Chapter 33

14 6 0
                                        

"Aku memang sudah dijodohkan dengan teman lamaku. Anak dari teman papaku." Jujur Sia pelan.

Gadis itu tampak gugup, dia takut jika Hyunjin-nya akan marah atau merajuk. Namun kekasihnya itu hanya diam.

"Tapi aku sudah menolaknya, setahun yang lalu. Sejak aku mengenalmu. Sejak aku pertama kali jatuh cinta padamu." Lanjut Sia yang membuat Hyunjin mulai tersenyum.

"Aku tidak ingin bersama dengan pria yang tidak aku cintai. Menikah dan menjadi pendamping hidup itu tidak ada batas waktunya karena berlaku seumur hidup. Jadi aku ingin bersama pria yang aku cintai dan mencintaiku. Yang meyakinkan aku bahwa hidupku akan bahagia jika bersamanya. Bahwa cinta kami akan menjadi landasan kebahagiaan kami. Bahwa keyakinan dan kepercayaan akan selalu menjadi alasan kami untuk saling memiliki dan saling bergantung." Gadis itu mengeratkan ikatan tangannya.

"Aku mau hanya aku satu-satunya untuknya, begitupun dia yang akan menjadi satu-satunya untukku selamanya. Dan― aku harap itu kamu, Hyun." Ujar Sia lembut dan tulus dengan senyum manis dan tatapan yakin pada sang kekasih.

Hyunjin yang masih terdiam itu menatap lekat gadisnya, mencari keyakinan yang ingin dia yakini juga.

Bahwa Sia akan menjadi satu-satunya untuknya.

Bahwa keyakinan dan kepercayaan menjadi satu-satunya alasan untuk mereka saling memiliki dan bergantung.

Bahwa perasaan cinta yang Sia rasakan juga menjadi perasaan yang dia yakini rasakan selama ini, bukan hanya kenyamanan dan ketenangan tapi perasaan cinta yang dalam.

Jantung Hyunjin berdebar kencang. Ujaran tulus Sia membuatnya merasa dilamar sang kekasih, menjadikan apapun yang dia ucapkan akan menjadi jawaban atas semua perasaan gadisnya.

Hyunjin hanya bisa tersenyum menanggapi semua perkataan Sia.

Pria itu berpikir bahwa waktu mereka terlalu singkat untuk memutuskan sesuatu sepenting dan sesakral itu tentang masa depan mereka. Dia juga belum merasa teryakini dengan semua perasaan yang dia rasakan, dia takut jika kebersamaan mereka akan membuat Sia pada akhirnya hanya akan terluka sebab dia belum bisa mengatakan perasaan cinta yang masih asing untuknya itu.

Senyuman Hyunjin kembali terasa canggung bagi Sia.

Gadis itu paham mungkin dia terlalu jujur dan blak-balakan akan niat tulusnya. Namun dia ingin Hyunjin yakin akan perasaannya setelah keraguan karena mendengar dia yang dijodohkan dengan pria selain dirinya. Sia mengatakan semua itu hanya untuk memastikan pada kekasihnya bahwa dia sangat serius dan yakin akan perasaannya pada Hyunjin.

"Aku tahu― mungkin perkataanku terdengar terlalu terburu dan tergesa. Tapi aku tidak ingin kamu meragukan perasaanku, Hyun. Aku sangat mencintaimu. Dan hanya kamu." Tenang Sia pada prianya yang masih tampak gugup itu.

Perasaan aneh kembali menyelimuti Hyunjin, perasaan yang enggan dia rasakan itu terasa begitu menyesakkan dadanya. Perasaan asing yang membuat Hyunjin ingin menjaga jarak dengan Sia-nya. Dengan kekalutan itu, kekasih Sia menarik lembut si gadis ke dalam pelukannya.

"Terima kasih sudah meyakinkan raguku. Terima kasih karena memberiku cinta tulusmu yang sangat berharga. Terima kasih Sia, kekasihku, pacarku, my princess~" Kata Hyunjin lembut.

Dia merasa nyaman akan ungkapan Sia, merasa aman akan perasaan kekasihnya yang memang tulus dan hanya untuknya. Tapi dia tidak tenang mendengar ungkapan gadisnya, dia hanya merasa―

Sia membalas pelukan Hyunjin, menyalurkan perasaan kasih dan sayang melalui pelukan itu. Meski dirinya sangat ingin membuat kekasihnya itu mengatakan jika dia juga mencintainya, meyakinkannya bahwa semua perasaan yang mereka bagi adalah perasaan cinta yang Sia rasakan sejak bertemu dengan prianya, namun tatapan lembut Hyunjin, ucapan menenangkan kekasihnya dan sentuhan sang cinta pertama seperti ini mampu meredakan kegelisahannya.

Love UntoldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang