibling's Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang