ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
Waktu istirahat telah tiba, seluruh warga Carshens mulai bisa beristirahat sebelum pelajaran dimulai. Kebanyakan dari mereka pergi ke kantin untuk mengisi tenaga mereka dengan makan siang. Karena kantin yang dipunyai Carshens ada di beberapa tempat, membuat setiap area kantin tidak terlalu penuh dan mereka bisa makan siang dengan suasana tenang karena tidak terlalu ramai.
Seperti perempuan yang sedang mengisi energi di salah satu meja yang ada di area kantin yang lebih banyak di datangi oleh murid dari berbagai level kelas. Karena area kantin ini yang paling luas dan banyak makanan yang bervariasi.
"Dynne, lo gak risih diliatin orang-orang kayak gitu?" Tanya Cassia.
Mengakat pandangannya, Dynne mengedarkan pandangannya melihat orang-orang yang memang tertangkap olehnya sedang memperhatikannya. "Nggak." Balas Dynne yang mengarah pandangannya kepada sahabatnya kembali.
"Ck, masalahnya mereka ngeliatin lo parah banget sekarang ini." Ujar Cassia yang melirik satu meja yang berisi beberapa orang dan melihat cara pandang mereka kepada Dynne yang benar-benar tidak mengenakan.
Mengangguk singkat, Dynne membalas. "Wajar."
Cassia yang membalas lirikan beberapa orang yang paling menarik perhatiannya dengan tajam. Hingga membuat mereka semua langsung mengalihkan pandangan dan membuang muka.
"Dynne," Cassia mengembalikan pandangannya kepada orang yang ada di depannya. Mendengar panggilan Cassia, Dynne yang baru saja menyuapkan sesendok makannyanya itu kemudian menaikan pandangannya.
"Actually, I understand what it's like, tapi serius gue mau tau banget kenapa pertunangan lo sama Kythan putus?" Tanya Cassia yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.
Menarik sudut bibirnya, Dynne yang masih bersikap tenang itu kemudian menjawab. "Ada sedikit masalah di antara keluarga gue dan dia."
"I can only answer that." Imbuhnya.
Mengangguk kecil, Cassia yang masih membingungkan keadaan yang cukup mendadak ini masih memiliki perkataan. "Padahal hubungan kalian udah membaik, Kythan udah nerima lo jadi tunangan dia. Apalagi waktu malam yang lo tiba-tiba pergi itu, muka Kythan bener-bener khawatir. Artinya dia udah beneran perhatian sama lo." Tuturnya.
"Kythan won't fight for your relationship?" Tanya Cassia.
Memiringkan kepalanya beberapa senti, Dynne yang mengalihkan pandangannya kembali kepada makanan yang ada di depannya itu kemudian menarik sudut bibirnya kecil. "Karena masalah, Cassia. We can't do anything." Jawab Dynne.
Kali ini kata masalah yang menjadi titik rasa penasaran Cassia, dia ingin tau masalah apa yang terjadi pada hubungan pertunangan sahabatnya yang dia tau semakin membaik dan jauh lebih baik dari sebelumnya. Namun ketika hubungan pertunangan itu sudah bisa dikatakan hampir berhasil, kini berakhir begitu saja. Karena masalah yang dia tidak tau.
Berdeham singkat, Cassia kemudian mengangguk. "Hopefully the problem will be resolved quickly, kalian bisa balik lagi." Ujar Cassia. Yang seketika membuat Dynne terbatuk kecil.
Mengangkat kedua alisnya, Cassia menatap Dynne heran. "Kok lo kaget gitu? Lo gak mau pertunangan lo balik?" Lontarnya.
Dynne yang berdeham kecil membuat tenggorokannya kembali nyaman. Menggelengkan kepalanya, Dynne kemudian berkata. "Gue cuma kaget, lo kepikiran buat ngomong gitu."
Tersenyum memperlihatkan deretan gigi rapinya, Cassia membalas. "Iya dong, Actually, I support your relationship."
Menarik salah satu sudut bibirnya, Dynne hanya menggelengkan kepalanya kecil. Mengangkat kembali pandangannya, Dynne yang kini memiliki pertanyaan. "Lo sendiri gimana? Sama rencana punya pacar."
KAMU SEDANG MEMBACA
BREAK UP
General FictionHubungan Dynne dan Kythan berjalan dengan tidak lancar, ketika salah satu dari mereka terjebak dalam trauma masa lalu. Berawal tertipu dengan sebuah rencana yang tidak pernah diduga, hingga akhirnya jatuh sejatuh-jatuhnya dalam perasaan terdalam yan...
