Di depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya
Itu menyakitkan
Aku tak tahu seperti ini adanya
Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu
Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan
Air mata yan...
Sia yang masih teralihkan dengan papanya yang tampak semakin berotot itu tidak mendengar panggilan Seungmin, maupun tatapan tajam Hyunjin pada pria yang memanggilnya itu. Dia sibuk bercanda dengan mama dan papanya meski rengkuhan lengan sang kekasih terasa semakin melingkar erat.
Kenapa dia masih disini? Pikir Hyunjin dengan tatapan tidak sukanya.
Kenapa dia seenaknya memeluk Sia di depan papa mama? Batin Seungmin yang juga menatap kesal pada pria asing itu.
Chan yang menyadari ada suasana panas antara Hyunjin dan Seungmin pun mencoba segera mengatasinya.
"Seungmin?" Panggil Chan melangkah mendekat ke arah Seungmin.
"Kak Chan?" Seungmin terlihat terkejut dengan kehadiran Chan disana.
Sepertinya anak ini sangat kesal hingga tidak menyadari keberadaanku. Pikir Chan.
"Bukannya harusnya aku menjemputmu nanti malam, Kak?" Tanya Seungmin pada Chan.
Chan pun tertawa pelan.
"Aku sudah merindukan adikku, makanya aku ikut penerbangan awal dengan papa. Bagaimana kabarmu?" Tanya Chan sambil memukul pelan lengan Seungmin.
"Sedang tidak baik-baik saja, kak." Jawab Seungmin dengan tatapan sinisnya ke arah Hyunjin.
Ucapan Seungmin membuat Chan ikut menoleh ke arah pandang pria itu, melihat papa, mama, Sia dan Hyunjin berjalan bersama ke arah mereka.
"Sia― kamu sudah menyambut kak Chan dengan baik kan tadi?" Tanya Seungmin menatap Sia yang sudah berada di depannya, sedang papa dan mama si gadis langsung melanjutkan perjalanan ke taman belakang setelah merasakan ada hawa panas diantara Hyunjin dan Seungmin.
Namun gadis yang sedang di tanyai Seungmin itu malah menatap kesal padanya dan mengangguk asal-asalan sebagai jawabannya. Bukannya Sia tidak menyukai kehadiran Seungmin namun dia hanya merasa tidak nyaman pada pandangan mata pria itu yang tampak sangat tidak menyukai Hyunjin-nya, apalagi tatapan tajam Seungmin yang terus melihat ke arah tangan sang kekasih yang sedang melingkar di pinggangnya.
Chan yang melihat sikap Seungmin dan reaksi posesif Hyunjin pun segera merangkul pundak Seungmin― menyelamatkan situasi canggung diantara mereka.
"Ayo― aku sudah lapar." Ajak Chan mengalihkan perhatian Seungmin dan menariknya keluar ke taman belakang, tempat acara keluarga di gelar.
Sepeninggalan Seungmin dan Chan, Sia langsung menoleh ke arah Hyunjin.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya si gadis membuat sang kekasih mengerutkan keningnya bingung.
"Apa kamu tidak nyaman?" Tanya Sia lagi.
Hyunjin yang mengerti arah pembicaraan Sia langsung tersenyum dan menggelengkan kepala.
"Tidak apa-apa princess. Aku― aku hanya harus menahan kekesalanku sebentar, kan? Sampai kamu membicarakan tentang pembatalan pertunangan kalian." Ucap Hyunjin mencoba menenangkan kekasihnya.
Sia yang mendengar perkataan Hyunjin pun segera tersenyum dan memeluk kekasihnya. Dia sangat bangga mempunyai Hwang Hyunjin disisinya― berada dalam hangat dekapannya.
"Kemana anak gadis itu? Apa dia masih bersama kekasihnya?" Suara salah satu bibi Sia terdengar dari taman di belakang mereka, membuat pelukan erat Hyunjin dan Sia merenggang.
"Sepertinya kehadiranmu sudah di nantikan." Kata Hyunjin sambil mengelus puncak kepala Sia setelah mendaratkan satu kecupan lembut pada pipi kekasihnya.
Sia dengan rona merah di pipinya mengangguk lalu menggandeng lengan Hyunjin dan mengajaknya ke taman belakang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.