Di depan orang yang mencintaiku, aku bahkan tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya
Itu menyakitkan
Aku tak tahu seperti ini adanya
Karena jantungku yang berdebar kencang di hadapanmu
Itu membuatku ingin menghela nafas tanpa alasan
Air mata yan...
Sarapan sederhana yang Chan rencanakan di restoran The Parkview― salah satu restoran yang berada di The Shilla Jeju Hotel dengan gaya Eropa dengan dapur terbuka itu gagal.
Sia ditemukan dalam keadaan paling berantakan yang pernah Chan lihat selama ini. Gadis itu duduk di dalam bathub dan merangkul kedua kakinya dengan isak tangis yang samar-samar.
Gadis ceria dan mandiri yang selama ini Chan kagumi tampak rapuh dalam gendongan Seungmin yang membawa Sia ke atas ranjangnya. Sia yang terdiam dan masih sesengukkan itu menarik selimutnya dan menutupi sekujur tubuhnya tanpa terkecuali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejenak kemudian gadis itu tampak berbicara samar, "Maafkan aku." Katanya lirih.
"Selesaikan kegelisahanmu setelah itu kita sarapan di kamar kak Chan. Banyak agenda yang harus kita lakukan hari ini sebelum perlombaanmu besok." Kata Seungmin terdengar tegas.
Terlihat sekali pria itu marah dengan kondisi Sia saat ini.
Chan dan Seungmin berjalan menjauh dari kamar Sia sebelum akhirnya mereka keluar dari kamar 801 dan masuk ke kamar mereka― meninggalkan Sia dalam keheningan yang menyiksa.
***
"Iya ma. Sia― Sia hanya lelah setelah penerbangan." Alasan gadis itu saat mamanya menelepon dan menanyakan keadaannya.
Sia memang terbiasa mengirim pesan singkat keberadaannya di grup keluarga, mengabari mama dan papanya. Namun hingga jam sepuluh pagi, mama Sia tidak mendapatkan pesan dari anak gadisnya― menimbulkan perasaan resah dan gelisah yang membuat mama Sia langsung menelepon Sia.
"Sudah sarapan?" Tanya mamanya.
"―belum." Jawab Sia sambil mengingat ucapan Seungmin beberapa waktu lalu.
Apa itu berarti Seungmin dan kak Chan juga belum sarapan? Pikir Sia.
"Kenapa belum sarapan? Apa Seungmin dan Chan―"
"Bukan begitu ma. Kami sedang menunggu staf hotel mengantarkan makanannya ke kamar kak Chan." Potong Sia yang segera beranjak dari ranjangnya dan pergi ke ruang utama, mengambil kopernya yang Seungmin pindahkan di samping sofa.
"Kenapa makan di dalam kamar? Kamu tidak keluar dan menikmati pulau Jeju?" Mama Sia terdengar cemas sebab tidak biasanya Sia makan di dalam kamar hotel saat berlibur, anak gadisnya itu selalu bersemangat keliling kota untuk menikmati makanan khas disana dan juga melihat pemandangan terbaik di kota yang dia kunjungi.
"Sia masih kelelahan, ma. Lagipula Seungmin dan kak Chan disini bukan untuk berlibur, mereka pasti sibuk." Kata Sia sambil membuka kopernya.
"―dan, Hyunjin juga belum datang. Nanti Sia akan berkeliling dengannya saja." Lanjut Sia sambil mengelus piyama couple-nya dengan sang kekasih.
Mama Sia terdiam sejenak. Dari hembusan nafasnya, tersirat ada perasaan gelisah yang Sia tahu apa itu.
"Hyunjin pasti datang ma. Dia hanya― hanya sedang menyelesaikan urusannya sebentar." Kata Sia tampak menenangkan mamanya.