Chapter 65

10 7 0
                                        

"Pakai ini." Kata Sia menyerahkan piyama couple-nya pada Seungmin yang ingin mencuci wajah setelah terkena mie pedas tadi.

Bodohnya Seungmin, dia tidak memisahkan kaos putih dan celana hitamnya saat memasukkan ke dalam mesin cuci― membuat kaos putih itu berakhir dengan noda bercak berantakan, yang membuat Sia akhirnya meminjamkan satu-satunya pakaian pria yang dia bawa― piyama couple-nya dengan Hyunjin.

"Hah? Kamu yakin? Ini kan―" Kata Seungmin menggantung.

"Terserah kalau kamu mau keluar kamar hanya memakai bathrobe kecil itu." Kata Sia kemudian yang segera di jawab gelengan kepala Seungmin.

Pria itu tampak tidak enak memakai piyama baru yang Sia siapkan untuk Hyunjin― meskipun seharian ini gadis itu sama sekali tidak menyebutkan nama kekasihnya, Seungmin masih merasa tidak nyaman.

"Cepat keluar, aku gerah. Mau mandi." Kata Sia sambil berjalan keluar dari kamar mandi di dalam kamarnya.

Gadis itu mencari Chan yang tidak terlihat di ruang tengah ataupun balkon kamar, Sia lalu mendengar suara dentingan gelas dari dapur― membuatnya berjalan dengan langkah riang kesana.

Gadis itu mencari Chan yang tidak terlihat di ruang tengah ataupun balkon kamar, Sia lalu mendengar suara dentingan gelas dari dapur― membuatnya berjalan dengan langkah riang kesana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pria yang tadinya membersihkan segala kekacuan di ruang utama itu terlihat mengelap gelas-gelas yang tadi mereka pakai di dalam dapur.

"Kakak tidak mandi?" Tanya Sia sambil mengambil gelas bersih itu dan menaruhnya di rak pantry.

"Setelah ini." Jawab Chan sambil tersenyum.

"Kamu sudah baik-baik saja? Masih pusing? Sudah tidak sesak nafas?" Tanya pria itu.

Sia hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Perhatian yang selalu Chan berikan itu membuatnya merasa jauh lebih tenang.

"Besok hari pengumumam, kan?" Tanya Chan setelah menaruh kain kering itu di sisi pantry.

Gadis itu mengangguk tampak berpikir sejenak.

"Tapi sepertinya― aku tidak memenangkan lomba ini." Kata Sia lirih.

"Kenapa begitu?" Tanya Chan mendekat.

"Entahlah kak― pikiranku mendadak kosong. Bahkan aku menghabiskan tiga kanvas hanya dalam waktu tiga jam." Jelas Sia sambil mengingat lagi perasaannya saat hari perlombaan kemarin.

"Beruntung aku bisa menyerahkan lukisan finalku sebelum waktu habis. Meski― meski mungkin aku tidak akan menang." Kata si gadis sambil menunduk.

Chan memeluk tubuh Sia dan menepuk lembut kepala si gadis.

Chan memeluk tubuh Sia dan menepuk lembut kepala si gadis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Love UntoldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang