Mimpi buruk Yoon Sia.
Kehadiran sosok yang selalu mengancam hubungannya dengan Hyunjin.
Topi yang gadis itu kenakan, yang selalu sang kekasih pakai jika dia malas menata rambut.
Langkah kaki tertatih yang seakan menahan rasa sakit seperti yang Hyunjin katakan padanya.
Apakah ini semua hanya suatu kebetulan?
Atau malah menjadi pertanda tidak baik dalam hubungan dua bulannya?
"SIA?"
Kekasih Hyunjin yang tadinya ingin mengikuti kemana tujuan akhir gadis berambut panjang itu, terhenti karena sapaan nyaring di lorong belakangnya.
"Sia?" Panggil Seungmin berulang yang membuat gadis itu menolehkan kepalanya.
"Mau kemana, myC?" Tanya Seungmin mendekat ke arah Sia.
"Kenapa pesan dan panggilanku kamu abaikan, huh?" Gerutu Seungmin sambil mengelus puncak kepala si gadis, paham jika saat ini ada kesan tidak baik dari raut wajah Yoon Sia.
"Ak-Aku sedang mencari Hyunjin, Min." Jawab Sia berusaha tenang meski ada rasa sesak yang berusaha dia sembunyikan.
"Hyunjin? Jadi kalian tidak bersama semalaman?" Tanya Seungmin dengan nada terkejut, membuat Sia menyipitkan matanya.
Menelisik apakah pria di depannya itu sedang serius atau bercanda dengan pertanyaannya.
"Aku serius, Sia. Semalam dia―"
"Hai, Sia. Morning~~" Sapa Chan yang terlihat berjalan ke arahnya dan Seungmin dengan wajah sumringah seperti baru mendapat limpahan energi.
"Mau sarapan bersama?" Tanya Chan yang tidak tahu jika dirinya menghentikan pembicaraan Seungmin dan Sia.
Gadis itu kemudian melihat Chan dan Seungmin bergantian, sebelum akhirnya menghembuskan nafasnya berat. Tidak segera menjawab pertanyaan yang Chan tanyakan padanya.
"Jadi kalian benar-benar tidak bersama Hyunjin." Simpul Sia dengan suara lirih begitu menyadari jika Chan dan Seungmin baru saja selesai berolahraga.
Kedua pria itu lalu saling pandang dan terdiam.
"Apa dia tidak menghubungimu? Aku kira semalam dia―" Perkataan Seungmin di cegah Chan dengan sentuhan di lengan pria itu, membuat Sia kembali mengernyitkan dahinya.
"Ada apa? Jelaskan!" Kata Sia semakin gelisah.
"Sebaiknya kita bicarakan di atas saja. Sepertinya kamu sedang dalam kondisi tidak baik." Jelas Chan yang langsung di sambut gelengan kepala ribut si gadis.
"Katakan kak. Aku― Aku tidak apa-apa. Apa dia bersama seseorang? Apa dia menemui orang lain?" Cerca Sia yang sudah kalut karena mimpi buruknya dan juga sosok gadis dengan langkah tertatih tadi.
"Kenapa kamu berpikir dia bersama orang lain? Apa dia mengatakan tentang gadis itu?" Tanya Seungmin dengan nada gusar, terdengar sangat mencurigai kekasih Sia.
Kekasih Hyunjin itu hanya menghembuskan nafas berat dan menunduk, tidak menjawab kecurigaan Seungmin dan juga tatap mata gelisah Chan.
"Jadi benar semalam Hyunjin bersama gadis itu." Lirih Sia terdengar sangat kecewa.
"Semalam Hyunjin memang ke kamar kami. Tapi belum sempat aku menawarkan beer, dia terlihat menerima panggilan dari seseorang dan meminta ijin untuk keluar." Jelas Chan terdengar hati-hati.
"Bahkan aku belum sempat mengatakan apapun padanya." Imbuh Seungmin, seakan memberi kesan jika Hyunjin memang tidak lama berada di kamar mereka
"Aku kira kamu terbangun dan mencari keberadaannya karena dia tampak sangat terburu-buru, membuatku tidak melihat kemana arahnya pergi." Kata Chan berusaha menjelaskan sedetail mungkin agar Sia tidak salah paham.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Untold
Fiksyen PeminatDi depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya Itu menyakitkan Aku tak tahu seperti ini adanya Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan Air mata yan...
